<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPI: Lonjakan Pemirsa TV hingga 50%, TV menjadi Garda Terdepan  Informasi COVID-19 kepada Masyarakat</title><description>Media televisi menjadi garda terdepan dalam penyampaian informasi tentang COVID-19 kepada masyarakat.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/03/23/54/2187655/kpi-lonjakan-pemirsa-tv-hingga-50-tv-menjadi-garda-terdepan-informasi-covid-19-kepada-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/03/23/54/2187655/kpi-lonjakan-pemirsa-tv-hingga-50-tv-menjadi-garda-terdepan-informasi-covid-19-kepada-masyarakat"/><item><title>KPI: Lonjakan Pemirsa TV hingga 50%, TV menjadi Garda Terdepan  Informasi COVID-19 kepada Masyarakat</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/03/23/54/2187655/kpi-lonjakan-pemirsa-tv-hingga-50-tv-menjadi-garda-terdepan-informasi-covid-19-kepada-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/03/23/54/2187655/kpi-lonjakan-pemirsa-tv-hingga-50-tv-menjadi-garda-terdepan-informasi-covid-19-kepada-masyarakat</guid><pubDate>Senin 23 Maret 2020 13:50 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/23/54/2187655/kpi-lonjakan-pemirsa-tv-hingga-50-tv-menjadi-garda-terdepan-informasi-covid-19-kepada-masyarakat-jcmeb8GKIa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/23/54/2187655/kpi-lonjakan-pemirsa-tv-hingga-50-tv-menjadi-garda-terdepan-informasi-covid-19-kepada-masyarakat-jcmeb8GKIa.jpg</image><title>(Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA -  Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menilai lonjakan pemirsa televisi hingga lebih dari 50% menunjukkan media televisi menjadi garda terdepan dalam penyampaian informasi tentang COVID-19 kepada masyarakat.

Ketua KPI Pusat Agung Suprio mengatakan di tengah kondisi darurat COVID-19 (Coronavirus Disease 2019) televisi menjadi sumber informasi terdepan, berkualitas dan terpercaya.

&quot;Televisi menjadi garda terdepan dalam perjuangan menyampaikan informasi kepada masyarakat di tengah kondisi darurat Corona ini. Itu karena televisi tidak menayangkan hoax,  selalu check recheck apalagi diawasi KPI,&quot; kata Agung, Senin, (23/3/2020), di Jakarta.

Senada dengan Agung, Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis mengatakan kondisi ini menunjukkan publik percaya terhadap media mainstream.

&quot;Sepakat [lebih dari 50%], bahwa kondisi ini menjadikan publik percaya media mainstream,&quot; tutur Yuliandre, saat dikonfirmasi wartawan.

Yuliandre --saat ini juga merupakan Ketua Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) 2017-2021-- mengatakan banyaknya hoax dari media sosial menjadikan publik lebih memilih media televisi yang merupakan media arus utama sebagai tontonan utama yang terpercaya.

&quot;Fungsi media televisi to inform, to educate dan to entertain saat ini berjalan dan sangat dipercaya masyarakat. Jadi, bukan percaya informasi media baru [media sosial] yang banyak hoax,&quot; tuturnya.

Yuliandre --yang juga Presiden Komisi Penyiaran Dunia 2017-2018 (IBRAF) ini-- memaparkan pemirsa televisi diperkirakan naik lebih dari 50%, karena anak-anak, remaja, masyarakat banyak yang tinggal di rumah, termasuk pekerja yang kerja dari rumah (work from home/WFH).

Senada dengan Yuliandre, Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Syafril Nasution mengatakan televisi sebagai media memiliki fungsi sebagai sarana informasi, hiburan, dan edukasi,

&quot;Guna memperoleh informasi, edukasi dan menghilangkan kejenuhan dengan hiburan, maka pemirsa banyak menonton televisi,&quot; tutur Syafril.

Hal tersebut sejalan dengan kebijakan social distancing yang mendorong masyarakat untuk banyak berdiam diri di rumah dan menghindari keramaian serta kebijakan kerja dari rumah (work from home/ WFH).

Syafril mengatakan ATVSI terus mengimbau Lembaga Penyiaran Swasta untuk memberikan informasi terbaik kepada masyarakat mengenai apa yang harus dilakukan masyarakat dan apa yang harus dihindari dalam menghadapi virus Corona ini.
</description><content:encoded>JAKARTA -  Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menilai lonjakan pemirsa televisi hingga lebih dari 50% menunjukkan media televisi menjadi garda terdepan dalam penyampaian informasi tentang COVID-19 kepada masyarakat.

Ketua KPI Pusat Agung Suprio mengatakan di tengah kondisi darurat COVID-19 (Coronavirus Disease 2019) televisi menjadi sumber informasi terdepan, berkualitas dan terpercaya.

&quot;Televisi menjadi garda terdepan dalam perjuangan menyampaikan informasi kepada masyarakat di tengah kondisi darurat Corona ini. Itu karena televisi tidak menayangkan hoax,  selalu check recheck apalagi diawasi KPI,&quot; kata Agung, Senin, (23/3/2020), di Jakarta.

Senada dengan Agung, Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis mengatakan kondisi ini menunjukkan publik percaya terhadap media mainstream.

&quot;Sepakat [lebih dari 50%], bahwa kondisi ini menjadikan publik percaya media mainstream,&quot; tutur Yuliandre, saat dikonfirmasi wartawan.

Yuliandre --saat ini juga merupakan Ketua Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) 2017-2021-- mengatakan banyaknya hoax dari media sosial menjadikan publik lebih memilih media televisi yang merupakan media arus utama sebagai tontonan utama yang terpercaya.

&quot;Fungsi media televisi to inform, to educate dan to entertain saat ini berjalan dan sangat dipercaya masyarakat. Jadi, bukan percaya informasi media baru [media sosial] yang banyak hoax,&quot; tuturnya.

Yuliandre --yang juga Presiden Komisi Penyiaran Dunia 2017-2018 (IBRAF) ini-- memaparkan pemirsa televisi diperkirakan naik lebih dari 50%, karena anak-anak, remaja, masyarakat banyak yang tinggal di rumah, termasuk pekerja yang kerja dari rumah (work from home/WFH).

Senada dengan Yuliandre, Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Syafril Nasution mengatakan televisi sebagai media memiliki fungsi sebagai sarana informasi, hiburan, dan edukasi,

&quot;Guna memperoleh informasi, edukasi dan menghilangkan kejenuhan dengan hiburan, maka pemirsa banyak menonton televisi,&quot; tutur Syafril.

Hal tersebut sejalan dengan kebijakan social distancing yang mendorong masyarakat untuk banyak berdiam diri di rumah dan menghindari keramaian serta kebijakan kerja dari rumah (work from home/ WFH).

Syafril mengatakan ATVSI terus mengimbau Lembaga Penyiaran Swasta untuk memberikan informasi terbaik kepada masyarakat mengenai apa yang harus dilakukan masyarakat dan apa yang harus dihindari dalam menghadapi virus Corona ini.
</content:encoded></item></channel></rss>
