<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>90 Persen Pengemudi Mobil Inginkan Teknologi Otonom Tetap Gunakan Stir</title><description>Teknologi mobil otonom diharapkan masih tetap memiliki stir kemudi di mobil untuk tetap meraskaan sensasi tersendiri.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/11/10/52/2127968/90-persen-pengemudi-mobil-inginkan-teknologi-otonom-tetap-gunakan-stir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2019/11/10/52/2127968/90-persen-pengemudi-mobil-inginkan-teknologi-otonom-tetap-gunakan-stir"/><item><title>90 Persen Pengemudi Mobil Inginkan Teknologi Otonom Tetap Gunakan Stir</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/11/10/52/2127968/90-persen-pengemudi-mobil-inginkan-teknologi-otonom-tetap-gunakan-stir</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2019/11/10/52/2127968/90-persen-pengemudi-mobil-inginkan-teknologi-otonom-tetap-gunakan-stir</guid><pubDate>Minggu 10 November 2019 11:19 WIB</pubDate><dc:creator>Ardimo Harsa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/10/52/2127968/90-persen-pengemudi-mobil-inginkan-teknologi-otonom-tetap-gunakan-stir-OovnTXsJOj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil otonom diinginkan tetap menggunakan stir (foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/10/52/2127968/90-persen-pengemudi-mobil-inginkan-teknologi-otonom-tetap-gunakan-stir-OovnTXsJOj.jpg</image><title>Mobil otonom diinginkan tetap menggunakan stir (foto: Ist)</title></images><description>

NEW YORK &amp;ndash; Survei yang dilakukan SAE International menunjukkan bahwa publik mulai menunjukan dukungan terhadap mobil otonom. Namun kebanyakan dari mereka masih ingin mengendalikan mobil ketimbang membiarkan mobil berjalan sendiri, demikian dikutip dari Carscoops.

Survei dilakukan terhadap 1,395 responden dalam 4 kali sesi uji coba di mana responden tercatat melakukan perjalanan dengan mobil otonom sebanyak 2.000 kali selama November 2017 hingga April 2019 di Los Angeles, Detroit, dan 2 lokasi di Florida. Sesi uji coba ini menguji respon peserta sebelum dan sesudah melakukan perjalanan, dengan pertanyaan survei yang berbasis dari jenis mobil yang digunakan dan bagaimana pengguna menggunakan kendaraan.
&amp;nbsp;
SAE melakukan rekruitmen responden dengan menghubungi langsung calon responden. Responden kemudian diberi uji coba fitur Level 3 dan Level 4 mobil otonom seperti fitur mobil yang bisa menyalakan dan mematikan mesin sendiri serta mampu berakselerasi dan mengerem sendiri. Untuk keamanan, dalam tiap uji coba selalu ada seorang pengemudi di dalam kendaraan.
&amp;nbsp;
Hasilnya, meski hanya 6% responden yang sudah pernah mencoba mobil otonom sebelumnya, 82% mengaku tertarik dengan teknologi ini dan bahkan hampir 10% responden menyatakan makin tertarik dengan teknologi ini setelah uji coba. Namun 73% responden mengaku tetap ingin mengendalikan kendaraannya. Sementara 92% responded juga mengatakan bahwa mobil otonom harus memiliki fitur pengereman darurat.


Survei ini juga menyatakan bahwa 76% responden akan mencoba kembali berkendara dengan mobil otonom di masa depan dan 76% mengaku bahwa menumpangi mobil otonom memberikan pengalaman serupa bahkan lebih baik dari menumpang mobil yang disupiri manusia.



37% responden mengatakan bahwa keunggulan utama mobil otonom adalah mengurangi kematian yang disebakan oleh kecelakaan. 31% lainnya mengaku bahwa mobil otonom dapat membantu mobilitas lansia dan difabel, dengan 12% lainnya mengatakan mobil otonom dapat mengurangi waktu tempuh berkendara.
&amp;nbsp;


Survei yang dilakukan setelah melakukan perjalanan juga menyatakan bahwa 72% responden telah melihat mobil yang memiliki fitur serupa dengan mobil otonom.



SAE mengatakan bahwa konsumen cukup antusias dengan kehadiran mobil otonom. Namun konsumen berharap mobil otonom akan jauh lebih aman dari mobil biasa dan tiap konsumen memiliki perbedaan pilihan merek kendaraan.</description><content:encoded>

NEW YORK &amp;ndash; Survei yang dilakukan SAE International menunjukkan bahwa publik mulai menunjukan dukungan terhadap mobil otonom. Namun kebanyakan dari mereka masih ingin mengendalikan mobil ketimbang membiarkan mobil berjalan sendiri, demikian dikutip dari Carscoops.

Survei dilakukan terhadap 1,395 responden dalam 4 kali sesi uji coba di mana responden tercatat melakukan perjalanan dengan mobil otonom sebanyak 2.000 kali selama November 2017 hingga April 2019 di Los Angeles, Detroit, dan 2 lokasi di Florida. Sesi uji coba ini menguji respon peserta sebelum dan sesudah melakukan perjalanan, dengan pertanyaan survei yang berbasis dari jenis mobil yang digunakan dan bagaimana pengguna menggunakan kendaraan.
&amp;nbsp;
SAE melakukan rekruitmen responden dengan menghubungi langsung calon responden. Responden kemudian diberi uji coba fitur Level 3 dan Level 4 mobil otonom seperti fitur mobil yang bisa menyalakan dan mematikan mesin sendiri serta mampu berakselerasi dan mengerem sendiri. Untuk keamanan, dalam tiap uji coba selalu ada seorang pengemudi di dalam kendaraan.
&amp;nbsp;
Hasilnya, meski hanya 6% responden yang sudah pernah mencoba mobil otonom sebelumnya, 82% mengaku tertarik dengan teknologi ini dan bahkan hampir 10% responden menyatakan makin tertarik dengan teknologi ini setelah uji coba. Namun 73% responden mengaku tetap ingin mengendalikan kendaraannya. Sementara 92% responded juga mengatakan bahwa mobil otonom harus memiliki fitur pengereman darurat.


Survei ini juga menyatakan bahwa 76% responden akan mencoba kembali berkendara dengan mobil otonom di masa depan dan 76% mengaku bahwa menumpangi mobil otonom memberikan pengalaman serupa bahkan lebih baik dari menumpang mobil yang disupiri manusia.



37% responden mengatakan bahwa keunggulan utama mobil otonom adalah mengurangi kematian yang disebakan oleh kecelakaan. 31% lainnya mengaku bahwa mobil otonom dapat membantu mobilitas lansia dan difabel, dengan 12% lainnya mengatakan mobil otonom dapat mengurangi waktu tempuh berkendara.
&amp;nbsp;


Survei yang dilakukan setelah melakukan perjalanan juga menyatakan bahwa 72% responden telah melihat mobil yang memiliki fitur serupa dengan mobil otonom.



SAE mengatakan bahwa konsumen cukup antusias dengan kehadiran mobil otonom. Namun konsumen berharap mobil otonom akan jauh lebih aman dari mobil biasa dan tiap konsumen memiliki perbedaan pilihan merek kendaraan.</content:encoded></item></channel></rss>
