<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satelit Indonesia Raya Ratakan Akses Internet ke Seluruh Indonesia </title><description>Satelit Indonesia Raya (Satria) merupakan satelit multifungsi yang akan diluncurkan ke slot orbit tahun 2022.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/06/207/2164410/satelit-indonesia-raya-ratakan-akses-internet-ke-seluruh-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/06/207/2164410/satelit-indonesia-raya-ratakan-akses-internet-ke-seluruh-indonesia"/><item><title>Satelit Indonesia Raya Ratakan Akses Internet ke Seluruh Indonesia </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/06/207/2164410/satelit-indonesia-raya-ratakan-akses-internet-ke-seluruh-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/06/207/2164410/satelit-indonesia-raya-ratakan-akses-internet-ke-seluruh-indonesia</guid><pubDate>Kamis 06 Februari 2020 16:09 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/06/207/2164410/satelit-indonesia-raya-bantu-ratakan-akses-ke-seluruh-indonesia-OOlBqBqn8r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi satelit. Foto : Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/06/207/2164410/satelit-indonesia-raya-bantu-ratakan-akses-ke-seluruh-indonesia-OOlBqBqn8r.jpg</image><title>Ilustrasi satelit. Foto : Istimewa</title></images><description>Satelit Indonesia Raya (Satria) merupakan satelit multifungsi yang akan diluncurkan ke slot orbit tahun 2022. Satelit ini dapat membantu pemerataan akses jaringan komunikasi dan internet broadband di seluruh Nusantara.
&quot;Saat ini masih ada 150.000 titik yang tidak dapat akses internet cepat. Menurutnya jaringan internet cepat sekarang ini masih menggunakan serat optik namun serat optik tidak terjangkau ke titik tersebut,&quot; kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate saat Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI, di Senayan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (06/02/2020).
Menteri Johnny merinci pemanfaatan Satria untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, pemeritahan daerah, layanan kesehatan dan keamanan. &quot;Satria ini diproyeksikan akan mendukung jaringan komunikasi untuk 93.900 sekolah, 47.900 kantor pemerintahan daerah, 3.700 puskesmas, dan 3.900 markas polisi dan TNI yang sulit dijangkau kabel optik,&quot; jelasnya.
Satria, kata Menteri dibangun oleh PT. Satelit Nusantara 3 dengan pembiayaan sebesar Rp6,4 Triliun. &quot;Dana sebesar itu, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, di mana satelit itu memimiliki kapasitas 150 gigabita perdetik dan kapasitas enam kali lipat dari satelit yang sudah ada di Indonesia,&quot; tambahnya.
Dengan kapasitas yang besar Menteri Johnny menargetkan bisa membantu kantor pemerintah dan wilayah yang keberadaan sinyal sulit. &quot;Satelit ini, akan digunakan untuk wilayah blankspot di Indonesia,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>Satelit Indonesia Raya (Satria) merupakan satelit multifungsi yang akan diluncurkan ke slot orbit tahun 2022. Satelit ini dapat membantu pemerataan akses jaringan komunikasi dan internet broadband di seluruh Nusantara.
&quot;Saat ini masih ada 150.000 titik yang tidak dapat akses internet cepat. Menurutnya jaringan internet cepat sekarang ini masih menggunakan serat optik namun serat optik tidak terjangkau ke titik tersebut,&quot; kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate saat Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI, di Senayan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (06/02/2020).
Menteri Johnny merinci pemanfaatan Satria untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, pemeritahan daerah, layanan kesehatan dan keamanan. &quot;Satria ini diproyeksikan akan mendukung jaringan komunikasi untuk 93.900 sekolah, 47.900 kantor pemerintahan daerah, 3.700 puskesmas, dan 3.900 markas polisi dan TNI yang sulit dijangkau kabel optik,&quot; jelasnya.
Satria, kata Menteri dibangun oleh PT. Satelit Nusantara 3 dengan pembiayaan sebesar Rp6,4 Triliun. &quot;Dana sebesar itu, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, di mana satelit itu memimiliki kapasitas 150 gigabita perdetik dan kapasitas enam kali lipat dari satelit yang sudah ada di Indonesia,&quot; tambahnya.
Dengan kapasitas yang besar Menteri Johnny menargetkan bisa membantu kantor pemerintah dan wilayah yang keberadaan sinyal sulit. &quot;Satelit ini, akan digunakan untuk wilayah blankspot di Indonesia,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
