<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Hal Agar Media Berkembang di Era Disrupsi</title><description>Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyatakan agar media massa bisa berkembang di era disrupsi</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/09/207/2165827/3-hal-agar-media-berkembang-di-era-disrupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/09/207/2165827/3-hal-agar-media-berkembang-di-era-disrupsi"/><item><title>3 Hal Agar Media Berkembang di Era Disrupsi</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/09/207/2165827/3-hal-agar-media-berkembang-di-era-disrupsi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/09/207/2165827/3-hal-agar-media-berkembang-di-era-disrupsi</guid><pubDate>Minggu 09 Februari 2020 22:04 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/09/207/2165827/3-hal-agar-media-berkembang-di-era-disrupsi-MGwV8UuPwH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkominfo Johnny G Plate. Foto : Dok. Kominfo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/09/207/2165827/3-hal-agar-media-berkembang-di-era-disrupsi-MGwV8UuPwH.jpg</image><title>Menkominfo Johnny G Plate. Foto : Dok. Kominfo</title></images><description>Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyatakan agar media massa bisa berkembang di era disrupsi, Pers Indonesia harus memperhatikan tiga hal, yaitu invensi, inovasi dan investasi.
&quot;Bila tidak memperhatikan 3I, media massa tersebut tak akan maju, dan bahkan cenderung mati sendiri. Kita akan tertinggal kalau kita tidak melakukan invensi,&amp;rdquo; ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Media Massa memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2020, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (08/02/2020).
Disrupsi yang tengah berlangsung saat ini, menurut Menteri Kominfo  tidak hanya membawa teknologi yang hebat tapi juga kekuatan modal kapital yang begitu besar. &quot;Sehingga kita perlu melihat konsolidasi nasional. Bagaimana kita mengatur dan menata industri ini di dalam negeri. Kita tidak bisa lihat lagi paham-paham monopolistik, berpikir sendiri-sendiri,&amp;rdquo; tandasnya.
Menurut Menteri Johnny, invensi harus menjadi suatu keharusan dan mutlak. Tanpa inovasi yang relevan dengan kepentingan pasar. &quot;Bahkan meng-create pasarnya membantu solidaritas pasarnya domestik, maka kita akan menjadi sunset industri. Kecepatan mengambil keputusan dan mitigasi resiko serta kemampuan untuk mengambil keputusan investasi, is now matters,&quot; paparnya.
Dalam Forum Konvensi Nasional Media Massa (KNMM) itu, Menteri Kominfo berpesan agar pengelola media massa bersatu supaya memiliki kekuatan yang betul-betul utuh. &amp;ldquo;Sebagai contoh, dalam penyedia kabel optik sebagai sarana dan prasarana komunikasi atau media digital masing-masing, semestinya mereka (penyedia sarana dan prasarana media digital, red.) bersatu sehingga bisa menjadi kekuatan yang dahsyat,&quot; tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Johnny mengingatkan dan sekaligus mengajak semua pihak, tidak terkecuali para insan pers agar memerangi berita-berita hoaks. Tercatat, di Indonesia sendiri terdapat 73 sumber berita-berita hoaks yang harus kita lawan, karena bisa menyesatkan pemikiran. &quot;Karena berita hoaks tersebut hanya akan menghabiskan energi atau suatu hal yang sia-sia dalam membangun negara dan bangsa ini,&quot; ajaknya kepada ratusan insan pers yang datang dari berbagai penjuru tanah air.

</description><content:encoded>Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyatakan agar media massa bisa berkembang di era disrupsi, Pers Indonesia harus memperhatikan tiga hal, yaitu invensi, inovasi dan investasi.
&quot;Bila tidak memperhatikan 3I, media massa tersebut tak akan maju, dan bahkan cenderung mati sendiri. Kita akan tertinggal kalau kita tidak melakukan invensi,&amp;rdquo; ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Media Massa memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2020, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (08/02/2020).
Disrupsi yang tengah berlangsung saat ini, menurut Menteri Kominfo  tidak hanya membawa teknologi yang hebat tapi juga kekuatan modal kapital yang begitu besar. &quot;Sehingga kita perlu melihat konsolidasi nasional. Bagaimana kita mengatur dan menata industri ini di dalam negeri. Kita tidak bisa lihat lagi paham-paham monopolistik, berpikir sendiri-sendiri,&amp;rdquo; tandasnya.
Menurut Menteri Johnny, invensi harus menjadi suatu keharusan dan mutlak. Tanpa inovasi yang relevan dengan kepentingan pasar. &quot;Bahkan meng-create pasarnya membantu solidaritas pasarnya domestik, maka kita akan menjadi sunset industri. Kecepatan mengambil keputusan dan mitigasi resiko serta kemampuan untuk mengambil keputusan investasi, is now matters,&quot; paparnya.
Dalam Forum Konvensi Nasional Media Massa (KNMM) itu, Menteri Kominfo berpesan agar pengelola media massa bersatu supaya memiliki kekuatan yang betul-betul utuh. &amp;ldquo;Sebagai contoh, dalam penyedia kabel optik sebagai sarana dan prasarana komunikasi atau media digital masing-masing, semestinya mereka (penyedia sarana dan prasarana media digital, red.) bersatu sehingga bisa menjadi kekuatan yang dahsyat,&quot; tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Johnny mengingatkan dan sekaligus mengajak semua pihak, tidak terkecuali para insan pers agar memerangi berita-berita hoaks. Tercatat, di Indonesia sendiri terdapat 73 sumber berita-berita hoaks yang harus kita lawan, karena bisa menyesatkan pemikiran. &quot;Karena berita hoaks tersebut hanya akan menghabiskan energi atau suatu hal yang sia-sia dalam membangun negara dan bangsa ini,&quot; ajaknya kepada ratusan insan pers yang datang dari berbagai penjuru tanah air.

</content:encoded></item></channel></rss>
