<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Supermoon hingga Hujan Meteor Lyrid Hiasi Langit Malam</title><description>Fenomena supermoon hingga hujan meteor akan menghiasi langit malam di April 2020.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/07/56/2195481/supermoon-hingga-hujan-meteor-lyrid-hiasi-langit-malam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/07/56/2195481/supermoon-hingga-hujan-meteor-lyrid-hiasi-langit-malam"/><item><title>Supermoon hingga Hujan Meteor Lyrid Hiasi Langit Malam</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/07/56/2195481/supermoon-hingga-hujan-meteor-lyrid-hiasi-langit-malam</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/07/56/2195481/supermoon-hingga-hujan-meteor-lyrid-hiasi-langit-malam</guid><pubDate>Selasa 07 April 2020 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/07/56/2195481/supermoon-hingga-hujan-meteor-lyrid-hiasi-langit-malam-g5ZAn3aItM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/07/56/2195481/supermoon-hingga-hujan-meteor-lyrid-hiasi-langit-malam-g5ZAn3aItM.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA- Fenomena supermoon hingga hujan meteor akan menghiasi langit malam di April 2020. Bulan purnama perige atau supermoon dapat terlihat dari Bumi pada 7 April 2020 hingga 8 April 2020 dini hari.

Pada Rabu 8 April 2020 bulan diperkirakan akan berada di perige dengan jarak 356.910 kilometer dari Bumi. Pada saat tersebut, jari-jari bulan yang tampak dari bumi adalah sebesar 16,73 menit busur. Delapan jam 27 menit kemudian bulan pun berada pada fase purnama.

Ada tiga supermoon yang terjadi hingga April 2020, dua supermoon lainnya terjadi pada 10 Maret 2020 dan 7 Mei 2020. Pada kedua supermoon ini, ukuran jari-jari bulannya sedikit lebih kecil daripada ukuran bulan purnama perige pada 8 April 2020. Karena itu, supermoon 8 April 2020 merupakan &quot;puncak&quot; supermoon pada 2020.

Lebih lanjut, fenomena hujan meteor Lyrid akan terjadi sekitar tanggal 21 atau 23 April 2020. Hujan meteor akan terlihat dibelahan Bumi utara dan selatan. Hujan meteor merupakan fenomena yang terjadi setiap tahunnya.

Hujan meteor terjadi ketika jejak meteor terbakar dan gas terionisasai ketika memasuki atmosfer Bumi. Hal tersebut membuat meteor menciptakan cahaya yang terlihat melesat melintasi langit malam.

Penampakan paling awal dari hujan meteor Lyrid adalah 2.700 tahun yang lalu dan merupakan hujan meteor tertua yang diketahui.</description><content:encoded>JAKARTA- Fenomena supermoon hingga hujan meteor akan menghiasi langit malam di April 2020. Bulan purnama perige atau supermoon dapat terlihat dari Bumi pada 7 April 2020 hingga 8 April 2020 dini hari.

Pada Rabu 8 April 2020 bulan diperkirakan akan berada di perige dengan jarak 356.910 kilometer dari Bumi. Pada saat tersebut, jari-jari bulan yang tampak dari bumi adalah sebesar 16,73 menit busur. Delapan jam 27 menit kemudian bulan pun berada pada fase purnama.

Ada tiga supermoon yang terjadi hingga April 2020, dua supermoon lainnya terjadi pada 10 Maret 2020 dan 7 Mei 2020. Pada kedua supermoon ini, ukuran jari-jari bulannya sedikit lebih kecil daripada ukuran bulan purnama perige pada 8 April 2020. Karena itu, supermoon 8 April 2020 merupakan &quot;puncak&quot; supermoon pada 2020.

Lebih lanjut, fenomena hujan meteor Lyrid akan terjadi sekitar tanggal 21 atau 23 April 2020. Hujan meteor akan terlihat dibelahan Bumi utara dan selatan. Hujan meteor merupakan fenomena yang terjadi setiap tahunnya.

Hujan meteor terjadi ketika jejak meteor terbakar dan gas terionisasai ketika memasuki atmosfer Bumi. Hal tersebut membuat meteor menciptakan cahaya yang terlihat melesat melintasi langit malam.

Penampakan paling awal dari hujan meteor Lyrid adalah 2.700 tahun yang lalu dan merupakan hujan meteor tertua yang diketahui.</content:encoded></item></channel></rss>
