<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terkait Kecelakaan di Tol Sentul, Simak 6 Manfaat Cek Tekanan Ban Mobil </title><description>Kecelakaan di tol Jagorawi, Sentul, akibat pecah ban membuat pentingnya pemilik mobil melakukan pengecekan angin dan kondisi ban mobil.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/09/15/87/2105042/terkait-kecelakaan-di-tol-sentul-simak-6-manfaat-cek-tekanan-ban-mobil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2019/09/15/87/2105042/terkait-kecelakaan-di-tol-sentul-simak-6-manfaat-cek-tekanan-ban-mobil"/><item><title>Terkait Kecelakaan di Tol Sentul, Simak 6 Manfaat Cek Tekanan Ban Mobil </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/09/15/87/2105042/terkait-kecelakaan-di-tol-sentul-simak-6-manfaat-cek-tekanan-ban-mobil</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2019/09/15/87/2105042/terkait-kecelakaan-di-tol-sentul-simak-6-manfaat-cek-tekanan-ban-mobil</guid><pubDate>Minggu 15 September 2019 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Mufrod</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/15/87/2105042/terkait-kecelakaan-di-tol-sentul-simak-6-manfaat-cek-tekanan-ban-mobil-PVnItR4hi1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kecelakaan tunggal di tol Jagorawi akibat ban pecah (foto: Jasa Marga) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/15/87/2105042/terkait-kecelakaan-di-tol-sentul-simak-6-manfaat-cek-tekanan-ban-mobil-PVnItR4hi1.jpg</image><title>Kecelakaan tunggal di tol Jagorawi akibat ban pecah (foto: Jasa Marga) </title></images><description>
JAKARTA - Melakukan pengecekan tekanan angin pada mobil, terkadang sering diabaikan pemilik mobil. Salah satu pengecekan ini justru dinilai sangat penting untuk menunjang kenyamanan dan keamanan saat melakukan perjalanan menggunakan kendaraan roda empat.

Pada kondisi tertentu pengemudi sering mengabaikan tekanan angin ban mobil, dan memaksakan kapasitas penumpang maksimal sehingga beban ban mobil bertambah dan membutuhkan prima.
&amp;nbsp;
Jika pengecekan tekanan angin dan kondisi ban tidak dilakukan, dan memaksakan kapasitas mobil dengan penumpang banyak, pada saat melaju dengan kecepatan tinggi, risiko terjadinya pecah ban dan kecelakaan tentu tak bisa dihindari.
&amp;nbsp;
Melakukan pengecekan tekanan ban menurut laman Astraworld.com, menyebut ada beberapa manfaat menjaga tekanan angin ban mobil untuk selalu dalam kondisi normal. Berikut ini pemaparannya:


1. Memperpanjang umur ban



Jika sering diperiksa, maka ban lebih awet dan tidak mudah retak. Pasalnya, ban yang mengalami kurang tekanan angin bisa lebih cepat retak terutama pada sisi samping. Retakan terjadi ketikan beban berlebih namun mobil terus dikemudikan dengan kondisi ban kempis.
&amp;nbsp;


2. Hemat bahan bakar



Ban yang tekanan anginnya pas akan mengurangi beban mesin. Jika angin dalam ban kurang, maka permukaan tapak ban yang bergesekan dengan jalan akan bertambah lebar, akibatnya beban mesin akan bertambah dan konsumsi bahan bakar semakin banyak.

&amp;nbsp;

3. Menambah kenyamanan



Ban yang terlalu kencang tekanan anginnya biasanya akan menyebabkan bunyi dengung ketika berjalan, sementara yang kurang angin juga membuat adanya bunyi turbulensi. Bunyi dari ban bisa masuk ke kabin dan pastinya akan menggangu kenyamanan berkendara.




4. Mempermudah kontrol kemudi







Kurangnya tekanan ban depan bisa membuat lingkar kemudi terasa lebih berat. Tekanan yang tidak sama antara ban depan sisi kiri dan kanan juga akan mengakibatkan setir sulit dikendalikan, ban cenderung mengarah ke posisi ban yang tekanannya kurang.



&amp;nbsp;



5. Meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan







Tekanan angin berlebih atau bahkan kurang merupakan salah satu penyebab terjadinya ban pecah, selain kembang ban yang sudah tipis atau aus. Oleh karena itu, jagalah tekanan ban sesuai dengan buku petunjuk pemilik kendaraan.





&amp;nbsp;

6. Jangan kurangi tekanan angin saat mengemudi di cuaca hujan







Banyak pengguna kendaraan yang beranggapan bahwa mengurangi tekanan ban saat hujan bisa memaksimalkan kinerja dari kembangan ban untuk membuang air, padahal ini salah besar. Jika tekanan angin dikurangi saat melintasi jalan basah dapat mengurangi kinerja dari ban itu sendiri, terutama ban mobil.







Harus diketahui juga bahwa ketika berkendara dalam kondisi cuaca panas maka secara otomatis tekanan ban akan bertambah hingga 5 PSI. Sedangkan saat cuaca dingin atau hujan, tekanan ban bertambah hanya 2-3 Psi.</description><content:encoded>
JAKARTA - Melakukan pengecekan tekanan angin pada mobil, terkadang sering diabaikan pemilik mobil. Salah satu pengecekan ini justru dinilai sangat penting untuk menunjang kenyamanan dan keamanan saat melakukan perjalanan menggunakan kendaraan roda empat.

Pada kondisi tertentu pengemudi sering mengabaikan tekanan angin ban mobil, dan memaksakan kapasitas penumpang maksimal sehingga beban ban mobil bertambah dan membutuhkan prima.
&amp;nbsp;
Jika pengecekan tekanan angin dan kondisi ban tidak dilakukan, dan memaksakan kapasitas mobil dengan penumpang banyak, pada saat melaju dengan kecepatan tinggi, risiko terjadinya pecah ban dan kecelakaan tentu tak bisa dihindari.
&amp;nbsp;
Melakukan pengecekan tekanan ban menurut laman Astraworld.com, menyebut ada beberapa manfaat menjaga tekanan angin ban mobil untuk selalu dalam kondisi normal. Berikut ini pemaparannya:


1. Memperpanjang umur ban



Jika sering diperiksa, maka ban lebih awet dan tidak mudah retak. Pasalnya, ban yang mengalami kurang tekanan angin bisa lebih cepat retak terutama pada sisi samping. Retakan terjadi ketikan beban berlebih namun mobil terus dikemudikan dengan kondisi ban kempis.
&amp;nbsp;


2. Hemat bahan bakar



Ban yang tekanan anginnya pas akan mengurangi beban mesin. Jika angin dalam ban kurang, maka permukaan tapak ban yang bergesekan dengan jalan akan bertambah lebar, akibatnya beban mesin akan bertambah dan konsumsi bahan bakar semakin banyak.

&amp;nbsp;

3. Menambah kenyamanan



Ban yang terlalu kencang tekanan anginnya biasanya akan menyebabkan bunyi dengung ketika berjalan, sementara yang kurang angin juga membuat adanya bunyi turbulensi. Bunyi dari ban bisa masuk ke kabin dan pastinya akan menggangu kenyamanan berkendara.




4. Mempermudah kontrol kemudi







Kurangnya tekanan ban depan bisa membuat lingkar kemudi terasa lebih berat. Tekanan yang tidak sama antara ban depan sisi kiri dan kanan juga akan mengakibatkan setir sulit dikendalikan, ban cenderung mengarah ke posisi ban yang tekanannya kurang.



&amp;nbsp;



5. Meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan







Tekanan angin berlebih atau bahkan kurang merupakan salah satu penyebab terjadinya ban pecah, selain kembang ban yang sudah tipis atau aus. Oleh karena itu, jagalah tekanan ban sesuai dengan buku petunjuk pemilik kendaraan.





&amp;nbsp;

6. Jangan kurangi tekanan angin saat mengemudi di cuaca hujan







Banyak pengguna kendaraan yang beranggapan bahwa mengurangi tekanan ban saat hujan bisa memaksimalkan kinerja dari kembangan ban untuk membuang air, padahal ini salah besar. Jika tekanan angin dikurangi saat melintasi jalan basah dapat mengurangi kinerja dari ban itu sendiri, terutama ban mobil.







Harus diketahui juga bahwa ketika berkendara dalam kondisi cuaca panas maka secara otomatis tekanan ban akan bertambah hingga 5 PSI. Sedangkan saat cuaca dingin atau hujan, tekanan ban bertambah hanya 2-3 Psi.</content:encoded></item></channel></rss>
