<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Benarkah Cuaca Panas Bisa Hentikan Penyebaran COVID-19?</title><description>Beberapa peneliti memprediksi bahwa COVID-19 merupakan penyakit musiman yang akan hilang setelah bergantinya musim panas.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/13/56/2198364/benarkah-cuaca-panas-bisa-hentikan-penyebaran-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/13/56/2198364/benarkah-cuaca-panas-bisa-hentikan-penyebaran-covid-19"/><item><title>Benarkah Cuaca Panas Bisa Hentikan Penyebaran COVID-19?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/13/56/2198364/benarkah-cuaca-panas-bisa-hentikan-penyebaran-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/13/56/2198364/benarkah-cuaca-panas-bisa-hentikan-penyebaran-covid-19</guid><pubDate>Senin 13 April 2020 14:13 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/13/56/2198364/benarkah-cuaca-panas-bisa-hentikan-penyebaran-covid-19-2U0AkoC2sW.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/13/56/2198364/benarkah-cuaca-panas-bisa-hentikan-penyebaran-covid-19-2U0AkoC2sW.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Beberapa peneliti memprediksi bahwa COVID-19 merupakan penyakit musiman yang akan hilang setelah bergantinya musim panas. Laporan terbaru Akademi Ilmu Pengetahuan, Teknik dan Kedokteran Nasional Amerika Serikat (NASEM) mengungkapkan bahwa virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 belum tentu dapat berkurang saat musim panas.  Laporan tersebut dikirim oleh NASEM kepada Gedung Putih.

Dilansir dari laman New York Times, Jumat (10/4/2020),  menurut seorang Imunologi di Scripps Research Translational Institute, California, Kristian Andersen menekankan bahwa perilaku manusia akan menjadi yang paling penting. Pandemi COVID-19 mungkin berkurang karena physical distancing atau langkah pencegahan lainnya.

&quot;Kita mungkin akan melihat pengurangan penyebaran di awal musim panas. Akan tetapi kita harus berhati-hati pengurangan penyebaran virus bisa lebih mungkin karena langkah-langkah diberlakukan,&quot; imbuh dia.

Sementara itu David Relman yang tengah mempelajari interaksi host-mikroba di Stanford, mengatakan jika seorang manusia batuk atau bersin cukup dekat dengan orang yang imunitasnya rentan, maka suhu dan kelembaban tidak akan menghentikan penularan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Beberapa peneliti memprediksi bahwa COVID-19 merupakan penyakit musiman yang akan hilang setelah bergantinya musim panas. Laporan terbaru Akademi Ilmu Pengetahuan, Teknik dan Kedokteran Nasional Amerika Serikat (NASEM) mengungkapkan bahwa virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 belum tentu dapat berkurang saat musim panas.  Laporan tersebut dikirim oleh NASEM kepada Gedung Putih.

Dilansir dari laman New York Times, Jumat (10/4/2020),  menurut seorang Imunologi di Scripps Research Translational Institute, California, Kristian Andersen menekankan bahwa perilaku manusia akan menjadi yang paling penting. Pandemi COVID-19 mungkin berkurang karena physical distancing atau langkah pencegahan lainnya.

&quot;Kita mungkin akan melihat pengurangan penyebaran di awal musim panas. Akan tetapi kita harus berhati-hati pengurangan penyebaran virus bisa lebih mungkin karena langkah-langkah diberlakukan,&quot; imbuh dia.

Sementara itu David Relman yang tengah mempelajari interaksi host-mikroba di Stanford, mengatakan jika seorang manusia batuk atau bersin cukup dekat dengan orang yang imunitasnya rentan, maka suhu dan kelembaban tidak akan menghentikan penularan.
</content:encoded></item></channel></rss>
