<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perairan Natuna Memanas Tak Pengaruhi Mobil China di Indonesia   </title><description>Panasnya perairan Natuna tak membuat industri otomotif China di Indonesia berpengaruh besar.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/16/52/2153676/perairan-natuna-memanas-tak-pengaruhi-mobil-china-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/16/52/2153676/perairan-natuna-memanas-tak-pengaruhi-mobil-china-di-indonesia"/><item><title>Perairan Natuna Memanas Tak Pengaruhi Mobil China di Indonesia   </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/16/52/2153676/perairan-natuna-memanas-tak-pengaruhi-mobil-china-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/16/52/2153676/perairan-natuna-memanas-tak-pengaruhi-mobil-china-di-indonesia</guid><pubDate>Kamis 16 Januari 2020 13:04 WIB</pubDate><dc:creator>Mufrod</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/16/52/2153676/perairan-natuna-memanas-tak-pengaruhi-mobil-china-di-indonesia-jtLy29QoSz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">salah satu produk DFSK (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/16/52/2153676/perairan-natuna-memanas-tak-pengaruhi-mobil-china-di-indonesia-jtLy29QoSz.jpg</image><title>salah satu produk DFSK (foto: Okezone)</title></images><description>

JAKARTA - Memanasnya perairan Natuna antara pemerintah Indonesia dengan nelayan China terkait pelanggaran Zona Ekslusif Ekonomi (ZEE), dinilai tidak akan berpengaruh terhadap bisnis industri otomotif nasional.

Seperti diketahui di pasar otomotif nasional terdapat dua produsen mobil Wuling Motors dan DFSK yang berasal dari Tiongkok. Hal tersebut diungkap langsung oleh Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara.
&amp;nbsp;
&quot;Kondisi tersebut tidak akan berpengaruh terhadap bisnis otomotif di Indonesia, karena hal tersebut masalah politik dan tidak ada hubungannya dengan industri otomotif,&quot; ungkapnya seperti dikutip dari iNews, Kamis (16/1/2020).

Meski perairan Natuana tengah memanas antara Indonesia dengan China, pengaruhnya tak sampai ke industri otomotif nasional. Hingga saat ini dua merek mobil asal China Wuling dan DFSK hingga saat ini masih tetap ada di Indonesia.
&amp;nbsp;
&quot;Buktinya Wuling dan DFSK hingga saat ini masih ada di Indonesia dan menjual produknya di Indonesia, jadi memang tidak ada pengaruhnya,&quot; pungkasnya.


</description><content:encoded>

JAKARTA - Memanasnya perairan Natuna antara pemerintah Indonesia dengan nelayan China terkait pelanggaran Zona Ekslusif Ekonomi (ZEE), dinilai tidak akan berpengaruh terhadap bisnis industri otomotif nasional.

Seperti diketahui di pasar otomotif nasional terdapat dua produsen mobil Wuling Motors dan DFSK yang berasal dari Tiongkok. Hal tersebut diungkap langsung oleh Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara.
&amp;nbsp;
&quot;Kondisi tersebut tidak akan berpengaruh terhadap bisnis otomotif di Indonesia, karena hal tersebut masalah politik dan tidak ada hubungannya dengan industri otomotif,&quot; ungkapnya seperti dikutip dari iNews, Kamis (16/1/2020).

Meski perairan Natuana tengah memanas antara Indonesia dengan China, pengaruhnya tak sampai ke industri otomotif nasional. Hingga saat ini dua merek mobil asal China Wuling dan DFSK hingga saat ini masih tetap ada di Indonesia.
&amp;nbsp;
&quot;Buktinya Wuling dan DFSK hingga saat ini masih ada di Indonesia dan menjual produknya di Indonesia, jadi memang tidak ada pengaruhnya,&quot; pungkasnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
