<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenali Risiko Terjadinya Kecelakaan pada Pengendara Motor saat Hujan   </title><description>Berkendara saat musim hujan harus memperhatikan berbagai aspek keselamatan di jalan raya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/10/29/87/2123042/kenali-risiko-terjadinya-kecelakaan-pada-pengendara-motor-saat-hujan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2019/10/29/87/2123042/kenali-risiko-terjadinya-kecelakaan-pada-pengendara-motor-saat-hujan"/><item><title>Kenali Risiko Terjadinya Kecelakaan pada Pengendara Motor saat Hujan   </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/10/29/87/2123042/kenali-risiko-terjadinya-kecelakaan-pada-pengendara-motor-saat-hujan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2019/10/29/87/2123042/kenali-risiko-terjadinya-kecelakaan-pada-pengendara-motor-saat-hujan</guid><pubDate>Selasa 29 Oktober 2019 12:27 WIB</pubDate><dc:creator>Mufrod</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/29/87/2123042/kenali-risiko-terjadinya-kecelakaan-pada-pengendara-motor-saat-hujan-IoJhfdyykw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">motor saat musim hujan (foto: ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/29/87/2123042/kenali-risiko-terjadinya-kecelakaan-pada-pengendara-motor-saat-hujan-IoJhfdyykw.jpg</image><title>motor saat musim hujan (foto: ist) </title></images><description>
JAKARTA - Intensitas hujan yang mulai terjadi belakangan ini harus disikapi hati-hati untuk seluruh pengendara sepeda motor. Memaksakan berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan basah saat dan setelah hujan berisiko tingggi terjadinya kecelakaan.
Saat berkendara di jalan licin setelah hujan, bikers tak cukup mengurangi kecepatan saja. Dalam kondisi jalan basah dan licin diperlukan teknis berkendara dan perhitungan jarak antara kendaraan secara cermat. Hal tersebut bertujuan meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan saat kondisi jalan basah.

&amp;nbsp;
Hal yang paling penting dan dilupakan banyak pengemudi motor saat musim hujan yakni tidak menjaga jarak aman antara kendaraan. Kebiasaan tersebut sering dilupakan banyak bikers karena terbiasa tidak menjaga jarak aman saat berkendara di jalan kering.
&amp;nbsp;
Idealnya untuk menjaga jarak aman, agar pengereman maksimal yakni sekira satu meter dari posisi kendaraan lainnya. Jika ruang laju kecil ada risiko tabrakan ataupun kendaraan jatuh karena kondisi jalan licin.


Hal ini pula yang sering membuat banyak pengendara tergelincir di atas permukaan aspal karena memaksa laju kendaraan berhenti dengan jarak dekat dari pengendara lainnya.

&amp;nbsp;

Untuk tetap aman saat berkendara di musim hujan, pengendara idealnya bisa menjaga kecepatan kendaraan antara 30 hingga 40 km/jam dan tetap memperhatikan kondisi jalan terutama jalan berlubang yang tertutup genangan air.</description><content:encoded>
JAKARTA - Intensitas hujan yang mulai terjadi belakangan ini harus disikapi hati-hati untuk seluruh pengendara sepeda motor. Memaksakan berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan basah saat dan setelah hujan berisiko tingggi terjadinya kecelakaan.
Saat berkendara di jalan licin setelah hujan, bikers tak cukup mengurangi kecepatan saja. Dalam kondisi jalan basah dan licin diperlukan teknis berkendara dan perhitungan jarak antara kendaraan secara cermat. Hal tersebut bertujuan meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan saat kondisi jalan basah.

&amp;nbsp;
Hal yang paling penting dan dilupakan banyak pengemudi motor saat musim hujan yakni tidak menjaga jarak aman antara kendaraan. Kebiasaan tersebut sering dilupakan banyak bikers karena terbiasa tidak menjaga jarak aman saat berkendara di jalan kering.
&amp;nbsp;
Idealnya untuk menjaga jarak aman, agar pengereman maksimal yakni sekira satu meter dari posisi kendaraan lainnya. Jika ruang laju kecil ada risiko tabrakan ataupun kendaraan jatuh karena kondisi jalan licin.


Hal ini pula yang sering membuat banyak pengendara tergelincir di atas permukaan aspal karena memaksa laju kendaraan berhenti dengan jarak dekat dari pengendara lainnya.

&amp;nbsp;

Untuk tetap aman saat berkendara di musim hujan, pengendara idealnya bisa menjaga kecepatan kendaraan antara 30 hingga 40 km/jam dan tetap memperhatikan kondisi jalan terutama jalan berlubang yang tertutup genangan air.</content:encoded></item></channel></rss>
