<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perhatikan Risiko Gunakan BBM Oktan Rendah pada Motor Berkompresi Tinggi</title><description>Salah satu contoh motor bermesin kompresi tinggi adalah Vespa GTS Super Tech 300.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/10/01/53/2111376/perhatikan-risiko-gunakan-bbm-oktan-rendah-pada-motor-berkompresi-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2019/10/01/53/2111376/perhatikan-risiko-gunakan-bbm-oktan-rendah-pada-motor-berkompresi-tinggi"/><item><title>Perhatikan Risiko Gunakan BBM Oktan Rendah pada Motor Berkompresi Tinggi</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/10/01/53/2111376/perhatikan-risiko-gunakan-bbm-oktan-rendah-pada-motor-berkompresi-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2019/10/01/53/2111376/perhatikan-risiko-gunakan-bbm-oktan-rendah-pada-motor-berkompresi-tinggi</guid><pubDate>Selasa 01 Oktober 2019 11:02 WIB</pubDate><dc:creator>Medikantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/01/53/2111376/perhatikan-risiko-gunakan-bbm-oktan-rendah-pada-motor-berkompresi-tinggi-Y7Zq7EGPjv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vespa GTS Super Tech 300 memiliki mesin berkompresi tinggi dengan tipe HPE (Foto: Okezone.com/Medikantyo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/01/53/2111376/perhatikan-risiko-gunakan-bbm-oktan-rendah-pada-motor-berkompresi-tinggi-Y7Zq7EGPjv.jpg</image><title>Vespa GTS Super Tech 300 memiliki mesin berkompresi tinggi dengan tipe HPE (Foto: Okezone.com/Medikantyo)</title></images><description>JAKARTA - Penggunaan bahan bakar beroktan tinggi memiliki pengaruh kepada performa mesin High Performance Engine (HPE) milik Vespa GTS Super Tech 300. Pasalnya, bahan bakar dengan oktan rendah tidak bisa berkompromi dengan rasio kompresi besar mesin terbaru keluaran Vespa itu.

Anjuran bahan bakar yang tepat bagi skuter tersebut menurut Technical Training Manager PT Piaggio Indonesia, Yudi Riswanto, setidaknya memiliki nilai oktan 92. &quot;Kalau bisa lebih, karena lebih tinggi nilai oktannya menandakan ketahanan terhadap rasio kompresmi mesin besar,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Rasio kompresi mesin HPE, yang pertama kali hadir di Indonesia melalui model Vespa GTS Super Tech 300 ini, menyentuh angka 11,5. Angka kompresi bahan bakar besar pun dimiliki anggota lini skuter Vespa lain seperti Sprint 150 i-get dengan nilai kompresi sekitar 10,5 yang artinya juga membutuhkan bahan bakar berkualitas.

Pemakaian bahan bakar dengan oktan lebih rendah hanya akan memberi efek buruk kepada mesin generasi terbaru Vespa. &quot;Bahkan, sebelum mendapat tekanan dari mesin bahan bakar dengan oktan rendah sudah meledak lebih dulu sehingga tidak memberi tenaga kepada pengapian,&quot; kata Yudi melanjutkan.
&amp;nbsp;
Dalam jangka panjang, jika konsumsi bahan bakar tersebut berlanjut tentunya berujung pada penurunan kualitas mesin. &quot;Ibaratnya mesin tersebut ujungnya marah saat diberi bahan bakar oktan rendah. Bukan tidak mungkin komponen mesin akan retak hingga cuil di beberapa bagian,&quot; ujar Yudi.</description><content:encoded>JAKARTA - Penggunaan bahan bakar beroktan tinggi memiliki pengaruh kepada performa mesin High Performance Engine (HPE) milik Vespa GTS Super Tech 300. Pasalnya, bahan bakar dengan oktan rendah tidak bisa berkompromi dengan rasio kompresi besar mesin terbaru keluaran Vespa itu.

Anjuran bahan bakar yang tepat bagi skuter tersebut menurut Technical Training Manager PT Piaggio Indonesia, Yudi Riswanto, setidaknya memiliki nilai oktan 92. &quot;Kalau bisa lebih, karena lebih tinggi nilai oktannya menandakan ketahanan terhadap rasio kompresmi mesin besar,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Rasio kompresi mesin HPE, yang pertama kali hadir di Indonesia melalui model Vespa GTS Super Tech 300 ini, menyentuh angka 11,5. Angka kompresi bahan bakar besar pun dimiliki anggota lini skuter Vespa lain seperti Sprint 150 i-get dengan nilai kompresi sekitar 10,5 yang artinya juga membutuhkan bahan bakar berkualitas.

Pemakaian bahan bakar dengan oktan lebih rendah hanya akan memberi efek buruk kepada mesin generasi terbaru Vespa. &quot;Bahkan, sebelum mendapat tekanan dari mesin bahan bakar dengan oktan rendah sudah meledak lebih dulu sehingga tidak memberi tenaga kepada pengapian,&quot; kata Yudi melanjutkan.
&amp;nbsp;
Dalam jangka panjang, jika konsumsi bahan bakar tersebut berlanjut tentunya berujung pada penurunan kualitas mesin. &quot;Ibaratnya mesin tersebut ujungnya marah saat diberi bahan bakar oktan rendah. Bukan tidak mungkin komponen mesin akan retak hingga cuil di beberapa bagian,&quot; ujar Yudi.</content:encoded></item></channel></rss>
