<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>GoPro Pangkas 20% Pekerja Akibat Pandemi COVID-19</title><description>GoPro merumahkan lebih dari 20 persen dari pekerjanya atau lebih dari 200 karyawan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/20/207/2202027/gopro-pangkas-20-pekerja-akibat-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/20/207/2202027/gopro-pangkas-20-pekerja-akibat-pandemi-covid-19"/><item><title>GoPro Pangkas 20% Pekerja Akibat Pandemi COVID-19</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/20/207/2202027/gopro-pangkas-20-pekerja-akibat-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/20/207/2202027/gopro-pangkas-20-pekerja-akibat-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Senin 20 April 2020 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/20/207/2202027/gopro-pangkas-20-pekerja-akibat-pandemi-covid-19-oq7fCFeg66.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Digital Trends)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/20/207/2202027/gopro-pangkas-20-pekerja-akibat-pandemi-covid-19-oq7fCFeg66.jpg</image><title>(Foto: Digital Trends)</title></images><description>JAKARTA - GoPro merumahkan lebih dari 20 persen dari pekerjanya atau lebih dari 200 karyawan. Hal ini dilakukan sebagai respons atas pandemi COVID-19, perusahaan mengumumkan.

Langkah tersebut sebagai bagian dari upaya menurunkan biaya operasional sebesar USD100 juta tahun ini. Perusahaan juga berencana untuk mengurangi biaya operasional yang tidak terkait dengan headcount (jumlah karyawan) menjadi USD250 juta pada tahun 2021, dikutip&amp;nbsp;Theverge.

GoPro menambahkan bahwa pendiri dan CEO-nya, Nicholas Woodman, tidak akan dibayar gaji untuk sisa tahun ini, dan bahwa perusahaan akan lebih bergeser ke arah model penjualan langsung ke konsumen di masa depan.

Restrukturisasi datang ketika GoPro telah mulai pulih dari kegagalan pasar drone. Dirilis pada akhir 2016 setelah beberapa penundaan, GoPro Karma adalah drone dasar yang dinilai gagal dan GoPro akhirnya berhenti dari bisnis drone lebih dari setahun kemudian.

GoPro mengatakan telah menjual 700.000 kamera pada kuartal pertama dan mengharapkan peta jalan produk dan layanan 2020 tidak akan terpengaruh oleh pemotongan operasional, menurut Bloomberg.
</description><content:encoded>JAKARTA - GoPro merumahkan lebih dari 20 persen dari pekerjanya atau lebih dari 200 karyawan. Hal ini dilakukan sebagai respons atas pandemi COVID-19, perusahaan mengumumkan.

Langkah tersebut sebagai bagian dari upaya menurunkan biaya operasional sebesar USD100 juta tahun ini. Perusahaan juga berencana untuk mengurangi biaya operasional yang tidak terkait dengan headcount (jumlah karyawan) menjadi USD250 juta pada tahun 2021, dikutip&amp;nbsp;Theverge.

GoPro menambahkan bahwa pendiri dan CEO-nya, Nicholas Woodman, tidak akan dibayar gaji untuk sisa tahun ini, dan bahwa perusahaan akan lebih bergeser ke arah model penjualan langsung ke konsumen di masa depan.

Restrukturisasi datang ketika GoPro telah mulai pulih dari kegagalan pasar drone. Dirilis pada akhir 2016 setelah beberapa penundaan, GoPro Karma adalah drone dasar yang dinilai gagal dan GoPro akhirnya berhenti dari bisnis drone lebih dari setahun kemudian.

GoPro mengatakan telah menjual 700.000 kamera pada kuartal pertama dan mengharapkan peta jalan produk dan layanan 2020 tidak akan terpengaruh oleh pemotongan operasional, menurut Bloomberg.
</content:encoded></item></channel></rss>
