<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Cara Kerja Transmisi Otomatis CVT</title><description>Perpindahan gigi sistem CVT tidak terlalu terasa dibandingkan transmisi otomatis umumnya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/19/87/2170966/mengenal-cara-kerja-transmisi-otomatis-cvt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/19/87/2170966/mengenal-cara-kerja-transmisi-otomatis-cvt"/><item><title>Mengenal Cara Kerja Transmisi Otomatis CVT</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/19/87/2170966/mengenal-cara-kerja-transmisi-otomatis-cvt</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/19/87/2170966/mengenal-cara-kerja-transmisi-otomatis-cvt</guid><pubDate>Rabu 19 Februari 2020 16:34 WIB</pubDate><dc:creator>Medikantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/19/87/2170966/mengenal-cara-kerja-transmisi-otomatis-cvt-ak0qCkKDIB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mobil bertransmisi otomatis (Foto: Okezone.com/Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/19/87/2170966/mengenal-cara-kerja-transmisi-otomatis-cvt-ak0qCkKDIB.jpg</image><title>Ilustrasi mobil bertransmisi otomatis (Foto: Okezone.com/Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Pilihan mobil dengan transmisi otomatis sudah umum ditemui di pasar Indonesia saat ini. Salah satu tipe transmisi otomatis yang digunakan oleh produsen adalah jenis Continous Variable Transmission atau disingkat sebagai CVT. Opsi tipe transmisi ini ditawarkan pada model kendaraan berupa sedan. MPV, hingga SUV.

Sistem ini memiliki perbedaan cara kerja dan jumlah komponen yang dipakai dibandingkan jenis transmisi otomatis pada umumnya, seperti disampaikan oleh pakar transmisi mobil matik, Hermas Efendi Prabowo. Perbedaan lain terletak pada perpindahan gigi yang tidak terlalu terasa dibandingkan transmisi otomatis umumnya.

&quot;Seperti namanya, rasio gigi transmisi berubah secara terus menerus dengan jarak yang tidak terhingga, sementara transmisi otomatis lain masih memiliki rasa perpindahan seperti undakan pada tiap rasionya,&quot; ujar Hermas kepada Okezone pada Rabu (19/2/2020).

Komponen yang menggerakkan sistem transmisi otomatis CVT terdiri dari puli primer, puli sekunder, dan sabuk baja dalam rangkaian planetary gear set. Perubahan diameter antar puli akan menyesuaikan putaran mesin mobil, yang kemudian menyalurkan tenaga pada sistem penggerak roda untuk menghasilkan kecepatan yang dibutuhkan.
Meski terkesan sederhana, teknologi ini menghasilkan kenyamanan bagi pengendara karena hampir tidak ada hentakan dalam perpindahan gigi. &quot;Karena lebih halus, penggunaannya dimaksudkan memberi kenyamanan pada pengendara bukan pada performa mobil walaupun kekuatan mesin bisa saja sama,&quot; kata Hermas menambahkan.

Hermas menyebut perilaku berkendara agresif juga tidak sesuai dengan kendaraan bertransmisi otomatis CVT ini. Apalagi ketika pengendara memaksakan mobilnya melewati rute jalan yang cenderung menanjak. &quot;Putaran tenaga yang dipaksakan bisa mengganggu tekanan oli sehingga mungkin terjadi selip,&quot; ujarnya kepada Okezone.
&amp;nbsp;
Penempatan transmisi otomatis CVT ini banyak dilakukan produsen untuk menarik konsumen di tingkat atas. Secara khusus, calon konsumen di tingkat tersebut mulai memperhatikan kenyamanan berkendara dalam memilih mobil yang ditawarkan produsen.</description><content:encoded>JAKARTA - Pilihan mobil dengan transmisi otomatis sudah umum ditemui di pasar Indonesia saat ini. Salah satu tipe transmisi otomatis yang digunakan oleh produsen adalah jenis Continous Variable Transmission atau disingkat sebagai CVT. Opsi tipe transmisi ini ditawarkan pada model kendaraan berupa sedan. MPV, hingga SUV.

Sistem ini memiliki perbedaan cara kerja dan jumlah komponen yang dipakai dibandingkan jenis transmisi otomatis pada umumnya, seperti disampaikan oleh pakar transmisi mobil matik, Hermas Efendi Prabowo. Perbedaan lain terletak pada perpindahan gigi yang tidak terlalu terasa dibandingkan transmisi otomatis umumnya.

&quot;Seperti namanya, rasio gigi transmisi berubah secara terus menerus dengan jarak yang tidak terhingga, sementara transmisi otomatis lain masih memiliki rasa perpindahan seperti undakan pada tiap rasionya,&quot; ujar Hermas kepada Okezone pada Rabu (19/2/2020).

Komponen yang menggerakkan sistem transmisi otomatis CVT terdiri dari puli primer, puli sekunder, dan sabuk baja dalam rangkaian planetary gear set. Perubahan diameter antar puli akan menyesuaikan putaran mesin mobil, yang kemudian menyalurkan tenaga pada sistem penggerak roda untuk menghasilkan kecepatan yang dibutuhkan.
Meski terkesan sederhana, teknologi ini menghasilkan kenyamanan bagi pengendara karena hampir tidak ada hentakan dalam perpindahan gigi. &quot;Karena lebih halus, penggunaannya dimaksudkan memberi kenyamanan pada pengendara bukan pada performa mobil walaupun kekuatan mesin bisa saja sama,&quot; kata Hermas menambahkan.

Hermas menyebut perilaku berkendara agresif juga tidak sesuai dengan kendaraan bertransmisi otomatis CVT ini. Apalagi ketika pengendara memaksakan mobilnya melewati rute jalan yang cenderung menanjak. &quot;Putaran tenaga yang dipaksakan bisa mengganggu tekanan oli sehingga mungkin terjadi selip,&quot; ujarnya kepada Okezone.
&amp;nbsp;
Penempatan transmisi otomatis CVT ini banyak dilakukan produsen untuk menarik konsumen di tingkat atas. Secara khusus, calon konsumen di tingkat tersebut mulai memperhatikan kenyamanan berkendara dalam memilih mobil yang ditawarkan produsen.</content:encoded></item></channel></rss>
