<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menakar Biaya Perbaikan Mobil Menumpuk yang Terseret Arus Banjir </title><description>Mobil yang terkena banjir dan bertumpuk di Bekasi mengalami kerusakan yang cukup parah.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/03/52/2148873/menakar-biaya-perbaikan-mobil-menumpuk-yang-terseret-arus-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/03/52/2148873/menakar-biaya-perbaikan-mobil-menumpuk-yang-terseret-arus-banjir"/><item><title>Menakar Biaya Perbaikan Mobil Menumpuk yang Terseret Arus Banjir </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/03/52/2148873/menakar-biaya-perbaikan-mobil-menumpuk-yang-terseret-arus-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2020/01/03/52/2148873/menakar-biaya-perbaikan-mobil-menumpuk-yang-terseret-arus-banjir</guid><pubDate>Jum'at 03 Januari 2020 14:21 WIB</pubDate><dc:creator>Medikantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/03/52/2148873/menakar-biaya-perbaikan-mobil-menumpuk-yang-terseret-arus-banjir-5uNHqwvUC4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil bertumpuk setelah terseret arus banjir (foto: Heru/Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/03/52/2148873/menakar-biaya-perbaikan-mobil-menumpuk-yang-terseret-arus-banjir-5uNHqwvUC4.jpg</image><title>Mobil bertumpuk setelah terseret arus banjir (foto: Heru/Okezone) </title></images><description>
JAKARTA - Tumpukkan mobil dari berbagai model yang menjadi korban banjir yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu. Kini menjadi pemandangan di kawasan Jati Asih, Bekasi beberapa mobil yang tampak bertumpuk di tengah jalan menjadi pemandangan unik bagi warga setempat.

Dari beberapa mobil yang tertumpuk, hampir seluruh mobil terlihat mengalami kerusakan cukup parah, bahkan dari beberapa mobil terdapat penyok di bodi akibat benturan sesama benda saat terjadinya banjir.
&amp;nbsp;
Dengan kerusakan tersebut, pemilik kendaraan dipastikan akan mengalami kerugian materiel yang cukup besar. Para pemilik mobil tentu harus melakukan perbaikan bodi, interior hingga sektor mesin yang telah terendam air.
&amp;nbsp;
Secara kalkulasi meski biaya kerusakan tersebut tidak bisa dikalkulasi secara pasti, namun kerugian yang harus dikeluarkan pemilik mobil bukan angka yang kecil. &quot;Untuk kerusakan kita tidak bisa menerka, semuanya harus melalui diagnosa kerusakan apa saja yang terjadi pada mobil, jadi tidak bisa diperkirakan melalui hitungan pasti,&quot; ungkap Didi Ahadi  Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM).


Sebagai gambaran, biaya untuk perbaikan ketika mobil terendam banjir adalah mengecek kondisi oli, kelistrikan pada mobil, dan transmisi mesin serta dari biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki mobil tersebut tergantung dari tingkat kerusakannya.



&amp;ldquo;Kalau untuk kerusakan yang tidak terlalu parah biasanya dikenakan harga yang berkisar Rp500 &amp;ndash; Rp700 ribuan untuk penggantian oli mesin dan oli transmisi,&amp;ldquo; ungkap Hermas Prabowo dari bengkel Worner Matic saat dihubungi Okezone.


&amp;nbsp;
Kerusakan yang cukup parah yakni ada pada Electronic Control Unit (ECU) juga menjadi salah satu hal yang terparah jika mobil tersebut terendam banjir. Pasalnya jika ECU tersebut rusak, tak banyak yang bisa memperbaikinya dan harus diganti degan biaya yang cukup mahal.



&amp;ldquo;Untuk ECU jika harus diganti, memakan biaya paling murah Rp7 juta dan yang paling mahal bisa mencapai sekitar Rp20 juta rupiah,&amp;rdquo; tambahnya.



</description><content:encoded>
JAKARTA - Tumpukkan mobil dari berbagai model yang menjadi korban banjir yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu. Kini menjadi pemandangan di kawasan Jati Asih, Bekasi beberapa mobil yang tampak bertumpuk di tengah jalan menjadi pemandangan unik bagi warga setempat.

Dari beberapa mobil yang tertumpuk, hampir seluruh mobil terlihat mengalami kerusakan cukup parah, bahkan dari beberapa mobil terdapat penyok di bodi akibat benturan sesama benda saat terjadinya banjir.
&amp;nbsp;
Dengan kerusakan tersebut, pemilik kendaraan dipastikan akan mengalami kerugian materiel yang cukup besar. Para pemilik mobil tentu harus melakukan perbaikan bodi, interior hingga sektor mesin yang telah terendam air.
&amp;nbsp;
Secara kalkulasi meski biaya kerusakan tersebut tidak bisa dikalkulasi secara pasti, namun kerugian yang harus dikeluarkan pemilik mobil bukan angka yang kecil. &quot;Untuk kerusakan kita tidak bisa menerka, semuanya harus melalui diagnosa kerusakan apa saja yang terjadi pada mobil, jadi tidak bisa diperkirakan melalui hitungan pasti,&quot; ungkap Didi Ahadi  Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM).


Sebagai gambaran, biaya untuk perbaikan ketika mobil terendam banjir adalah mengecek kondisi oli, kelistrikan pada mobil, dan transmisi mesin serta dari biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki mobil tersebut tergantung dari tingkat kerusakannya.



&amp;ldquo;Kalau untuk kerusakan yang tidak terlalu parah biasanya dikenakan harga yang berkisar Rp500 &amp;ndash; Rp700 ribuan untuk penggantian oli mesin dan oli transmisi,&amp;ldquo; ungkap Hermas Prabowo dari bengkel Worner Matic saat dihubungi Okezone.


&amp;nbsp;
Kerusakan yang cukup parah yakni ada pada Electronic Control Unit (ECU) juga menjadi salah satu hal yang terparah jika mobil tersebut terendam banjir. Pasalnya jika ECU tersebut rusak, tak banyak yang bisa memperbaikinya dan harus diganti degan biaya yang cukup mahal.



&amp;ldquo;Untuk ECU jika harus diganti, memakan biaya paling murah Rp7 juta dan yang paling mahal bisa mencapai sekitar Rp20 juta rupiah,&amp;rdquo; tambahnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
