<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ibu Kota Baru Bisa Sontek Jepang soal Kendaraan Otonom</title><description>Mobil listrik dengan teknologi otonom yang menjadi moda transportasi umum di Jepang bisa diaplikasikan Ibu Kota baru.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/28/52/2159480/ibu-kota-baru-bisa-sontek-jepang-soal-kendaraan-otonom</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/28/52/2159480/ibu-kota-baru-bisa-sontek-jepang-soal-kendaraan-otonom"/><item><title>Ibu Kota Baru Bisa Sontek Jepang soal Kendaraan Otonom</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/28/52/2159480/ibu-kota-baru-bisa-sontek-jepang-soal-kendaraan-otonom</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/28/52/2159480/ibu-kota-baru-bisa-sontek-jepang-soal-kendaraan-otonom</guid><pubDate>Selasa 28 Januari 2020 13:53 WIB</pubDate><dc:creator>Mufrod</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/28/52/2159480/jakarta-tamat-ibu-kota-baru-bisa-belajar-dari-jepang-soal-transportasi-otonom-okOYNAgNid.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil otonom Navya Arma (foto: ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/28/52/2159480/jakarta-tamat-ibu-kota-baru-bisa-belajar-dari-jepang-soal-transportasi-otonom-okOYNAgNid.jpg</image><title>Mobil otonom Navya Arma (foto: ist) </title></images><description>JAKARTA - Kalimantan Timur yang sedianya digadang-gadang akan menjadi calon wilayah bagi Ibu Kota Negara Indonesia yang baru sepertinya akan segera terealisasi. Terlebih pemerintah akan mengeluarkan UU Ibu Kota Negara yang diperkirakan akan diluncurkan pada Juni 2020.
Jika UU Ibu Kota Negara telah disahkan, peluang besar keputusan tersebut akan mengakhiri status Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia dan akan berpindah ke lokasi baru yang saat ini tertuju pada wilayah Penajam Paser, Kalimantan Timur.
&amp;nbsp;
Di wilayah ibu kota baru nantinya, Presiden Jokowi menginginkan seluruh kendaraan dan moda transportasi umum akan menggunakan mobil ramah lingkungan khususnya bertenaga listrik dan berteknologi otonom.&amp;nbsp;
Untuk menciptakan sistem moda transportasi tersebut, Indonesia bisa belajar dari Jepang yang telah menggunakan mobil listrik otonom sebagai moda transportasi umum.
Seperti dilansir dari Kantor Beritak NHK, di Kota Sakai, Ibaraki, Jepang, kendaraan otonom digunakan sebagai transportasi umum di wilayah pusat kota mulai April 2020.
&amp;nbsp;
Kendaraan otonom ini akan dikelola oleh SB Drive, anak perusahaan Grup SoftBank yang sedang giat mengampanyekan penggunaan kendaraan otonom di negara tersebut.&amp;nbsp;
Unit kendaraan Navya Arma buatan Prancis menjadi pilihan dalam program ini, dengan kemampuan mengangkut 15 orang dalam kabin, termasuk 11 penumpang duduk.Rangkaian penggerak Navya Arma berbekal kombinasi motor penggerak ganda berkekuatan 25 kW atau sekitar 33 hp, yang dapat melaju dengan kecepatan maksimal mencapai 25 Kpj.&amp;nbsp;
Paket baterai dalam mobil otonom ini berkapasitas penuh 33 kWh, dengan kemampuan pengisian ulang mencapai 90 persen dalam 4 jam.
SB Drive menjalankan operasi perjalanan ini dengan bantuan sistem operasi dari Macnica, yang mempunyai kendali jarak jauh. Dalam situasi darurat, terdapat juga sistem pengereman manual di kabin penumpang, serta seorang petugas pengawas pada setiap perjalanan yang dilakukan.
&amp;nbsp;
Rute yang ditempuh mobil ini mencapai lima kilometer dalam sekali perjalanan dalam wilayah pusat Kota Sakai. Otoritas pemerintah kota itu menyebut menanamkan investasi sebesar 52 juta Yen atau sekitar Rp65,1 miliar rupiah untuk menjalankan sistem transportasi ini dalam jangka waktu lima tahun ke depan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kalimantan Timur yang sedianya digadang-gadang akan menjadi calon wilayah bagi Ibu Kota Negara Indonesia yang baru sepertinya akan segera terealisasi. Terlebih pemerintah akan mengeluarkan UU Ibu Kota Negara yang diperkirakan akan diluncurkan pada Juni 2020.
Jika UU Ibu Kota Negara telah disahkan, peluang besar keputusan tersebut akan mengakhiri status Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia dan akan berpindah ke lokasi baru yang saat ini tertuju pada wilayah Penajam Paser, Kalimantan Timur.
&amp;nbsp;
Di wilayah ibu kota baru nantinya, Presiden Jokowi menginginkan seluruh kendaraan dan moda transportasi umum akan menggunakan mobil ramah lingkungan khususnya bertenaga listrik dan berteknologi otonom.&amp;nbsp;
Untuk menciptakan sistem moda transportasi tersebut, Indonesia bisa belajar dari Jepang yang telah menggunakan mobil listrik otonom sebagai moda transportasi umum.
Seperti dilansir dari Kantor Beritak NHK, di Kota Sakai, Ibaraki, Jepang, kendaraan otonom digunakan sebagai transportasi umum di wilayah pusat kota mulai April 2020.
&amp;nbsp;
Kendaraan otonom ini akan dikelola oleh SB Drive, anak perusahaan Grup SoftBank yang sedang giat mengampanyekan penggunaan kendaraan otonom di negara tersebut.&amp;nbsp;
Unit kendaraan Navya Arma buatan Prancis menjadi pilihan dalam program ini, dengan kemampuan mengangkut 15 orang dalam kabin, termasuk 11 penumpang duduk.Rangkaian penggerak Navya Arma berbekal kombinasi motor penggerak ganda berkekuatan 25 kW atau sekitar 33 hp, yang dapat melaju dengan kecepatan maksimal mencapai 25 Kpj.&amp;nbsp;
Paket baterai dalam mobil otonom ini berkapasitas penuh 33 kWh, dengan kemampuan pengisian ulang mencapai 90 persen dalam 4 jam.
SB Drive menjalankan operasi perjalanan ini dengan bantuan sistem operasi dari Macnica, yang mempunyai kendali jarak jauh. Dalam situasi darurat, terdapat juga sistem pengereman manual di kabin penumpang, serta seorang petugas pengawas pada setiap perjalanan yang dilakukan.
&amp;nbsp;
Rute yang ditempuh mobil ini mencapai lima kilometer dalam sekali perjalanan dalam wilayah pusat Kota Sakai. Otoritas pemerintah kota itu menyebut menanamkan investasi sebesar 52 juta Yen atau sekitar Rp65,1 miliar rupiah untuk menjalankan sistem transportasi ini dalam jangka waktu lima tahun ke depan.</content:encoded></item></channel></rss>
