<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hindari Matikan AC Mobil Saat Hujan</title><description>Selain membiasakan menyalakan AC saat hujan, berikut beberapa cara merawat AC dan mencegahnya tetap berfungsi setiap saat</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/05/87/2163745/hindari-matikan-ac-mobil-saat-hujan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/05/87/2163745/hindari-matikan-ac-mobil-saat-hujan"/><item><title>Hindari Matikan AC Mobil Saat Hujan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/05/87/2163745/hindari-matikan-ac-mobil-saat-hujan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/05/87/2163745/hindari-matikan-ac-mobil-saat-hujan</guid><pubDate>Rabu 05 Februari 2020 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Medikantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/05/87/2163745/hindari-matikan-ac-mobil-saat-hujan-RfDyVjgQ0o.png" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi AC mobil. Foto : Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/05/87/2163745/hindari-matikan-ac-mobil-saat-hujan-RfDyVjgQ0o.png</image><title>Ilustrasi AC mobil. Foto : Istimewa</title></images><description>Saat musim hujan tiba, AC mobil sering dimatikan oleh beberapa orang. Alasannya sederhana saja. Kalau di luar sudah dingin, kenapa di dalam mobil harus dibuat dingin? Namun, mematikan AC justru tidak baik untuk komponen AC sendiri karena bisa rusak dan membuat kaca di dalam mobil jadi berembut.
Selain membiasakan menyalakan AC saat hujan, berikut beberapa cara merawat AC dan mencegahnya tetap berfungsi setiap saat :
Hindari Membuka Jendela
Apa pun keadaannya, hindari untuk membuka jendela saat musim hujan atau musim panas. Meski udara dari luar lebih segar dan tidak membuat mual, kotoran bisa saja masuk ke dalam dan membuat masalah pada AC berupa tersumbatnya blower atau kipas dari AC akibat kotoran kecil-kecil yang masuk.
Masuknya kotoran ini membuat kipas jadi kotor dan akhirnya susah bergerak. Kalau sudah susah bergerak seperti ini  udara di dalam ruangan akan sedikit panas. Lambat laun AC juga akan rusak dengan sendirinya.
Lakukan Pengecekan Filter Secara Rutin
Kalau Ada sudah merasa udara di dalam mobil sedikit agak panas meski AC sudah menyala ada baik untuk melakukan pengecekan filter. Lakukan hal ini secara rutin misal dua minggu sekali. Udara yang tidak dingin bisa terjadi karena ada kotoran yang terkumpul di sana sehingga udara dingin tidak bisa keluar.
Bersihkan filter AC perlahan-lahan hingga bersih. Jangan biarkan banyak kotoran berada di sana karena bisa merusak AC kalau udara dingin tidak bisa keluar dari sumbernya.Cek Kebocoran AC
Mungkin Anda pernah mendapatkan mobil yang di dalamnya sering terdapat tetesan air. Tetesan air yang muncul itu berasal dari selang AC yang bocor. Kemungkinan sudah aus sehingga udara dingin yang disalurkan tidak berjalan dengan baik.
Kebocoran kecil mungkin tidak akan berpengaruh banyak. Namun, kalau Anda sering terkena tetesan air lama-lama juga tidak akan nyaman.
Jangan Merokok di Dalam Mobil
Satu lagi yang harus dilakukan saat mengendarai mobil ketika hujan adalah dengan tidak merokok meski dengan melakukan ini membuat tubuh jadi hangat. Asap dari rokok akan menyebabkan udara di dalam mobil jadi tidak segar lagi. Selain itu ada kemungkinan udara kotor dari rokok masuk ke AC dan akhirnya menyumbat filter.
Kalau ingin merokok, lebih berhenti dan melakukannya di luar mobil. Dengan melakukan itu AC akan awet.</description><content:encoded>Saat musim hujan tiba, AC mobil sering dimatikan oleh beberapa orang. Alasannya sederhana saja. Kalau di luar sudah dingin, kenapa di dalam mobil harus dibuat dingin? Namun, mematikan AC justru tidak baik untuk komponen AC sendiri karena bisa rusak dan membuat kaca di dalam mobil jadi berembut.
Selain membiasakan menyalakan AC saat hujan, berikut beberapa cara merawat AC dan mencegahnya tetap berfungsi setiap saat :
Hindari Membuka Jendela
Apa pun keadaannya, hindari untuk membuka jendela saat musim hujan atau musim panas. Meski udara dari luar lebih segar dan tidak membuat mual, kotoran bisa saja masuk ke dalam dan membuat masalah pada AC berupa tersumbatnya blower atau kipas dari AC akibat kotoran kecil-kecil yang masuk.
Masuknya kotoran ini membuat kipas jadi kotor dan akhirnya susah bergerak. Kalau sudah susah bergerak seperti ini  udara di dalam ruangan akan sedikit panas. Lambat laun AC juga akan rusak dengan sendirinya.
Lakukan Pengecekan Filter Secara Rutin
Kalau Ada sudah merasa udara di dalam mobil sedikit agak panas meski AC sudah menyala ada baik untuk melakukan pengecekan filter. Lakukan hal ini secara rutin misal dua minggu sekali. Udara yang tidak dingin bisa terjadi karena ada kotoran yang terkumpul di sana sehingga udara dingin tidak bisa keluar.
Bersihkan filter AC perlahan-lahan hingga bersih. Jangan biarkan banyak kotoran berada di sana karena bisa merusak AC kalau udara dingin tidak bisa keluar dari sumbernya.Cek Kebocoran AC
Mungkin Anda pernah mendapatkan mobil yang di dalamnya sering terdapat tetesan air. Tetesan air yang muncul itu berasal dari selang AC yang bocor. Kemungkinan sudah aus sehingga udara dingin yang disalurkan tidak berjalan dengan baik.
Kebocoran kecil mungkin tidak akan berpengaruh banyak. Namun, kalau Anda sering terkena tetesan air lama-lama juga tidak akan nyaman.
Jangan Merokok di Dalam Mobil
Satu lagi yang harus dilakukan saat mengendarai mobil ketika hujan adalah dengan tidak merokok meski dengan melakukan ini membuat tubuh jadi hangat. Asap dari rokok akan menyebabkan udara di dalam mobil jadi tidak segar lagi. Selain itu ada kemungkinan udara kotor dari rokok masuk ke AC dan akhirnya menyumbat filter.
Kalau ingin merokok, lebih berhenti dan melakukannya di luar mobil. Dengan melakukan itu AC akan awet.</content:encoded></item></channel></rss>
