<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengukur Keunggulan Mobil Listrik BYD dan Hyundai Ioniq</title><description>BYD dan Hyundai Ioniq menjadi kendaraan angkutan penumpang ramah lingkungan yang telah hadir di Indonesia, mana lebih unggul.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/28/52/2159458/mengukur-keunggulan-mobil-listrik-byd-dan-hyundai-ioniq</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/28/52/2159458/mengukur-keunggulan-mobil-listrik-byd-dan-hyundai-ioniq"/><item><title>Mengukur Keunggulan Mobil Listrik BYD dan Hyundai Ioniq</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/28/52/2159458/mengukur-keunggulan-mobil-listrik-byd-dan-hyundai-ioniq</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/28/52/2159458/mengukur-keunggulan-mobil-listrik-byd-dan-hyundai-ioniq</guid><pubDate>Selasa 28 Januari 2020 13:06 WIB</pubDate><dc:creator>Mufrod</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/28/52/2159458/mengukur-keunggulan-mobil-listrik-byd-dan-hyundai-ioniq-a1eWMvkcD6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil listrik Hyundai Ioniq (foto: Heru Haryono/Okezone)  </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/28/52/2159458/mengukur-keunggulan-mobil-listrik-byd-dan-hyundai-ioniq-a1eWMvkcD6.jpg</image><title>Mobil listrik Hyundai Ioniq (foto: Heru Haryono/Okezone)  </title></images><description>JAKARTA - Setelah perusahaan taksi Blue bird menggunakan mobil listrik Tesla Model X 75D A/T dan BYD E6 A/T. Kini giliran perusahaan jasa angkutan penumpang online (GrabCar) yang menggunakan mobil listrik Hyundai Ioniq.
Antara BYD dengan Hyundai Ioniq, di atas kertas keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.
&amp;nbsp;
Mobil listrik BYD yang dikenal sebagai mobil listrik racikan Tiongkok ini di atas kertas memiliki tenaga 121 tk dengan torsi 450 Nm. Fitur terbaru juga memungkinkan sistem pengisian cepat dimana dalam kondisi kosong, pengisian baterai 80 persen cukup 15 menit.
&amp;nbsp;
Sedangkan daya jelajah baterai listrik berkekuatan 80 kWh mampu membawa kendaraan ini hingga 400 kilometer. Namun kelebihan mobil ini memiliki sistem pengisian yang cukup cepat, bahkan tak perlu hitungan jam pada proses pengisian baterainya.Sementara pada Hyundai Ioniq, mobil ini menggunakan baterai berkapasitas 38,3 kWh yang mampu menghasilkan tenaga dari motor listriknya mencapai 134 hp, dengan torsi puncak 295 Nm. Seluruh kekuatan tersebut disalurkan melalui transmisi percepatan tunggal reduction gear.
&amp;nbsp;
Kombinasi rangkaian paket baterai dan penggerak tersebut memberi jarak jelajah optimal hingga 373 Km berdasarkan penghitungan standar Eropa, NEDC.&amp;nbsp;
Paket baterai tersebut memiliki kemampuan untuk menerima pengisian ulang daya cepat berkapasitas 50 kW dan 100 kW. Rataan waktu pengisian daya mencapai 80 persen berkisar 55 menit.
Soal daya jelajah, mobil listrik asal China memang lebih jauh dibanding mobil listrik asal Korea. Namun tenaga yang dihasilkan Hyundai Ioniq mampu mengungguli BYD. Secara keseluruhan kedua mobil listrik ini memiliki kelebihan dan kekuarangan yang tidak terlalu jauh.
Di luar keunggulan kedua mobil hadirnya mobil listrik ini tentu harus diapresiasi sebagai langkah menciptakan lingkungan yang lebih aman di masa mendatang.</description><content:encoded>JAKARTA - Setelah perusahaan taksi Blue bird menggunakan mobil listrik Tesla Model X 75D A/T dan BYD E6 A/T. Kini giliran perusahaan jasa angkutan penumpang online (GrabCar) yang menggunakan mobil listrik Hyundai Ioniq.
Antara BYD dengan Hyundai Ioniq, di atas kertas keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.
&amp;nbsp;
Mobil listrik BYD yang dikenal sebagai mobil listrik racikan Tiongkok ini di atas kertas memiliki tenaga 121 tk dengan torsi 450 Nm. Fitur terbaru juga memungkinkan sistem pengisian cepat dimana dalam kondisi kosong, pengisian baterai 80 persen cukup 15 menit.
&amp;nbsp;
Sedangkan daya jelajah baterai listrik berkekuatan 80 kWh mampu membawa kendaraan ini hingga 400 kilometer. Namun kelebihan mobil ini memiliki sistem pengisian yang cukup cepat, bahkan tak perlu hitungan jam pada proses pengisian baterainya.Sementara pada Hyundai Ioniq, mobil ini menggunakan baterai berkapasitas 38,3 kWh yang mampu menghasilkan tenaga dari motor listriknya mencapai 134 hp, dengan torsi puncak 295 Nm. Seluruh kekuatan tersebut disalurkan melalui transmisi percepatan tunggal reduction gear.
&amp;nbsp;
Kombinasi rangkaian paket baterai dan penggerak tersebut memberi jarak jelajah optimal hingga 373 Km berdasarkan penghitungan standar Eropa, NEDC.&amp;nbsp;
Paket baterai tersebut memiliki kemampuan untuk menerima pengisian ulang daya cepat berkapasitas 50 kW dan 100 kW. Rataan waktu pengisian daya mencapai 80 persen berkisar 55 menit.
Soal daya jelajah, mobil listrik asal China memang lebih jauh dibanding mobil listrik asal Korea. Namun tenaga yang dihasilkan Hyundai Ioniq mampu mengungguli BYD. Secara keseluruhan kedua mobil listrik ini memiliki kelebihan dan kekuarangan yang tidak terlalu jauh.
Di luar keunggulan kedua mobil hadirnya mobil listrik ini tentu harus diapresiasi sebagai langkah menciptakan lingkungan yang lebih aman di masa mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
