<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Kumbang Spesies Baru Ditemukan di Maluku Utara</title><description>Empat spesies baru kumbang ditemukan di Maluku Utara.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/12/56/2167445/4-kumbang-spesies-baru-ditemukan-di-maluku-utara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/12/56/2167445/4-kumbang-spesies-baru-ditemukan-di-maluku-utara"/><item><title>4 Kumbang Spesies Baru Ditemukan di Maluku Utara</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/12/56/2167445/4-kumbang-spesies-baru-ditemukan-di-maluku-utara</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/12/56/2167445/4-kumbang-spesies-baru-ditemukan-di-maluku-utara</guid><pubDate>Rabu 12 Februari 2020 17:08 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/12/56/2167445/4-kumbang-spesies-baru-ditemukan-di-maluku-utara-g8DsgCcofy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: lipi.go.id)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/12/56/2167445/4-kumbang-spesies-baru-ditemukan-di-maluku-utara-g8DsgCcofy.jpg</image><title>(Foto: lipi.go.id)</title></images><description>CIBINONG - Empat spesies baru kumbang ditemukan di Maluku Utara. Keempat spesies baru tersebut adalah Epholcis acutus, Epholcis arcuatus, Epholcis cakalele, dan Epholcis obiensis.

Menurut keterangan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), empat spesies baru kumbang Chafer (Coleoptera: Scarabaeidae) dari genus Epholcis ditemukan oleh peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Raden Pramesa Narakusumo bersama Michael Balke dari Zoologische Staatssammlung M&amp;uuml;nchen, Jerman.

LIPI juga mengungkapkan satu lectotipe yaitu Maechidius moluccanus Moser, dipertelakan kembali dan dipindahkan (synonymy) ke marga Epholcis sebagai Epholcis moluccanus (Moser). Publikasi temuan tersebut dimuat dalam Jurnal Treubia Vol. 46 yang terbit pada Desember 2019.

Hingga saat ini tercatat sepuluh spesies Epholcis yang berhasil ditemukan. Enam di antaranya teridentifikasi pada 1957 oleh Britton di New Queensland dan New South Wales, Australia.
Sedangkan empat spesies baru yang ditemukan ini merupakan catatan baru di wilayah Indonesia dan berasal dari Kepulauan Maluku yaitu, Halmahera, Obi, dan Kepulauan Ternate.

&amp;ldquo;Dari bukti ini terlihat kesenjangan utama spesies Epholcis di wilayah Papua karena belum pernah ada laporan sebelumnya. Kemungkinan karena pendeskripsian beberapa spesies Epholcis  sebagai  Maechidius masih  kurang seksama, adanya kemiripan kedua kumbang tersebut dan kurangnya pengumpulan spesimen,&amp;rdquo; ujar Pramesa.

Pramesa menjelaskan, kumbang Epholcis merupakan serangga malam (nocturnal) yang memakan daun pohon Eucalyptus di Australia dan juga bunga cengkeh (Syzigium sp.).

&amp;ldquo;Sedangkan di Maluku, keduanya memakan tumbuhan dari familia Myrtaceae,&amp;rdquo; jelasnya.
</description><content:encoded>CIBINONG - Empat spesies baru kumbang ditemukan di Maluku Utara. Keempat spesies baru tersebut adalah Epholcis acutus, Epholcis arcuatus, Epholcis cakalele, dan Epholcis obiensis.

Menurut keterangan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), empat spesies baru kumbang Chafer (Coleoptera: Scarabaeidae) dari genus Epholcis ditemukan oleh peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Raden Pramesa Narakusumo bersama Michael Balke dari Zoologische Staatssammlung M&amp;uuml;nchen, Jerman.

LIPI juga mengungkapkan satu lectotipe yaitu Maechidius moluccanus Moser, dipertelakan kembali dan dipindahkan (synonymy) ke marga Epholcis sebagai Epholcis moluccanus (Moser). Publikasi temuan tersebut dimuat dalam Jurnal Treubia Vol. 46 yang terbit pada Desember 2019.

Hingga saat ini tercatat sepuluh spesies Epholcis yang berhasil ditemukan. Enam di antaranya teridentifikasi pada 1957 oleh Britton di New Queensland dan New South Wales, Australia.
Sedangkan empat spesies baru yang ditemukan ini merupakan catatan baru di wilayah Indonesia dan berasal dari Kepulauan Maluku yaitu, Halmahera, Obi, dan Kepulauan Ternate.

&amp;ldquo;Dari bukti ini terlihat kesenjangan utama spesies Epholcis di wilayah Papua karena belum pernah ada laporan sebelumnya. Kemungkinan karena pendeskripsian beberapa spesies Epholcis  sebagai  Maechidius masih  kurang seksama, adanya kemiripan kedua kumbang tersebut dan kurangnya pengumpulan spesimen,&amp;rdquo; ujar Pramesa.

Pramesa menjelaskan, kumbang Epholcis merupakan serangga malam (nocturnal) yang memakan daun pohon Eucalyptus di Australia dan juga bunga cengkeh (Syzigium sp.).

&amp;ldquo;Sedangkan di Maluku, keduanya memakan tumbuhan dari familia Myrtaceae,&amp;rdquo; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
