<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siapkan 8 Langkah Ini Agar Mobil Tak Mogok saat Banjir</title><description>Risiko untuk menerjang banjir sangat riskan untuk pengendara mobil. Apalagi, bila kondisi air masuk ke ruang bakar mesin.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/17/87/2169609/siapkan-8-langkah-ini-agar-mobil-tak-mogok-saat-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/17/87/2169609/siapkan-8-langkah-ini-agar-mobil-tak-mogok-saat-banjir"/><item><title>Siapkan 8 Langkah Ini Agar Mobil Tak Mogok saat Banjir</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/17/87/2169609/siapkan-8-langkah-ini-agar-mobil-tak-mogok-saat-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/17/87/2169609/siapkan-8-langkah-ini-agar-mobil-tak-mogok-saat-banjir</guid><pubDate>Senin 17 Februari 2020 12:18 WIB</pubDate><dc:creator>Amril Amarullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/17/87/2169609/siapkan-8-langkah-ini-agar-mobil-tak-mogok-saat-banjir-yW3bRKoqyv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi mobil terobos banjir (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/17/87/2169609/siapkan-8-langkah-ini-agar-mobil-tak-mogok-saat-banjir-yW3bRKoqyv.jpg</image><title>ilustrasi mobil terobos banjir (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa minggu terakhir, membuat sejumlah ruas jalan tergenang air bahkan banjir. Pengendara mobil maupun motor tentu khawatir mogok ketika melintas jalan yang tergenang itu.
Risiko untuk menerjang banjir sangat riskan untuk pengendara mobil. Apalagi, bila water hammer atau kondisi air masuk ke dalam ruang bakar mesin. Terkadang pengendara nekat menerobos tanpa memikirkan dampaknya bagi mesin.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Petunjuk Mengenali Mobil Bekas Terdampak Banjir)
Karena itu, bila tetap nekat untuk melintasi jalan yang banjir, ada beberapa tips untuk meminimalkan risiko kerusakan pada kendaraan Anda yakni:
1. Kuasai Medan
Kuasai dan mengerti kendaraan yang Anda bawa, karena hal ini sangat penting untuk melihat posisi pipa gas buang kendaraan. Misalnya mobil jenis city car atau sedan, tentu jangkauan airnya ke knalpot lebih pendek dibanding jenis SUV.
2. Pertahankan Gas
Jika terdengar suara &amp;lsquo;blup-blup&amp;rsquo;, artinya knalpot sudah terendam air. Jika tetap nekat, jaga rpm di angka yang cukup tinggi dan gas tidak boleh berhenti agar mesin tidak mati.
3. Gunakan Gigi Rendah
Gunakan gigi rendah di posisi 1 atau 2 untuk transmisi manual dan L untuk transmisi otomatis. Jika mobil Anda dilengkapi dengan fitur stop &amp;amp; go, tetap jaga rpm, tapi jangan setengah kopling untuk versi manual. Untuk transmisi otomatis, bisa memasukkan gigi netral untuk menjaga putaran mesin.
4. Perhatikan Kendaraan Lain
Jika kondisinya beriringan dengan kendaraan lain, lihat mobil di depan Anda. Hal ini untuk melihat posisi ketinggian air. Jika di depan mobil Anda bannya terendam, berarti ketinggian air sekira 40 cm. Nah, dari situ bisa dibandingkan dengan kendaraan yang Anda bawa. Misalnya jenis city car, tentu mobil Anda lebih tenggelam lagi.
5. Ketahui Posisi Saluran Udara
Jika tetap memaksa menerjang banjir, dan mobil Anda posisinya berada paling depan, Anda harus mengetahui posisi saluran udara atau air intake. Komponen ini terdapat di ruang mesin dan posisinya memang lebih tinggi dari knalpot. Sangat bahaya jika air intake ini kemasukkan air yang bisa menyebabkan apa yang disebut dengan water hammer.
6. Bila Mesin Mati, Hindari Memaksa Starter
Kondisi water hammer atau hydrolocking adalah keadaan di mana mesin mobil mati mendadak disebabkan oleh air yang masuk kedalam ruang bakar melalui air intake dan mendapat tekanan yang sangat besar di ruang silinder oleh piston. Sehingga kemungkinan stang piston akan bengkok, ring piston akan rusak, dinding silinder akan terluka dan yang paling parah adalah head silinder akan melengkung.
Jadi berhati-hatilah jika melintasi lubang yang bisa mengakibatkan mobil lebih ambles. Jika mobil mati mendadak dan terjadi water hammer, jangan mencoba untuk melakukan starter ulang karena akan memperparah kerusakan di komponen di dalam ruang bakar. Apabila kondisinya demikian, lebih baik keluar dari mobil dan menyelamatkan diri.
8. Cek Kanvas Rem
Saat menerjang banjir, tentunya sistem rem terendam banjir. Jadi jangan kaget jika setelah mobil dipakai menerjang banjir, kanvas rem akan menempel atau lengket dengan piringan rem. Solusinya, maju-mundurkan mobil secara perlahan agar kanvas rem kembali terlepas dari piringan.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Tanda Mobil Harus Spooring dan Balancing)
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa minggu terakhir, membuat sejumlah ruas jalan tergenang air bahkan banjir. Pengendara mobil maupun motor tentu khawatir mogok ketika melintas jalan yang tergenang itu.
Risiko untuk menerjang banjir sangat riskan untuk pengendara mobil. Apalagi, bila water hammer atau kondisi air masuk ke dalam ruang bakar mesin. Terkadang pengendara nekat menerobos tanpa memikirkan dampaknya bagi mesin.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Petunjuk Mengenali Mobil Bekas Terdampak Banjir)
Karena itu, bila tetap nekat untuk melintasi jalan yang banjir, ada beberapa tips untuk meminimalkan risiko kerusakan pada kendaraan Anda yakni:
1. Kuasai Medan
Kuasai dan mengerti kendaraan yang Anda bawa, karena hal ini sangat penting untuk melihat posisi pipa gas buang kendaraan. Misalnya mobil jenis city car atau sedan, tentu jangkauan airnya ke knalpot lebih pendek dibanding jenis SUV.
2. Pertahankan Gas
Jika terdengar suara &amp;lsquo;blup-blup&amp;rsquo;, artinya knalpot sudah terendam air. Jika tetap nekat, jaga rpm di angka yang cukup tinggi dan gas tidak boleh berhenti agar mesin tidak mati.
3. Gunakan Gigi Rendah
Gunakan gigi rendah di posisi 1 atau 2 untuk transmisi manual dan L untuk transmisi otomatis. Jika mobil Anda dilengkapi dengan fitur stop &amp;amp; go, tetap jaga rpm, tapi jangan setengah kopling untuk versi manual. Untuk transmisi otomatis, bisa memasukkan gigi netral untuk menjaga putaran mesin.
4. Perhatikan Kendaraan Lain
Jika kondisinya beriringan dengan kendaraan lain, lihat mobil di depan Anda. Hal ini untuk melihat posisi ketinggian air. Jika di depan mobil Anda bannya terendam, berarti ketinggian air sekira 40 cm. Nah, dari situ bisa dibandingkan dengan kendaraan yang Anda bawa. Misalnya jenis city car, tentu mobil Anda lebih tenggelam lagi.
5. Ketahui Posisi Saluran Udara
Jika tetap memaksa menerjang banjir, dan mobil Anda posisinya berada paling depan, Anda harus mengetahui posisi saluran udara atau air intake. Komponen ini terdapat di ruang mesin dan posisinya memang lebih tinggi dari knalpot. Sangat bahaya jika air intake ini kemasukkan air yang bisa menyebabkan apa yang disebut dengan water hammer.
6. Bila Mesin Mati, Hindari Memaksa Starter
Kondisi water hammer atau hydrolocking adalah keadaan di mana mesin mobil mati mendadak disebabkan oleh air yang masuk kedalam ruang bakar melalui air intake dan mendapat tekanan yang sangat besar di ruang silinder oleh piston. Sehingga kemungkinan stang piston akan bengkok, ring piston akan rusak, dinding silinder akan terluka dan yang paling parah adalah head silinder akan melengkung.
Jadi berhati-hatilah jika melintasi lubang yang bisa mengakibatkan mobil lebih ambles. Jika mobil mati mendadak dan terjadi water hammer, jangan mencoba untuk melakukan starter ulang karena akan memperparah kerusakan di komponen di dalam ruang bakar. Apabila kondisinya demikian, lebih baik keluar dari mobil dan menyelamatkan diri.
8. Cek Kanvas Rem
Saat menerjang banjir, tentunya sistem rem terendam banjir. Jadi jangan kaget jika setelah mobil dipakai menerjang banjir, kanvas rem akan menempel atau lengket dengan piringan rem. Solusinya, maju-mundurkan mobil secara perlahan agar kanvas rem kembali terlepas dari piringan.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Tanda Mobil Harus Spooring dan Balancing)
</content:encoded></item></channel></rss>
