<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WhatsApp Jadi Aplikasi Paling Banyak Digunakan saat Pandemi COVID-19   </title><description>Tidak dapat dipungkiri penggunaan media sosial telah meningkat selama pandemi virus corona (COVID-19).</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/03/29/207/2190585/whatsapp-jadi-aplikasi-paling-banyak-digunakan-saat-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/03/29/207/2190585/whatsapp-jadi-aplikasi-paling-banyak-digunakan-saat-pandemi-covid-19"/><item><title>WhatsApp Jadi Aplikasi Paling Banyak Digunakan saat Pandemi COVID-19   </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/03/29/207/2190585/whatsapp-jadi-aplikasi-paling-banyak-digunakan-saat-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/03/29/207/2190585/whatsapp-jadi-aplikasi-paling-banyak-digunakan-saat-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Minggu 29 Maret 2020 10:07 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/29/207/2190585/whatsapp-jadi-aplikasi-paling-banyak-digunakan-saat-pandemi-covid-19-Sh2VqpC7Et.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/29/207/2190585/whatsapp-jadi-aplikasi-paling-banyak-digunakan-saat-pandemi-covid-19-Sh2VqpC7Et.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA- Tidak dapat dipungkiri penggunaan media sosial telah meningkat selama pandemi virus corona (COVID-19). Perusahaan konsultan, Kantan menunjukkan berapa banyak aplikasi yang paling banyak digunakan.
Menurut sebuah survei lebih dari 25.000 konsumen di 30 pasar yang dilakukan pada tanggal 14 Maret sampai 24, WhatsApp adalah aplikasi media sosial yang telah mendapatkan keuntungan terbesar karena COVID-19.
Secara keseluruhan, WhatsApp mengalami peningkatan penggunaan 40 persen. Bahkan pada beberapa negara, lonjakan trafik WhatsApp lebih besar.  Misalnya, penggunaan WhatsApp di Spanyol naik 76 persen.
Selain itu, WhatsApp, Facebook dan Instagram melihat peningkatan penggunaan lebih dari 40 persen dari demografi yang sama ini. Aplikasi media sosial lainnya yang ikut naik penggunanya selama pandemi meliputi Facebook dan WeChat dan Weibo China.
Secara keseluruhan, penggunaan Facebook telah meningkat sebesar 37 persen, sedangkan aplikasi media sosial lokal China melihat penggunaannya naik 58 persen.
Meskipun demikian, pengguna melaporkan bahwa mereka tidak mempercayai seluruh isi yang berkaitan tentang virus corona di platform media sosial. Mereka cukup kritis untuk menyaring berita di media sosial.
</description><content:encoded>JAKARTA- Tidak dapat dipungkiri penggunaan media sosial telah meningkat selama pandemi virus corona (COVID-19). Perusahaan konsultan, Kantan menunjukkan berapa banyak aplikasi yang paling banyak digunakan.
Menurut sebuah survei lebih dari 25.000 konsumen di 30 pasar yang dilakukan pada tanggal 14 Maret sampai 24, WhatsApp adalah aplikasi media sosial yang telah mendapatkan keuntungan terbesar karena COVID-19.
Secara keseluruhan, WhatsApp mengalami peningkatan penggunaan 40 persen. Bahkan pada beberapa negara, lonjakan trafik WhatsApp lebih besar.  Misalnya, penggunaan WhatsApp di Spanyol naik 76 persen.
Selain itu, WhatsApp, Facebook dan Instagram melihat peningkatan penggunaan lebih dari 40 persen dari demografi yang sama ini. Aplikasi media sosial lainnya yang ikut naik penggunanya selama pandemi meliputi Facebook dan WeChat dan Weibo China.
Secara keseluruhan, penggunaan Facebook telah meningkat sebesar 37 persen, sedangkan aplikasi media sosial lokal China melihat penggunaannya naik 58 persen.
Meskipun demikian, pengguna melaporkan bahwa mereka tidak mempercayai seluruh isi yang berkaitan tentang virus corona di platform media sosial. Mereka cukup kritis untuk menyaring berita di media sosial.
</content:encoded></item></channel></rss>
