<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mark Zuckerberg: Diperlukan Regulasi Larang Konten Online Berbahaya</title><description>Mark Zuckerberg menegaskan perlunya regulasi untuk melarang konten online berbahaya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/17/207/2169717/mark-zuckerberg-diperlukan-regulasi-larang-konten-online-berbahaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/17/207/2169717/mark-zuckerberg-diperlukan-regulasi-larang-konten-online-berbahaya"/><item><title>Mark Zuckerberg: Diperlukan Regulasi Larang Konten Online Berbahaya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/17/207/2169717/mark-zuckerberg-diperlukan-regulasi-larang-konten-online-berbahaya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/17/207/2169717/mark-zuckerberg-diperlukan-regulasi-larang-konten-online-berbahaya</guid><pubDate>Senin 17 Februari 2020 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Sindonews</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/17/207/2169717/mark-zuckerberg-diperlukan-regulasi-larang-konten-online-berbahaya-qi7gzADbKL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: CNet)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/17/207/2169717/mark-zuckerberg-diperlukan-regulasi-larang-konten-online-berbahaya-qi7gzADbKL.jpg</image><title>(Foto: CNet)</title></images><description>JAKARTA - Mark Zuckerberg, pendiri Facebook menegaskan perlunya regulasi untuk melarang konten online berbahaya. Bukan berarti Facebook membatasi kebebasan berbicara, dikutip Sindonews.

Mantan eksekutif Facebook, Dipayan Ghosh yang juga pakar kebijakan internet di Harvard, menilai larangan tersebut bukan langkah besar. &amp;ldquo;Memang akan selalu ada ujaran kebencian di Facebook,&amp;rdquo; kata dia.

Ghosh mengungkapkan, Facebook perlu fokus pada sistem, bukan hanya masalah perseorangan.

Pengamat media sosial Heru Sutadi mengatakan, langkah Facebook mengatasi konten ekstrem pada hajatan pemilihan kepala daerah hingga presiden dinilai positif sebab akan mengakomodasi kalangan calon pemilih.
Meski begitu, dia menegaskan langkah antisipatif sangat diperlukan dengan diiringi penindakan langsung.

Di sisi lain, keberadaan penyaringan konten tersebut menambah pekerjaan bagi pemerintah sebagai regulator. Pasalnya, selama ini pemerintah hanya bisa melakukan penutupan konten berbasis website. Sedangkan melalui media sosial lain seperti Facebook hanya bersifat teknikal.
</description><content:encoded>JAKARTA - Mark Zuckerberg, pendiri Facebook menegaskan perlunya regulasi untuk melarang konten online berbahaya. Bukan berarti Facebook membatasi kebebasan berbicara, dikutip Sindonews.

Mantan eksekutif Facebook, Dipayan Ghosh yang juga pakar kebijakan internet di Harvard, menilai larangan tersebut bukan langkah besar. &amp;ldquo;Memang akan selalu ada ujaran kebencian di Facebook,&amp;rdquo; kata dia.

Ghosh mengungkapkan, Facebook perlu fokus pada sistem, bukan hanya masalah perseorangan.

Pengamat media sosial Heru Sutadi mengatakan, langkah Facebook mengatasi konten ekstrem pada hajatan pemilihan kepala daerah hingga presiden dinilai positif sebab akan mengakomodasi kalangan calon pemilih.
Meski begitu, dia menegaskan langkah antisipatif sangat diperlukan dengan diiringi penindakan langsung.

Di sisi lain, keberadaan penyaringan konten tersebut menambah pekerjaan bagi pemerintah sebagai regulator. Pasalnya, selama ini pemerintah hanya bisa melakukan penutupan konten berbasis website. Sedangkan melalui media sosial lain seperti Facebook hanya bersifat teknikal.
</content:encoded></item></channel></rss>
