<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Biodiesel Miliki Kandungan Logam Penyebab Filter dan Injektor Bermasalah   </title><description>Biodiesel yang memiliki kandungan logam yang menyebabkan filter oli dan injektor bermasalah.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/26/52/2158468/biodiesel-miliki-kandungan-logam-penyebab-filter-dan-injektor-bermasalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/26/52/2158468/biodiesel-miliki-kandungan-logam-penyebab-filter-dan-injektor-bermasalah"/><item><title>Biodiesel Miliki Kandungan Logam Penyebab Filter dan Injektor Bermasalah   </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/26/52/2158468/biodiesel-miliki-kandungan-logam-penyebab-filter-dan-injektor-bermasalah</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/26/52/2158468/biodiesel-miliki-kandungan-logam-penyebab-filter-dan-injektor-bermasalah</guid><pubDate>Minggu 26 Januari 2020 12:44 WIB</pubDate><dc:creator>Medikantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/26/52/2158468/biodiesel-miliki-kandungan-logam-penyebab-filter-dan-injektor-bermasalah-p4CwbgHhaJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahan bakar biodiesel (foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/26/52/2158468/biodiesel-miliki-kandungan-logam-penyebab-filter-dan-injektor-bermasalah-p4CwbgHhaJ.jpg</image><title>Bahan bakar biodiesel (foto: Ist)</title></images><description>

JAKARTA - Bahan bakar biodiesel atau kini dikenal dengan B30 atau bahan bakar dengan kandungan kelapa sawit 30 persen sering dikeluhkan terkait masa pakai filter oli yang lebih cepat serta adanya masalah injektor yang dapat mengganggu kinerja mesin.

Adanya kandungan logam dari penggunaan minyak sawit berupa Kalium, Kalsium, Natrium dan Magnesium menjadi permasalahan yang timbul terjadinya filter oli memiliki usia pakai lebih cepat serta terjadinya penyumbatan pada perangkat injektor yang bertugas menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar mesin.
&amp;nbsp;
Dengan kandungan logam tersebut, diperlukan pengaturan atau batas dari kandungan logam yang terdapat dalam minyak sawit, hal ini untuk membantu dan memaksimalkan kinerja mesin diesel saat menggunakan bahan bakar B30 yang saat ini terus dicanangkan pemerintah.
&amp;nbsp;
Menghadapi masalah tersebut, produsen Hino sendiri terus melakukan penelitian dan pengembangan terhadap kandungan logam pada biodiesel. dua test yaitu emission test dan durability test baik itu untuk mesin yang saat ini digunakan Euro 2 dan juga mesin yang akan digunakan pada tahun 2021 Euro 4.


Uji mesin Hino dilakukan di laboratorium dengan kondisi beban dan daya maksimum pada putaran mesin 2500 rpm, selama 400 jam atau setara dengan 40.000 km.

&amp;nbsp;

Parameter mesin yang diuji antara lain; daya, torsi, konsumsi bbm dan dampak terhadap komponen. Berdasarkan hasil uji tersebut, Hino sudah melakukan penyesuaian spesifikasi kendaraan yang sesuai dengan karakteristik bahan bakar Biodiesel sehingga potensi terhadap dampak atau pengaruh yang timbul pada saat penggunaan Biodiesel termasuk B30 dapat diminimalisir agar kedepannya operasional bisnis customer tidak mengalami gangguan.

</description><content:encoded>

JAKARTA - Bahan bakar biodiesel atau kini dikenal dengan B30 atau bahan bakar dengan kandungan kelapa sawit 30 persen sering dikeluhkan terkait masa pakai filter oli yang lebih cepat serta adanya masalah injektor yang dapat mengganggu kinerja mesin.

Adanya kandungan logam dari penggunaan minyak sawit berupa Kalium, Kalsium, Natrium dan Magnesium menjadi permasalahan yang timbul terjadinya filter oli memiliki usia pakai lebih cepat serta terjadinya penyumbatan pada perangkat injektor yang bertugas menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar mesin.
&amp;nbsp;
Dengan kandungan logam tersebut, diperlukan pengaturan atau batas dari kandungan logam yang terdapat dalam minyak sawit, hal ini untuk membantu dan memaksimalkan kinerja mesin diesel saat menggunakan bahan bakar B30 yang saat ini terus dicanangkan pemerintah.
&amp;nbsp;
Menghadapi masalah tersebut, produsen Hino sendiri terus melakukan penelitian dan pengembangan terhadap kandungan logam pada biodiesel. dua test yaitu emission test dan durability test baik itu untuk mesin yang saat ini digunakan Euro 2 dan juga mesin yang akan digunakan pada tahun 2021 Euro 4.


Uji mesin Hino dilakukan di laboratorium dengan kondisi beban dan daya maksimum pada putaran mesin 2500 rpm, selama 400 jam atau setara dengan 40.000 km.

&amp;nbsp;

Parameter mesin yang diuji antara lain; daya, torsi, konsumsi bbm dan dampak terhadap komponen. Berdasarkan hasil uji tersebut, Hino sudah melakukan penyesuaian spesifikasi kendaraan yang sesuai dengan karakteristik bahan bakar Biodiesel sehingga potensi terhadap dampak atau pengaruh yang timbul pada saat penggunaan Biodiesel termasuk B30 dapat diminimalisir agar kedepannya operasional bisnis customer tidak mengalami gangguan.

</content:encoded></item></channel></rss>
