<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Virus Korona Ganggu Mata Rantai Industri Otomotif Eropa</title><description>Salah satu pabrik bisa berhenti produksi karena kehabisan suku cadang buatan China.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/07/52/2164722/virus-korona-ganggu-mata-rantai-industri-otomotif-eropa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/07/52/2164722/virus-korona-ganggu-mata-rantai-industri-otomotif-eropa"/><item><title>Virus Korona Ganggu Mata Rantai Industri Otomotif Eropa</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/07/52/2164722/virus-korona-ganggu-mata-rantai-industri-otomotif-eropa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/07/52/2164722/virus-korona-ganggu-mata-rantai-industri-otomotif-eropa</guid><pubDate>Jum'at 07 Februari 2020 10:10 WIB</pubDate><dc:creator>Medikantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/07/52/2164722/virus-korona-ganggu-mata-rantai-industri-otomotif-eropa-s9Lq71N0DD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pabrik grup FCA di Italia (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/07/52/2164722/virus-korona-ganggu-mata-rantai-industri-otomotif-eropa-s9Lq71N0DD.jpg</image><title>Ilustrasi pabrik grup FCA di Italia (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>DETROIT - Gelombang pengaruh wabah virus korona (Coronavirus/nCov) pada industri otomotif, disebut menimbulkan dampak pada kegiatan produsen di Eropa. Salah satunya adalah kemungkinan berhentinya kegiatan produksi dalam waktu dekat, akibat terhambatnya suplai komponen dari penyalur yang beroperasi di China.

Kemungkinan berhentinya kegiatan fasilitas pabrik di Eropa itu disampaikan oleh CEO Fiat Chrysler Automobiles (FCA), Mike Manley. Seperti dilansir dari laman Reuters, Manley menyebut akan ada salah satu fasilitas pabrik FCA yang terancam berhenti produksi sementara karena kehabisan pasokan suku cadang dalam dua sampai empat pekan ke depan.
&amp;nbsp;
Sementara hingga saat ini, FCA belum secara resmi mengumumkan penghentian kegiatan produksi pada fasilitas pabrik yang terletak di luar China. Namun, kemungkinan habisnya stok suku cadang bisa membuat produsen gabungan Italia-Amerika itu, mengambil langkah penghentian produksi selama jangka waktu tertentu.

Belum ada konfirmasi mengenai detail fasilitas pabrik FCA yang terpengaruh langsung berkurangnya suplai komponen dari China, baik nama maupun lokasinya. FCA sendiri menaungi sejumlah merek yang berbasis di Eropa maupun Amerika Serikat seperti Fiat, Jeep, Maserati, Alfa Romeo, dan Chrysler.Kebijakan otoritas China memang membatasi kegiatan produksi manufaktur, yang melibatkan aktivitas manusia dalam jumlah besar di satu tempat terkait wabah korona. Produsen otomotif mengikuti arahan tersebut dengan memperpanjang libur Imlek, hingga 9 Februari mendatang dan baru memulai kegiatannya sehari kemudian.

Permasalahan menipisnya suku cadang buatan China tersebut, juga dialami oleh produsen lain seperti Toyota. Perusahaan asal Jepang itu melaporkan tengah melakukan pendataan terkait stok komponen yang dibutuhkan dalam produksinya di sejumlah lokasi.
&amp;nbsp;
Alternatif yang ditawarkan dari fenomena ini adalah pengalihan suplai kendaraan dengan mengalihkan permintaan, kepada pabrikan dari negara yang tergolong aman. Penyedia komponen perangkat rem untuk Honda, Ftech bahkan memindahkan perakitan suku cadang dari China menuju Filipina sejak pekan lalu.</description><content:encoded>DETROIT - Gelombang pengaruh wabah virus korona (Coronavirus/nCov) pada industri otomotif, disebut menimbulkan dampak pada kegiatan produsen di Eropa. Salah satunya adalah kemungkinan berhentinya kegiatan produksi dalam waktu dekat, akibat terhambatnya suplai komponen dari penyalur yang beroperasi di China.

Kemungkinan berhentinya kegiatan fasilitas pabrik di Eropa itu disampaikan oleh CEO Fiat Chrysler Automobiles (FCA), Mike Manley. Seperti dilansir dari laman Reuters, Manley menyebut akan ada salah satu fasilitas pabrik FCA yang terancam berhenti produksi sementara karena kehabisan pasokan suku cadang dalam dua sampai empat pekan ke depan.
&amp;nbsp;
Sementara hingga saat ini, FCA belum secara resmi mengumumkan penghentian kegiatan produksi pada fasilitas pabrik yang terletak di luar China. Namun, kemungkinan habisnya stok suku cadang bisa membuat produsen gabungan Italia-Amerika itu, mengambil langkah penghentian produksi selama jangka waktu tertentu.

Belum ada konfirmasi mengenai detail fasilitas pabrik FCA yang terpengaruh langsung berkurangnya suplai komponen dari China, baik nama maupun lokasinya. FCA sendiri menaungi sejumlah merek yang berbasis di Eropa maupun Amerika Serikat seperti Fiat, Jeep, Maserati, Alfa Romeo, dan Chrysler.Kebijakan otoritas China memang membatasi kegiatan produksi manufaktur, yang melibatkan aktivitas manusia dalam jumlah besar di satu tempat terkait wabah korona. Produsen otomotif mengikuti arahan tersebut dengan memperpanjang libur Imlek, hingga 9 Februari mendatang dan baru memulai kegiatannya sehari kemudian.

Permasalahan menipisnya suku cadang buatan China tersebut, juga dialami oleh produsen lain seperti Toyota. Perusahaan asal Jepang itu melaporkan tengah melakukan pendataan terkait stok komponen yang dibutuhkan dalam produksinya di sejumlah lokasi.
&amp;nbsp;
Alternatif yang ditawarkan dari fenomena ini adalah pengalihan suplai kendaraan dengan mengalihkan permintaan, kepada pabrikan dari negara yang tergolong aman. Penyedia komponen perangkat rem untuk Honda, Ftech bahkan memindahkan perakitan suku cadang dari China menuju Filipina sejak pekan lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
