<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Finansial, Aston Martin Batal Produksi Mobil Listrik Perdananya</title><description>Untuk keluar dari masalah tersebut, Aston Martin ingin fokus pada potensi model SUV DBX.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/11/52/2151897/krisis-finansial-aston-martin-batal-produksi-mobil-listrik-perdananya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/11/52/2151897/krisis-finansial-aston-martin-batal-produksi-mobil-listrik-perdananya"/><item><title>Krisis Finansial, Aston Martin Batal Produksi Mobil Listrik Perdananya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/11/52/2151897/krisis-finansial-aston-martin-batal-produksi-mobil-listrik-perdananya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/11/52/2151897/krisis-finansial-aston-martin-batal-produksi-mobil-listrik-perdananya</guid><pubDate>Sabtu 11 Januari 2020 22:49 WIB</pubDate><dc:creator>Medikantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/11/52/2151897/krisis-finansial-jadi-penyebab-aston-martin-menunda-produksi-mobil-listrik-perdananya-vQJRuwFBHw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aston Martin Rapide E saat tampil dalam Goodwood Festival 2019 (Foto: Okezone.com/Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/11/52/2151897/krisis-finansial-jadi-penyebab-aston-martin-menunda-produksi-mobil-listrik-perdananya-vQJRuwFBHw.jpg</image><title>Aston Martin Rapide E saat tampil dalam Goodwood Festival 2019 (Foto: Okezone.com/Istimewa)</title></images><description>LONDON - Keputusan pahit harus diambil oleh produsen Aston Martin, untuk tidak melanjutkan proyek produksi mobil listrik Rapide E. Penyebab terbesar penghentian tersebut, diduga berasal dari masalah pendanaan terkait produksi mobil listrik penuh pertama Aston Martin itu.
Konsep mobil listrik bertenaga paket baterai penuh Aston Martin Rapide E pertama kali diungkap pada 2015 lalu, sebelum perencanaan produksi disampaikan dua tahun berikutnya. Unit percontohan model ini, sempat tampil dalam ajang Goodwood Festival tahun lalu.
&amp;nbsp;
Sedan empat pintu tersebut, direncanakan mengusung paket baterai dengan potensi daya mencapai 800 V. Sebagai rangkaian penggerak, terpasang dua buah motor listrik dengan tenaga maksimal mencapai 602 hp dengan perkiraan torsi puncak menyentuh angka 950 Nm.
Proses produksi mobil listrik ini, sebelumnya ditargetkan dimulai pada akhir 2019 lalu. Berdasarkan sumber dekat perusahaan yang dilansir dari laman Autocar, rencana produksi kendaraan listrik ini beralih status sebagai proyek penelitian berkelanjutan dalam kebijakan pengembangan elektrifikasi Aston Martin.Jika mengacu pada rencana sebelumnya, Aston Martin sudah menetapkan target untuk membuat setidaknya 155 unit mobil listrik tipe Rapide E, dalam tahap produksi awal. Namun, belum ada informasi mengenai banderol maupun tanggal peluncuran kendaraan tersebut ke publik.
Fokus produsen asal Inggris itu kini beralih seluruhnya, kepada proses peluncuran dan produksi model SUV Aston Martin DBX. Model ini menjadi harapan terkuat Aston Martin, untuk meningkatkan penjualan serta membangun kekuatan finansial dalam jangka waktu pendek.
&amp;nbsp;
Rangkaian mesin SUV DBX bertipe V8 twin-turbocharged dengan kapasitas 4.0 L, yang juga terpasang pada model DB11 dan Vantage. Bekal dapur pacu buatan Mercedes-Benz tersebut, mampu mengeluarkan tenaga sebesar 542 Hp beserta torsi puncak hingga 700 Nm.</description><content:encoded>LONDON - Keputusan pahit harus diambil oleh produsen Aston Martin, untuk tidak melanjutkan proyek produksi mobil listrik Rapide E. Penyebab terbesar penghentian tersebut, diduga berasal dari masalah pendanaan terkait produksi mobil listrik penuh pertama Aston Martin itu.
Konsep mobil listrik bertenaga paket baterai penuh Aston Martin Rapide E pertama kali diungkap pada 2015 lalu, sebelum perencanaan produksi disampaikan dua tahun berikutnya. Unit percontohan model ini, sempat tampil dalam ajang Goodwood Festival tahun lalu.
&amp;nbsp;
Sedan empat pintu tersebut, direncanakan mengusung paket baterai dengan potensi daya mencapai 800 V. Sebagai rangkaian penggerak, terpasang dua buah motor listrik dengan tenaga maksimal mencapai 602 hp dengan perkiraan torsi puncak menyentuh angka 950 Nm.
Proses produksi mobil listrik ini, sebelumnya ditargetkan dimulai pada akhir 2019 lalu. Berdasarkan sumber dekat perusahaan yang dilansir dari laman Autocar, rencana produksi kendaraan listrik ini beralih status sebagai proyek penelitian berkelanjutan dalam kebijakan pengembangan elektrifikasi Aston Martin.Jika mengacu pada rencana sebelumnya, Aston Martin sudah menetapkan target untuk membuat setidaknya 155 unit mobil listrik tipe Rapide E, dalam tahap produksi awal. Namun, belum ada informasi mengenai banderol maupun tanggal peluncuran kendaraan tersebut ke publik.
Fokus produsen asal Inggris itu kini beralih seluruhnya, kepada proses peluncuran dan produksi model SUV Aston Martin DBX. Model ini menjadi harapan terkuat Aston Martin, untuk meningkatkan penjualan serta membangun kekuatan finansial dalam jangka waktu pendek.
&amp;nbsp;
Rangkaian mesin SUV DBX bertipe V8 twin-turbocharged dengan kapasitas 4.0 L, yang juga terpasang pada model DB11 dan Vantage. Bekal dapur pacu buatan Mercedes-Benz tersebut, mampu mengeluarkan tenaga sebesar 542 Hp beserta torsi puncak hingga 700 Nm.</content:encoded></item></channel></rss>
