<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Twitter Temukan Peretas Akses Nomor Telefon Pengguna</title><description>Twitter menemukan adanya upaya yang telah dilakukan beberapa peretas untuk mengakses nomor telefon milik pengguna.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/04/207/2163359/twitter-temukan-peretas-akses-nomor-telefon-pengguna</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/04/207/2163359/twitter-temukan-peretas-akses-nomor-telefon-pengguna"/><item><title>Twitter Temukan Peretas Akses Nomor Telefon Pengguna</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/04/207/2163359/twitter-temukan-peretas-akses-nomor-telefon-pengguna</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/04/207/2163359/twitter-temukan-peretas-akses-nomor-telefon-pengguna</guid><pubDate>Selasa 04 Februari 2020 19:41 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Ferdiansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/04/207/2163359/twitter-temukan-peretas-akses-nomor-telefon-pengguna-ASYPOnV5gA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Sky News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/04/207/2163359/twitter-temukan-peretas-akses-nomor-telefon-pengguna-ASYPOnV5gA.jpg</image><title>(Foto: Sky News)</title></images><description>JAKARTA - Twitter menemukan adanya upaya yang telah dilakukan beberapa peretas untuk mengakses nomor telefon milik pengguna. Twitter menduga bahwa peretas tersebut disponsori oleh negara-negara seperti Iran, Israel, dan Malaysia.

Dilansir dari Sky, seorang juru bicara Twitter mengatakan, pihaknya mencurigai bahwa kejadian ini kemungkinan dilakukan oleh aktor-aktor yang didukung oleh negara.

Twitter menuding para penyerang dari Iran tampaknya memiliki akses tidak terbatas ke Twitter, meskipun Twitter dilarang di Iran.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di blog-nya, Twitter mengatakan telah mengidentifikasi terdapat volume permintaan yang tinggi untuk menggunakan fitur kontak yang berasal dari alamat IP di Iran, Israel dan Malaysia.

Pelanggaran ini terungkap setelah seorang peneliti keamanan menemukan kelemahan dalam fitur unggahan kontak.
&amp;nbsp;Sebelumnya pada Desember 2019, menurut sebuah artikel dari TechCrunch, seorang peneliti keamanan siber, Ibrahim Balic, berhasil mencocokkan 17 juta nomor telepon dengan akun pengguna Twitter tertentu. Hal ini dilakukan dengan mengeksploitasi kelemahan dalam fitur kontak pada aplikasi Android Twitter.

Fungsi fitur unggahan kontak memungkinkan orang dengan nomor telefon pengguna untuk menemukan dan terhubung dengan pengguna di Twitter. Twitter mengatakan dalam pernyataannya bahwa perusahaannya telah mengubah fitur ini sehingga tidak lagi mengungkapkan nama akun tertentu.

Twitter juga telah menangguhkan semua akun yang diyakini telah menyalahgunakan fitur ini. Pihak Twitter menolak untuk mengatakan berapa banyak nomor telefon pengguna yang telah dieksploitasi oleh hacker.
</description><content:encoded>JAKARTA - Twitter menemukan adanya upaya yang telah dilakukan beberapa peretas untuk mengakses nomor telefon milik pengguna. Twitter menduga bahwa peretas tersebut disponsori oleh negara-negara seperti Iran, Israel, dan Malaysia.

Dilansir dari Sky, seorang juru bicara Twitter mengatakan, pihaknya mencurigai bahwa kejadian ini kemungkinan dilakukan oleh aktor-aktor yang didukung oleh negara.

Twitter menuding para penyerang dari Iran tampaknya memiliki akses tidak terbatas ke Twitter, meskipun Twitter dilarang di Iran.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di blog-nya, Twitter mengatakan telah mengidentifikasi terdapat volume permintaan yang tinggi untuk menggunakan fitur kontak yang berasal dari alamat IP di Iran, Israel dan Malaysia.

Pelanggaran ini terungkap setelah seorang peneliti keamanan menemukan kelemahan dalam fitur unggahan kontak.
&amp;nbsp;Sebelumnya pada Desember 2019, menurut sebuah artikel dari TechCrunch, seorang peneliti keamanan siber, Ibrahim Balic, berhasil mencocokkan 17 juta nomor telepon dengan akun pengguna Twitter tertentu. Hal ini dilakukan dengan mengeksploitasi kelemahan dalam fitur kontak pada aplikasi Android Twitter.

Fungsi fitur unggahan kontak memungkinkan orang dengan nomor telefon pengguna untuk menemukan dan terhubung dengan pengguna di Twitter. Twitter mengatakan dalam pernyataannya bahwa perusahaannya telah mengubah fitur ini sehingga tidak lagi mengungkapkan nama akun tertentu.

Twitter juga telah menangguhkan semua akun yang diyakini telah menyalahgunakan fitur ini. Pihak Twitter menolak untuk mengatakan berapa banyak nomor telefon pengguna yang telah dieksploitasi oleh hacker.
</content:encoded></item></channel></rss>
