<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NASA Berencana Tabrak Asteroid yang Mengancam Bumi</title><description>Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) berencana untuk menabrakan pesawat ruang angkasa ke asteroid yang mengancam Bumi di masa depan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/05/06/56/2210164/nasa-berencana-tabrak-asteroid-yang-mengancam-bumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/05/06/56/2210164/nasa-berencana-tabrak-asteroid-yang-mengancam-bumi"/><item><title>NASA Berencana Tabrak Asteroid yang Mengancam Bumi</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/05/06/56/2210164/nasa-berencana-tabrak-asteroid-yang-mengancam-bumi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/05/06/56/2210164/nasa-berencana-tabrak-asteroid-yang-mengancam-bumi</guid><pubDate>Rabu 06 Mei 2020 16:15 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/06/56/2210164/nasa-berencana-tabrak-asteroid-yang-mengancam-bumi-nQcvpuakyn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: JPL NASA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/06/56/2210164/nasa-berencana-tabrak-asteroid-yang-mengancam-bumi-nQcvpuakyn.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: JPL NASA)</title></images><description>JAKARTA- Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) berencana untuk menabrakan pesawat ruang angkasa ke asteroid yang mengancam Bumi di masa depan. Hal tersebut diharapkan mampu mempengaruhi lintasannya terhadap Bumi.

Dilansir dari laman Space, Rabu (6/5/2020) misi tersebut dikenal Double Asteroid Redirection Test (DART) yang akan diluncurkan pada Juni 2021. Uji coba pertama akan dilakukan pada Oktober 2022, di mana pesawat ruang angkasa akan menabrak asteroid Didymos B yang memiliki lebar setengah mil yang mengorbit bulan selebar 500 kaki.

DART menampung muatan ilmiah selain sensor Matahari, pelacak bintang, dan kamera aperture 20 cm untuk mendukung navigasi otonom yang berdampak pada bulan asteroid kecil di pusatnya. Diharapkan dengan terjadinya tabrakan tersebut ada perubahan kecepatan pada urutan 0,4 mm/s, yang mengarah pada perubahan kecil dalam lintasan sistem asteroid.

Akan tetapi seiring waktu, hal tersebut mengarah pada pergeseran jalur yang besar. Secara keseluruhan, DART diperkirakan akan mengubah kecepatan orbit Didymos B sekitar setengah milimeter per detik, menghasilkan perubahan periode orbital sekitar 10 menit.

Dalam rentang jutaan kilometer, perubahan lintasan kumulatif akan mengubah tabrakan dengan asteroid yang benar-benar terikat Bumi atau komet menjadi hasil yang aman.

Perubahan kecepatan aktual dan pergeseran orbital akan diukur beberapa tahun kemudian oleh pesawat ruang angkasa kecil bernama Herayang, melakukan pengintaian dan penilaian terperinci.
</description><content:encoded>JAKARTA- Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) berencana untuk menabrakan pesawat ruang angkasa ke asteroid yang mengancam Bumi di masa depan. Hal tersebut diharapkan mampu mempengaruhi lintasannya terhadap Bumi.

Dilansir dari laman Space, Rabu (6/5/2020) misi tersebut dikenal Double Asteroid Redirection Test (DART) yang akan diluncurkan pada Juni 2021. Uji coba pertama akan dilakukan pada Oktober 2022, di mana pesawat ruang angkasa akan menabrak asteroid Didymos B yang memiliki lebar setengah mil yang mengorbit bulan selebar 500 kaki.

DART menampung muatan ilmiah selain sensor Matahari, pelacak bintang, dan kamera aperture 20 cm untuk mendukung navigasi otonom yang berdampak pada bulan asteroid kecil di pusatnya. Diharapkan dengan terjadinya tabrakan tersebut ada perubahan kecepatan pada urutan 0,4 mm/s, yang mengarah pada perubahan kecil dalam lintasan sistem asteroid.

Akan tetapi seiring waktu, hal tersebut mengarah pada pergeseran jalur yang besar. Secara keseluruhan, DART diperkirakan akan mengubah kecepatan orbit Didymos B sekitar setengah milimeter per detik, menghasilkan perubahan periode orbital sekitar 10 menit.

Dalam rentang jutaan kilometer, perubahan lintasan kumulatif akan mengubah tabrakan dengan asteroid yang benar-benar terikat Bumi atau komet menjadi hasil yang aman.

Perubahan kecepatan aktual dan pergeseran orbital akan diukur beberapa tahun kemudian oleh pesawat ruang angkasa kecil bernama Herayang, melakukan pengintaian dan penilaian terperinci.
</content:encoded></item></channel></rss>
