<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hingga 2025, Industri Otomotif Diperkirakan Lesu</title><description>Perusahaan penyedia komponen otomotif Bosch mengklaim produksi mobil secara global mungkin memuncak di satu sisi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/31/52/2161361/hingga-2025-industri-otomotif-diperkirakan-lesu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/31/52/2161361/hingga-2025-industri-otomotif-diperkirakan-lesu"/><item><title>Hingga 2025, Industri Otomotif Diperkirakan Lesu</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/31/52/2161361/hingga-2025-industri-otomotif-diperkirakan-lesu</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/31/52/2161361/hingga-2025-industri-otomotif-diperkirakan-lesu</guid><pubDate>Jum'at 31 Januari 2020 16:44 WIB</pubDate><dc:creator>Medikantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/31/52/2161361/hingga-2025-industri-otomotif-diperkirakan-lesu-jjeihWjDbe.png" expression="full" type="image/jpeg">Kendaraan listrik otonom, sedang tren. Foto : Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/31/52/2161361/hingga-2025-industri-otomotif-diperkirakan-lesu-jjeihWjDbe.png</image><title>Kendaraan listrik otonom, sedang tren. Foto : Istimewa</title></images><description>Perusahaan penyedia komponen otomotif Bosch mengklaim produksi mobil secara global mungkin memuncak saat ini, di satu sisi. Namun di sisi lain terjadi pengurangan jumlah karyawan besar-besaran.
Dengan demikian, bisnis yang dilakukan perusahaan-perusahaan otomotif itu juga dikaji lagi. Demikian Reuter mengabarkan, Jumat (31/01/2020).
Dalam tiga tahun berturut-turut, sebenarnya produksi otomotif secara global juga menurun sebanyak 2,6 persen, menjadi 89 juta kendaraan di tahun 2020. Kondisi ini terjadi seiring dengan turunnya permintaan dari pasar otomotif di China, Amerika Serikat dan Eropa.
Chief Executive Bosch Volkmar Denner menyebutkan dia sendiri tidak yakin bahwa produksi otomotif global bakal tumbuh hingga 2025. Denner bahkan menyebutkan pasar otomotif bakal tenggelam sebanyak 10 juta unit pada 2020 dibandingkan tahun 2017 yang sempat mencapai puncaknya.
Bosch percaya bahwa peralihan secara gradual tren ke arah kendaraan listrik memberi dampak besar pada kebutuhan karyawan dan pekerja. Dari 10 pekerja yang biasanya sanggup menyelesaikan kendaraan dengan sistem injeksi diesel, kemudian tiga orang untuk kendaraan dengan bahan bakar minyak dan sekarang hanya satu pekerja bisa merampungkan satu kendaraan elektrik.
Dalam situasi seperti ini, tentu saja banyak perusahaan otomotif harus siap menawarkan pesangon, memotong jam kerja, mencari tenaga-tenaga relawan. Meski begitu, belum jelas berapa banyak jenis pekerjaan yang sudah tidak dibutuhkan lagi.





</description><content:encoded>Perusahaan penyedia komponen otomotif Bosch mengklaim produksi mobil secara global mungkin memuncak saat ini, di satu sisi. Namun di sisi lain terjadi pengurangan jumlah karyawan besar-besaran.
Dengan demikian, bisnis yang dilakukan perusahaan-perusahaan otomotif itu juga dikaji lagi. Demikian Reuter mengabarkan, Jumat (31/01/2020).
Dalam tiga tahun berturut-turut, sebenarnya produksi otomotif secara global juga menurun sebanyak 2,6 persen, menjadi 89 juta kendaraan di tahun 2020. Kondisi ini terjadi seiring dengan turunnya permintaan dari pasar otomotif di China, Amerika Serikat dan Eropa.
Chief Executive Bosch Volkmar Denner menyebutkan dia sendiri tidak yakin bahwa produksi otomotif global bakal tumbuh hingga 2025. Denner bahkan menyebutkan pasar otomotif bakal tenggelam sebanyak 10 juta unit pada 2020 dibandingkan tahun 2017 yang sempat mencapai puncaknya.
Bosch percaya bahwa peralihan secara gradual tren ke arah kendaraan listrik memberi dampak besar pada kebutuhan karyawan dan pekerja. Dari 10 pekerja yang biasanya sanggup menyelesaikan kendaraan dengan sistem injeksi diesel, kemudian tiga orang untuk kendaraan dengan bahan bakar minyak dan sekarang hanya satu pekerja bisa merampungkan satu kendaraan elektrik.
Dalam situasi seperti ini, tentu saja banyak perusahaan otomotif harus siap menawarkan pesangon, memotong jam kerja, mencari tenaga-tenaga relawan. Meski begitu, belum jelas berapa banyak jenis pekerjaan yang sudah tidak dibutuhkan lagi.





</content:encoded></item></channel></rss>
