<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Ciptakan Cara Deteksi Virus Corona pada Air Limbah</title><description>Ilmuwan dari Universitas Cranfield mengembangkan perangkat deteksi virus corona berbasis kertas.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/04/56/2194098/peneliti-ciptakan-cara-deteksi-virus-corona-pada-air-limbah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/04/56/2194098/peneliti-ciptakan-cara-deteksi-virus-corona-pada-air-limbah"/><item><title>Peneliti Ciptakan Cara Deteksi Virus Corona pada Air Limbah</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/04/56/2194098/peneliti-ciptakan-cara-deteksi-virus-corona-pada-air-limbah</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/04/04/56/2194098/peneliti-ciptakan-cara-deteksi-virus-corona-pada-air-limbah</guid><pubDate>Sabtu 04 April 2020 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi KR Jogja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/04/56/2194098/peneliti-ciptakan-cara-deteksi-virus-corona-pada-air-limbah-7oJDpxxVVg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Krjogja)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/04/56/2194098/peneliti-ciptakan-cara-deteksi-virus-corona-pada-air-limbah-7oJDpxxVVg.jpg</image><title>(Foto: Krjogja)</title></images><description>JAKARTA - Ilmuwan dari Universitas Cranfield mengembangkan perangkat deteksi virus corona berbasis kertas. Dikutip Krjogja, perangkat berbasis kertas ini diklaim mampu mendeteksi keberadaan virus corona yang menyebabkan Covid-19 pada air limbah.

Tim peneliti mengaku perangkat buatannya terjangkau, cepat, dan akurat. Insinyur biomedis Universitas Cranfield Zhugen Yang mengungkapkan perangkat kertas itu dikembangkan untuk menguji materi genetik dalam air limbah untuk membuktikan konsep dan menguji infeksi.

Peneliti memperkirakan perangkat akan dapat menawarkan gambaran lengkap dan langsung tentang kesehatan populasi. &amp;ldquo;Perangkat ini murah, harganya kurang dari &amp;pound;1 (US$1.24) dan akan mudah digunakan untuk non-ahli setelah perbaikan lebih lanjut,&amp;rdquo; kata Yang.

Yang mengungkapkan pengembangan perangkat itu bagian dari penelitian pada bidang waste water-based epidemiology(WBE).

Walaupun memiliki keterbatasan dalam mengekstrapolasi hasil ke sampel yang lebih luas, penelitian itu memiliki banyak keuntungan non-invasif kerana dapat mengumpulkan data mendekati waktu nyata dan hampir akurat.

Yang berkata, perangkat yang diusulkan pihaknya bekerja dengan cara dilipat dan dibuka agar asam nukleat patogen dari air limbah tersaring. Bahan kimia yang sudah ditambahkan ke kertas nantinya akan mendeteksi apakah ada asam nukleat yang berasal dari Covid-19.

Ada dua warna untuk membedakan hasil, yakni lingkaran hijau jika Covid-19 terdeteksi dan lingkaran biru jika tidak. Perangkat kertas itu juga mudah ditumpuk, disimpan, diangkut, dan dapat dibakar setelah digunakan.

Berdasarkan penelitian terbaru menunjukkan bahwa Covid-19 terdapat pada urine dan feses, serta dapat bertahan selama beberapa hari di luar organisme hidup.</description><content:encoded>JAKARTA - Ilmuwan dari Universitas Cranfield mengembangkan perangkat deteksi virus corona berbasis kertas. Dikutip Krjogja, perangkat berbasis kertas ini diklaim mampu mendeteksi keberadaan virus corona yang menyebabkan Covid-19 pada air limbah.

Tim peneliti mengaku perangkat buatannya terjangkau, cepat, dan akurat. Insinyur biomedis Universitas Cranfield Zhugen Yang mengungkapkan perangkat kertas itu dikembangkan untuk menguji materi genetik dalam air limbah untuk membuktikan konsep dan menguji infeksi.

Peneliti memperkirakan perangkat akan dapat menawarkan gambaran lengkap dan langsung tentang kesehatan populasi. &amp;ldquo;Perangkat ini murah, harganya kurang dari &amp;pound;1 (US$1.24) dan akan mudah digunakan untuk non-ahli setelah perbaikan lebih lanjut,&amp;rdquo; kata Yang.

Yang mengungkapkan pengembangan perangkat itu bagian dari penelitian pada bidang waste water-based epidemiology(WBE).

Walaupun memiliki keterbatasan dalam mengekstrapolasi hasil ke sampel yang lebih luas, penelitian itu memiliki banyak keuntungan non-invasif kerana dapat mengumpulkan data mendekati waktu nyata dan hampir akurat.

Yang berkata, perangkat yang diusulkan pihaknya bekerja dengan cara dilipat dan dibuka agar asam nukleat patogen dari air limbah tersaring. Bahan kimia yang sudah ditambahkan ke kertas nantinya akan mendeteksi apakah ada asam nukleat yang berasal dari Covid-19.

Ada dua warna untuk membedakan hasil, yakni lingkaran hijau jika Covid-19 terdeteksi dan lingkaran biru jika tidak. Perangkat kertas itu juga mudah ditumpuk, disimpan, diangkut, dan dapat dibakar setelah digunakan.

Berdasarkan penelitian terbaru menunjukkan bahwa Covid-19 terdapat pada urine dan feses, serta dapat bertahan selama beberapa hari di luar organisme hidup.</content:encoded></item></channel></rss>
