<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Planet Mars Miliki Air dan Kehidupan Miliaran Tahun Lalu?</title><description>Ilmuwan meneliti apakah Mars pernah memiliki lautan dan kehidupan di masa lalu.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/03/03/56/2177477/planet-mars-miliki-air-dan-kehidupan-miliaran-tahun-lalu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/03/03/56/2177477/planet-mars-miliki-air-dan-kehidupan-miliaran-tahun-lalu"/><item><title>Planet Mars Miliki Air dan Kehidupan Miliaran Tahun Lalu?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/03/03/56/2177477/planet-mars-miliki-air-dan-kehidupan-miliaran-tahun-lalu</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/03/03/56/2177477/planet-mars-miliki-air-dan-kehidupan-miliaran-tahun-lalu</guid><pubDate>Selasa 03 Maret 2020 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>INews.id</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/03/56/2177477/planet-mars-miliki-air-dan-kehidupan-miliaran-tahun-lalu-Dhrzr9qX5E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: NASA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/03/56/2177477/planet-mars-miliki-air-dan-kehidupan-miliaran-tahun-lalu-Dhrzr9qX5E.jpg</image><title>(Foto: NASA)</title></images><description>CALIFORNIA - Ilmuwan meneliti apakah Mars pernah memiliki lautan dan kehidupan di masa lalu. Dikutip inews, penelitian baru yang mengamati situs-situs meteorit kuno di Bumi dapat memberikan petunjuk mengenai bagaimana kehidupan dapat berkembang di Planet Merah.

&quot;Pertanyaan yang menggerakkan minat kami bukanlah apakah ada kehidupan di Mars saat ini. Kami didorong dengan bertanya apakah ada kehidupan di Mars miliaran tahun yang lalu, yang tampaknya jauh lebih mungkin,&quot; kata Profesor Biogeokimia terkemuka di University of California Riverside Tim Lyons yang dikutip dari Digital Trends.

Lyons dan timnya ingin mengetahui bagaimana mungkin Mars memiliki air di permukaannya dulu karena jauh dari Matahari dibanding Bumi. Pada saat itu, Matahari tidak akan menghasilkan panas yang banyak.

&quot;Untuk membuat planet cukup hangat untuk air permukaan, atmosfernya membutuhkan sejumlah besar gas rumah kaca, khususnya karbon dioksida,&quot; kata Mahasiswa pascasarjana UCR dan penulis pendamping pertama paper ini Chris Tino.

Tidak ada cara untuk mengukur jumlah karbon dioksida yang secara historis berada di atmosfer Mars. Jadi, tim mencari analog di Bumi. Tim menemukan kawah Nordlinger Ries di Jerman, yang terbentuk saat sebuah meteorit menghantam Bumi 15 juta tahun lalu.
Tim mempelajari kawah Nordlinger Ries dan menemukan air yang dikandungnya mempunyai tingkat pH dan alkalinitas yang tinggi, suatu kombinasi yang dapat memungkinkan mikroorganisme bertahan hidup.

&quot;Sampel batuan kawah Ries memiliki rasio isotop nitrogen yang dapat dijelaskan dengan pH tinggi. Terlebih lagi, mineral dalam sedimen kuno memberitahu kita, alkalinitas juga sangat tinggi,&quot; ujar rekan penulis Eva St&amp;uuml;eken, seorang dosen di University of St. Andrews di Skotlandia.

Temuan terbaru menunjukkan Mars dapat memiliki kondisi serupa jika memiliki tingkat karbon dioksida sangat tinggi di atmosfernya. Karbon dioksida yang tinggi akan mengisolasi planet awal dan membuatnya cukup hangat untuk memiliki air di permukaannya.</description><content:encoded>CALIFORNIA - Ilmuwan meneliti apakah Mars pernah memiliki lautan dan kehidupan di masa lalu. Dikutip inews, penelitian baru yang mengamati situs-situs meteorit kuno di Bumi dapat memberikan petunjuk mengenai bagaimana kehidupan dapat berkembang di Planet Merah.

&quot;Pertanyaan yang menggerakkan minat kami bukanlah apakah ada kehidupan di Mars saat ini. Kami didorong dengan bertanya apakah ada kehidupan di Mars miliaran tahun yang lalu, yang tampaknya jauh lebih mungkin,&quot; kata Profesor Biogeokimia terkemuka di University of California Riverside Tim Lyons yang dikutip dari Digital Trends.

Lyons dan timnya ingin mengetahui bagaimana mungkin Mars memiliki air di permukaannya dulu karena jauh dari Matahari dibanding Bumi. Pada saat itu, Matahari tidak akan menghasilkan panas yang banyak.

&quot;Untuk membuat planet cukup hangat untuk air permukaan, atmosfernya membutuhkan sejumlah besar gas rumah kaca, khususnya karbon dioksida,&quot; kata Mahasiswa pascasarjana UCR dan penulis pendamping pertama paper ini Chris Tino.

Tidak ada cara untuk mengukur jumlah karbon dioksida yang secara historis berada di atmosfer Mars. Jadi, tim mencari analog di Bumi. Tim menemukan kawah Nordlinger Ries di Jerman, yang terbentuk saat sebuah meteorit menghantam Bumi 15 juta tahun lalu.
Tim mempelajari kawah Nordlinger Ries dan menemukan air yang dikandungnya mempunyai tingkat pH dan alkalinitas yang tinggi, suatu kombinasi yang dapat memungkinkan mikroorganisme bertahan hidup.

&quot;Sampel batuan kawah Ries memiliki rasio isotop nitrogen yang dapat dijelaskan dengan pH tinggi. Terlebih lagi, mineral dalam sedimen kuno memberitahu kita, alkalinitas juga sangat tinggi,&quot; ujar rekan penulis Eva St&amp;uuml;eken, seorang dosen di University of St. Andrews di Skotlandia.

Temuan terbaru menunjukkan Mars dapat memiliki kondisi serupa jika memiliki tingkat karbon dioksida sangat tinggi di atmosfernya. Karbon dioksida yang tinggi akan mengisolasi planet awal dan membuatnya cukup hangat untuk memiliki air di permukaannya.</content:encoded></item></channel></rss>
