<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti: Warna Asli Virus Corona Tidak Terlihat Mata</title><description>Virus SARS-CoV2 yang menyebabkan COVID-19 sering digambarkan dengan ilustrasi berwarna merah dan warna mencolok lainnya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/16/56/2200273/peneliti-warna-asli-virus-corona-tidak-terlihat-mata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/16/56/2200273/peneliti-warna-asli-virus-corona-tidak-terlihat-mata"/><item><title>Peneliti: Warna Asli Virus Corona Tidak Terlihat Mata</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/16/56/2200273/peneliti-warna-asli-virus-corona-tidak-terlihat-mata</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/16/56/2200273/peneliti-warna-asli-virus-corona-tidak-terlihat-mata</guid><pubDate>Kamis 16 April 2020 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/16/56/2200273/peneliti-warna-asli-virus-corona-tidak-terlihat-mata-kUY2E0gJOl.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/16/56/2200273/peneliti-warna-asli-virus-corona-tidak-terlihat-mata-kUY2E0gJOl.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA- Virus SARS-CoV2 yang menyebabkan COVID-19 sering digambarkan dengan ilustrasi berwarna merah dan warna mencolok lainnya. Meskipun demikian warna merah bukan termasuk warna asli virus.

Penulis Science di Forbes, Ethan Siegel mengungkapkan pada kenyataannya, para peneliti masih&amp;nbsp;masih belum mengetahui warna asli virus corona. Pasalnya warna virus corona tidak terlihat  mata manusia dengan kaca pembesar ataupun mikroskop.

Virus SARS-CoV2 memiliki ukuran fisik yang kecil hanya sekitar 50 nanometer atau sekitar 1/1000 lebar rambut manusia. Sehingga sangat sulit untuk melihat warna asli virus. Pasalnya partikel seperti virus corona yang memiliki lebar 50 nanometer - tidak menyerap atau memantulkan cahaya.

Virus SARS-COV-2 masih berinteraksi dengan cahaya, tetapi hanya cahaya dengan panjang gelombang yang lebih pendek seperti sinar ultraviolet dan sinar-X.   Penyebaran virus korona (COVID-19) semakin meningkat. Virus pertama kali menyebar di Wuhan, Provinsi Hubei China.

COVID-19 telah menyebabkan ketakutan secara luas dan tercatat lebih dari 2 juta orang terinfeksi di seluruh dunia. Virus ini menjadi perhatian dunia sejak temuannya pada Desember tahun lalu.</description><content:encoded>JAKARTA- Virus SARS-CoV2 yang menyebabkan COVID-19 sering digambarkan dengan ilustrasi berwarna merah dan warna mencolok lainnya. Meskipun demikian warna merah bukan termasuk warna asli virus.

Penulis Science di Forbes, Ethan Siegel mengungkapkan pada kenyataannya, para peneliti masih&amp;nbsp;masih belum mengetahui warna asli virus corona. Pasalnya warna virus corona tidak terlihat  mata manusia dengan kaca pembesar ataupun mikroskop.

Virus SARS-CoV2 memiliki ukuran fisik yang kecil hanya sekitar 50 nanometer atau sekitar 1/1000 lebar rambut manusia. Sehingga sangat sulit untuk melihat warna asli virus. Pasalnya partikel seperti virus corona yang memiliki lebar 50 nanometer - tidak menyerap atau memantulkan cahaya.

Virus SARS-COV-2 masih berinteraksi dengan cahaya, tetapi hanya cahaya dengan panjang gelombang yang lebih pendek seperti sinar ultraviolet dan sinar-X.   Penyebaran virus korona (COVID-19) semakin meningkat. Virus pertama kali menyebar di Wuhan, Provinsi Hubei China.

COVID-19 telah menyebabkan ketakutan secara luas dan tercatat lebih dari 2 juta orang terinfeksi di seluruh dunia. Virus ini menjadi perhatian dunia sejak temuannya pada Desember tahun lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
