<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peretas Manfaatkan Wabah Virus Korona Sebarkan Malware</title><description>Dunia kesehatan saat ini tengah dihebohkan dengan virus korona jenis baru yakni novel coronavirus.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/03/207/2162530/peretas-manfaatkan-wabah-virus-korona-sebarkan-malware</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/03/207/2162530/peretas-manfaatkan-wabah-virus-korona-sebarkan-malware"/><item><title>Peretas Manfaatkan Wabah Virus Korona Sebarkan Malware</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/03/207/2162530/peretas-manfaatkan-wabah-virus-korona-sebarkan-malware</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/02/03/207/2162530/peretas-manfaatkan-wabah-virus-korona-sebarkan-malware</guid><pubDate>Senin 03 Februari 2020 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/03/207/2162530/peretas-manfaatkan-wabah-virus-korona-sebarkan-malware-2cLNxrV5Uy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Microsoft News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/03/207/2162530/peretas-manfaatkan-wabah-virus-korona-sebarkan-malware-2cLNxrV5Uy.jpg</image><title>(Foto: Microsoft News)</title></images><description>JAKARTA - Dunia kesehatan saat ini tengah dihebohkan dengan virus korona jenis baru yakni novel coronavirus. Virus tersebut telah mewabah di sebagian besar China dan beberapa negara lainnya.

Dipantau dari peta penyebaran virus korona Center for System Science and Engineering (CSSE) dari John Hopkins&amp;nbsp; University, hingga saat ini ada sekira 17 ribu lebih pasien yang terinfeksi.

Tidak hanya menghebohkan dunia kesehatan, virus korona juga telah mengganggu keamanan siber. Perusahaan Keamanan Siber, Kaspersky telah menemukan ada file berbahaya yang&amp;nbsp; menyamar sebagai dokumen terkait dengan coronavirus yang baru-baru ini ditemukan.

Tampaknya para peretas telah memanfaatkan maraknya informasi terkait virus korona untuk menyebarkan malware.

Lebih lanjut, file berbahaya yang ditemukan menyamar dengan kedok file pdf, mp4, docx tentang virus korona.

Kebanyakan dari file yang beredar berisi instruksi video tentang cara melindungi diri dari virus, info terkini seputar ancamannya dan bahkan prosedur deteksi virus. Nyatanya, menurut Kaspersky file tersebut berisi berbagai ancaman dari Trojan ke worm yang mampu menghancurkan, memblokir, memodifikasi atau menyalin data, serta mengganggu pengoperasian komputer atau jaringan komputer.

&amp;ldquo;Coronavirus, yang sedang dibahas secara luas sebagai berita utama, telah digunakan sebagai umpan oleh para pelaku kejahatan siber,&quot; kata Anton Ivanov, analis malware Kaspersky, dalam keterangan resminya, Senin (3/1/2020).
&amp;nbsp;Anton Ivanov mengatakan, sejauh ini pihaknya hanya melihat sejumlah 10 file unik. Karena aktivitas demikian kerap terjadi dengan topik populer di media, diperkirakan kecenderungan ini akan bertambah.

Kaspersky mendeteksi file terkait &amp;ldquo;coronavirus&quot; dengan nama-nama sebagai berikut:
1. Worm.VBS.Dinihou.r
2. Worm.Python.Agent.c
3. UDS:DangerousObject.Multi.Generic
4. Trojan.WinLNK.Agent.gg
5. Trojan.WinLNK.Agent.ew
6. HEUR:Trojan.WinLNK.Agent.gen
7. HEUR:Trojan.PDF.Badur.b

Untuk menghindari menjadi korban program berbahaya yang menyamar sebagai konten eksklusif, Kaspersky merekomendasikan untuk menghindari tautan mencurigakan, yang menjanjikan konten eksklusif.

Kemudian, rujuklah ke sumber resmi untuk memperoleh informasi yang sah dan dapat dipercaya, serta lihatlah ekstensi file yang diunduh.

Menurut Kaspersky, dokumen dan file video seharusnya tidak dibuat dalam format .exe atau .lnk.
</description><content:encoded>JAKARTA - Dunia kesehatan saat ini tengah dihebohkan dengan virus korona jenis baru yakni novel coronavirus. Virus tersebut telah mewabah di sebagian besar China dan beberapa negara lainnya.

Dipantau dari peta penyebaran virus korona Center for System Science and Engineering (CSSE) dari John Hopkins&amp;nbsp; University, hingga saat ini ada sekira 17 ribu lebih pasien yang terinfeksi.

Tidak hanya menghebohkan dunia kesehatan, virus korona juga telah mengganggu keamanan siber. Perusahaan Keamanan Siber, Kaspersky telah menemukan ada file berbahaya yang&amp;nbsp; menyamar sebagai dokumen terkait dengan coronavirus yang baru-baru ini ditemukan.

Tampaknya para peretas telah memanfaatkan maraknya informasi terkait virus korona untuk menyebarkan malware.

Lebih lanjut, file berbahaya yang ditemukan menyamar dengan kedok file pdf, mp4, docx tentang virus korona.

Kebanyakan dari file yang beredar berisi instruksi video tentang cara melindungi diri dari virus, info terkini seputar ancamannya dan bahkan prosedur deteksi virus. Nyatanya, menurut Kaspersky file tersebut berisi berbagai ancaman dari Trojan ke worm yang mampu menghancurkan, memblokir, memodifikasi atau menyalin data, serta mengganggu pengoperasian komputer atau jaringan komputer.

&amp;ldquo;Coronavirus, yang sedang dibahas secara luas sebagai berita utama, telah digunakan sebagai umpan oleh para pelaku kejahatan siber,&quot; kata Anton Ivanov, analis malware Kaspersky, dalam keterangan resminya, Senin (3/1/2020).
&amp;nbsp;Anton Ivanov mengatakan, sejauh ini pihaknya hanya melihat sejumlah 10 file unik. Karena aktivitas demikian kerap terjadi dengan topik populer di media, diperkirakan kecenderungan ini akan bertambah.

Kaspersky mendeteksi file terkait &amp;ldquo;coronavirus&quot; dengan nama-nama sebagai berikut:
1. Worm.VBS.Dinihou.r
2. Worm.Python.Agent.c
3. UDS:DangerousObject.Multi.Generic
4. Trojan.WinLNK.Agent.gg
5. Trojan.WinLNK.Agent.ew
6. HEUR:Trojan.WinLNK.Agent.gen
7. HEUR:Trojan.PDF.Badur.b

Untuk menghindari menjadi korban program berbahaya yang menyamar sebagai konten eksklusif, Kaspersky merekomendasikan untuk menghindari tautan mencurigakan, yang menjanjikan konten eksklusif.

Kemudian, rujuklah ke sumber resmi untuk memperoleh informasi yang sah dan dapat dipercaya, serta lihatlah ekstensi file yang diunduh.

Menurut Kaspersky, dokumen dan file video seharusnya tidak dibuat dalam format .exe atau .lnk.
</content:encoded></item></channel></rss>
