<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengemudi Kurang Waspada Penyebab Lima Mobil Kecelakaan Beruntun di Tol Japek</title><description>Lima mobil alami kecelakaan perdana di tol layang japek karena pengemudi kurang waspada terhadap pergerakan pengemudi lain.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/12/23/52/2145340/pengemudi-kurang-waspada-penyebab-lima-mobil-kecelakaan-beruntun-di-tol-japek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2019/12/23/52/2145340/pengemudi-kurang-waspada-penyebab-lima-mobil-kecelakaan-beruntun-di-tol-japek"/><item><title>Pengemudi Kurang Waspada Penyebab Lima Mobil Kecelakaan Beruntun di Tol Japek</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/12/23/52/2145340/pengemudi-kurang-waspada-penyebab-lima-mobil-kecelakaan-beruntun-di-tol-japek</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2019/12/23/52/2145340/pengemudi-kurang-waspada-penyebab-lima-mobil-kecelakaan-beruntun-di-tol-japek</guid><pubDate>Senin 23 Desember 2019 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Medikantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/23/52/2145340/pengemudi-kurang-waspada-penyebab-lima-mobil-kecelakaan-beruntun-di-tol-japek-Dfz2NAsqSS.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kecelakaan di tol Jakarta-Cikampek (foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/23/52/2145340/pengemudi-kurang-waspada-penyebab-lima-mobil-kecelakaan-beruntun-di-tol-japek-Dfz2NAsqSS.jpeg</image><title>Kecelakaan di tol Jakarta-Cikampek (foto: ist)</title></images><description>
JAKARTA - Kemacetan yang terjadi di tol layang (elevated)&amp;nbsp; Jakarta-Cikampek akhir pekan lalu, rupanya diwarnai insiden kecelakaan beruntun. Tabrakan yang diduga menjadi insiden pertama sejak tol layang digunakan pada 15 Desember 2019 lalu, terjadi di KM 27 arah Cikampek.

Kecelakaan beruntun tersebut melibatkan lima unit kendaraan yang datang dari arah Jakarta. Beruntung kecelakaan tersebut tidak memakan korban jiwa, dimana pengemudi hanya mengalami luka ringan. Akibat tabrakan tersebut, lima mobil juga mengalami kerusakan cukup parah, dari benturan antar mobil yang terjadi
&amp;nbsp;
Dugaan penyebab kecelakaan disebut oleh pihak Jasa Marga, akibat pengendara gagal mengantisipasi pergerakan pengguna jalan lain di depannya. Sehingga terjadi insiden tabrak belakang sehingga menambah pelik situasi kepadatan di jalur tol layang sepanjang 38 kilometer tersebut.
&amp;nbsp;
Munculnya insiden kecelakaan perdana di ruas tol layang Jakarta-Cikampek tersebut mengingatkan kembali pentingnya kesiapan pengendara jelang berkendara di jalur tersebut. Risiko kehilangan konsentrasi pengendara saat melaju di jalur tersebut diungkapkan oleh Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu.
&amp;nbsp;
Peluang terjadinya kecelakaan akibat pengendara kehilangan konsentrasi wajar terjadi, terlebih dengan kondisi jalan tol layang itu yang cenderung monoton. &quot;Kondisi rute jalan yang monoton bisa menimbulkan sindrom highway hypnosis, semakin rentan terjadinya dengan kondisi jalur lurus serta jarak sampai 38 kilometer,&quot; kata Jusri.


Terdapat dua kata kunci yang bisa dipegang oleh pengemudi menurut Jusri, agar kecelakaan tidak terulang. Pertama, disiplin mematuhi ketertiban saat berada di jalur Japek tersebut. Kedua, mempersiapkan diri mengantisipasi kondisi jalan. Terlebih dengan situasi mengemudi yang monoton sekitar 38 Kilometer.

&amp;nbsp;

Kebanyakan pengendara menganggap remeh penggunaan jalan tol layang sendiri, dikarenakan model jalurnya bukan hal baru di Tanah Air. &quot;Meskipun bukan hal baru, jalan tol layang masih menyimpan risiko bagi pengendara kalau tidak waspada,&quot; ujar Jusri kepada Okezone.</description><content:encoded>
JAKARTA - Kemacetan yang terjadi di tol layang (elevated)&amp;nbsp; Jakarta-Cikampek akhir pekan lalu, rupanya diwarnai insiden kecelakaan beruntun. Tabrakan yang diduga menjadi insiden pertama sejak tol layang digunakan pada 15 Desember 2019 lalu, terjadi di KM 27 arah Cikampek.

Kecelakaan beruntun tersebut melibatkan lima unit kendaraan yang datang dari arah Jakarta. Beruntung kecelakaan tersebut tidak memakan korban jiwa, dimana pengemudi hanya mengalami luka ringan. Akibat tabrakan tersebut, lima mobil juga mengalami kerusakan cukup parah, dari benturan antar mobil yang terjadi
&amp;nbsp;
Dugaan penyebab kecelakaan disebut oleh pihak Jasa Marga, akibat pengendara gagal mengantisipasi pergerakan pengguna jalan lain di depannya. Sehingga terjadi insiden tabrak belakang sehingga menambah pelik situasi kepadatan di jalur tol layang sepanjang 38 kilometer tersebut.
&amp;nbsp;
Munculnya insiden kecelakaan perdana di ruas tol layang Jakarta-Cikampek tersebut mengingatkan kembali pentingnya kesiapan pengendara jelang berkendara di jalur tersebut. Risiko kehilangan konsentrasi pengendara saat melaju di jalur tersebut diungkapkan oleh Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu.
&amp;nbsp;
Peluang terjadinya kecelakaan akibat pengendara kehilangan konsentrasi wajar terjadi, terlebih dengan kondisi jalan tol layang itu yang cenderung monoton. &quot;Kondisi rute jalan yang monoton bisa menimbulkan sindrom highway hypnosis, semakin rentan terjadinya dengan kondisi jalur lurus serta jarak sampai 38 kilometer,&quot; kata Jusri.


Terdapat dua kata kunci yang bisa dipegang oleh pengemudi menurut Jusri, agar kecelakaan tidak terulang. Pertama, disiplin mematuhi ketertiban saat berada di jalur Japek tersebut. Kedua, mempersiapkan diri mengantisipasi kondisi jalan. Terlebih dengan situasi mengemudi yang monoton sekitar 38 Kilometer.

&amp;nbsp;

Kebanyakan pengendara menganggap remeh penggunaan jalan tol layang sendiri, dikarenakan model jalurnya bukan hal baru di Tanah Air. &quot;Meskipun bukan hal baru, jalan tol layang masih menyimpan risiko bagi pengendara kalau tidak waspada,&quot; ujar Jusri kepada Okezone.</content:encoded></item></channel></rss>
