<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NASA Berencana Bikin Teleskop Rp8,5 Triliun untuk Deteksi Asteroid</title><description>Badan Antariksa Amerika NASA berencana untuk membuat teleskop luar angkasa dengan biaya USD600 juta atau Rp8,5 triliun.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/09/28/56/2110464/nasa-berencana-bikin-teleskop-rp8-5-triliun-untuk-deteksi-asteroid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2019/09/28/56/2110464/nasa-berencana-bikin-teleskop-rp8-5-triliun-untuk-deteksi-asteroid"/><item><title>NASA Berencana Bikin Teleskop Rp8,5 Triliun untuk Deteksi Asteroid</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/09/28/56/2110464/nasa-berencana-bikin-teleskop-rp8-5-triliun-untuk-deteksi-asteroid</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2019/09/28/56/2110464/nasa-berencana-bikin-teleskop-rp8-5-triliun-untuk-deteksi-asteroid</guid><pubDate>Sabtu 28 September 2019 16:13 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/28/56/2110464/nasa-berencana-bikin-teleskop-rp8-5-triliun-untuk-deteksi-asteroid-9epHzzUyJU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Express)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/28/56/2110464/nasa-berencana-bikin-teleskop-rp8-5-triliun-untuk-deteksi-asteroid-9epHzzUyJU.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Express)</title></images><description>JAKARTA- Badan Antariksa Amerika NASA berencana untuk membuat teleskop luar angkasa  dengan biaya USD600 juta atau Rp8,5 triliun. Teleskop tersebut akan digunakan untuk mendeteksi asteroid di jalur tabrakan dengan Bumi.
Dilansir dari laman Express, Sabtu (28/9/2019) NASA mengumumkan rencana tersebut setelah sebuah asteroid, yang mampu menghancurkan sebuah kota hampir bertabrakan dengan Bumi dua bulan lalu.  Parahnya, asteroid itu hanya terdeteksi sehari sebelum memasuki sekitar Bumi.
Menurut petugas pertahanan planet NASA, Lindley Johnson asteroid menyelinap tanpa diketahui karena keterbatasan jaringan survei.

Selain itu, manajer Pusat Studi Dekat-Bumi NASA Paul Chodas mengatakan mengatakan objek ini lolos dari serangkaian jaring penangkapan kami.
Chodas menambahkan: &quot;Saya ingin tahu berapa kali situasi ini terjadi tanpa asteroid ditemukan sama sekali.&quot;
NASA pun berharap teleskop baru mampu  mendeteksi asteroid dari jarak yang lebih jauh. Teleskop baru akan didasarkan pada konsep sebelumnya, NEOCam yang awalnya diusulkan pada 2013.
Teleskop baru juga diharapkan meningkatkan tingkat penemuan asteroid sebesar 65 persen dalam lima tahun pertama, menurut NASA. Angka itu bisa meningkat menjadi sekitar 90 persen dalam satu dekade peluncurannya.</description><content:encoded>JAKARTA- Badan Antariksa Amerika NASA berencana untuk membuat teleskop luar angkasa  dengan biaya USD600 juta atau Rp8,5 triliun. Teleskop tersebut akan digunakan untuk mendeteksi asteroid di jalur tabrakan dengan Bumi.
Dilansir dari laman Express, Sabtu (28/9/2019) NASA mengumumkan rencana tersebut setelah sebuah asteroid, yang mampu menghancurkan sebuah kota hampir bertabrakan dengan Bumi dua bulan lalu.  Parahnya, asteroid itu hanya terdeteksi sehari sebelum memasuki sekitar Bumi.
Menurut petugas pertahanan planet NASA, Lindley Johnson asteroid menyelinap tanpa diketahui karena keterbatasan jaringan survei.

Selain itu, manajer Pusat Studi Dekat-Bumi NASA Paul Chodas mengatakan mengatakan objek ini lolos dari serangkaian jaring penangkapan kami.
Chodas menambahkan: &quot;Saya ingin tahu berapa kali situasi ini terjadi tanpa asteroid ditemukan sama sekali.&quot;
NASA pun berharap teleskop baru mampu  mendeteksi asteroid dari jarak yang lebih jauh. Teleskop baru akan didasarkan pada konsep sebelumnya, NEOCam yang awalnya diusulkan pada 2013.
Teleskop baru juga diharapkan meningkatkan tingkat penemuan asteroid sebesar 65 persen dalam lima tahun pertama, menurut NASA. Angka itu bisa meningkat menjadi sekitar 90 persen dalam satu dekade peluncurannya.</content:encoded></item></channel></rss>
