<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Ujaran Kebencian, Twitter Uji Coba Fitur Baru</title><description>Twitter baru-baru ini menguji fitur baru untuk pengguna iOS.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/05/06/207/2209951/cegah-ujaran-kebencian-twitter-uji-coba-fitur-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/05/06/207/2209951/cegah-ujaran-kebencian-twitter-uji-coba-fitur-baru"/><item><title>Cegah Ujaran Kebencian, Twitter Uji Coba Fitur Baru</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/05/06/207/2209951/cegah-ujaran-kebencian-twitter-uji-coba-fitur-baru</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/05/06/207/2209951/cegah-ujaran-kebencian-twitter-uji-coba-fitur-baru</guid><pubDate>Rabu 06 Mei 2020 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/06/207/2209951/cegah-ujaran-kebencian-twitter-uji-coba-fitur-baru-bsh3F282GW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/06/207/2209951/cegah-ujaran-kebencian-twitter-uji-coba-fitur-baru-bsh3F282GW.jpg</image><title>(Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Twitter baru-baru ini menguji fitur baru untuk pengguna iOS. Fitur ini akan menanyakan kepada pengguna apakah benar-benar akan membalas pesan yang mungkin mengandung bahasa yang menyakitkan.

Dilansir Imore, ini merupakan salah satu upaya Twitter untuk menjaga platform mereka tetap aman untuk pengguna. Dengan demikian, pengguna tidak akan mudah mengungkap kata-kata kasar atau ujaran kebencian yang menyakitkan orang lain yang membacanya.

&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;When things get heated, you may say things you don&amp;amp;#39;t mean. To let you rethink a reply, we&amp;rsquo;re running a limited experiment on iOS with a prompt that gives you the option to revise your reply before it&amp;rsquo;s published if it uses language that could be harmful.&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Twitter Support (@TwitterSupport) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/TwitterSupport/status/1257717113705414658?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;May 5, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Sunita Saligram, kepala global kebijakan situs Twitter untuk kepercayaan dan keamanan, mengatakan bahwa perusahaan sedang mencoba untuk membantu orang memikirkan kembali bahasa yang berpotensi berbahaya sebelum memposting ke platformnya.

Saligram berharap bahwa fitur ini dapat membantu mencegah orang mengatakan sesuatu yang mereka sesali.
</description><content:encoded>JAKARTA - Twitter baru-baru ini menguji fitur baru untuk pengguna iOS. Fitur ini akan menanyakan kepada pengguna apakah benar-benar akan membalas pesan yang mungkin mengandung bahasa yang menyakitkan.

Dilansir Imore, ini merupakan salah satu upaya Twitter untuk menjaga platform mereka tetap aman untuk pengguna. Dengan demikian, pengguna tidak akan mudah mengungkap kata-kata kasar atau ujaran kebencian yang menyakitkan orang lain yang membacanya.

&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;When things get heated, you may say things you don&amp;amp;#39;t mean. To let you rethink a reply, we&amp;rsquo;re running a limited experiment on iOS with a prompt that gives you the option to revise your reply before it&amp;rsquo;s published if it uses language that could be harmful.&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Twitter Support (@TwitterSupport) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/TwitterSupport/status/1257717113705414658?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;May 5, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Sunita Saligram, kepala global kebijakan situs Twitter untuk kepercayaan dan keamanan, mengatakan bahwa perusahaan sedang mencoba untuk membantu orang memikirkan kembali bahasa yang berpotensi berbahaya sebelum memposting ke platformnya.

Saligram berharap bahwa fitur ini dapat membantu mencegah orang mengatakan sesuatu yang mereka sesali.
</content:encoded></item></channel></rss>
