<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>McLaren Ogah Mengekor Produksi Mobil SUV Seperti Lamborghini</title><description>McLaren hingga kini masih konsisten enggan memprouksi mobil SUV seperti pesaingnya Lamborghini yang telah memiliki Urus.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/09/13/52/2104610/mclaren-ogah-mengekor-produksi-mobil-suv-seperti-lamborghini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2019/09/13/52/2104610/mclaren-ogah-mengekor-produksi-mobil-suv-seperti-lamborghini"/><item><title>McLaren Ogah Mengekor Produksi Mobil SUV Seperti Lamborghini</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/09/13/52/2104610/mclaren-ogah-mengekor-produksi-mobil-suv-seperti-lamborghini</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2019/09/13/52/2104610/mclaren-ogah-mengekor-produksi-mobil-suv-seperti-lamborghini</guid><pubDate>Jum'at 13 September 2019 20:07 WIB</pubDate><dc:creator>Reven Rumenige</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/13/52/2104610/mclaren-ogah-mengekor-produksi-mobil-suv-seperti-lamborghini-CjfbLx1Czv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">supercar McLaren 720S (foto: Ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/13/52/2104610/mclaren-ogah-mengekor-produksi-mobil-suv-seperti-lamborghini-CjfbLx1Czv.jpg</image><title>supercar McLaren 720S (foto: Ist) </title></images><description>
LONDON - Penjualan mobil SUV dipasar global tak menggoda produsen McLaren untuk memproduksi mobil SUV seperti Lamborghini yang memiliki Urus dan Aston Martin DBX.&amp;nbsp;
Bahkan secara khusus McLaren akan tetap mempertahankan komitmennya, meski diakuinya jika ada konsumen yang memesan model SUV tidak akan mendapat tanggapan dari produsen yang bermarkas di Woking, Inggrid tersebut.

Hal tersebut diungkap langsung oleh Direktur Divisi Seri Olahraga McLaren Derren Goddard yang berpendapat bahwa SUV sama sekali tidak keren.
&amp;nbsp;
&quot;Tidak ada yang keren tentang kendaraan SUV,&quot; kata Goddard pada laman CarSales. &quot;Mereka semua hanya mengejar volume. Itu tidak murni. Berpikir tentang perbedaan antara produksi massal dan produk eksklusif sangat berbeda.&quot;


Setidaknya ada 3 alasan mengapa McLaren enggan terjun langsung dalam SUV, pertama, kehadiran SUV akan mengurangi kemurnian merek McLaren sebagai brand supercar. Kedua, McLaren mengakui bukan ahlinya di bidang SUV dan yang ketiga, kehadiran SUV tak bisa mendatangkan uang akibat biaya investasi yang sangat mahal.

&amp;nbsp;

Namun dengan demikian McLaren masih tetap percaya diri karena pada tahun 2018 penjual McLaren meningkat 43,9 persen dengan total 4.806 kendaraan . Itu lebih baik dari pada Rolls-Royce, yang menjual 4.107 kendaraan di tahun terbaiknya dan hanya tertinggal beberapa ribu di belakang Lamborghini yang menjual 5.750 kendaraan pada tahun 2018.

</description><content:encoded>
LONDON - Penjualan mobil SUV dipasar global tak menggoda produsen McLaren untuk memproduksi mobil SUV seperti Lamborghini yang memiliki Urus dan Aston Martin DBX.&amp;nbsp;
Bahkan secara khusus McLaren akan tetap mempertahankan komitmennya, meski diakuinya jika ada konsumen yang memesan model SUV tidak akan mendapat tanggapan dari produsen yang bermarkas di Woking, Inggrid tersebut.

Hal tersebut diungkap langsung oleh Direktur Divisi Seri Olahraga McLaren Derren Goddard yang berpendapat bahwa SUV sama sekali tidak keren.
&amp;nbsp;
&quot;Tidak ada yang keren tentang kendaraan SUV,&quot; kata Goddard pada laman CarSales. &quot;Mereka semua hanya mengejar volume. Itu tidak murni. Berpikir tentang perbedaan antara produksi massal dan produk eksklusif sangat berbeda.&quot;


Setidaknya ada 3 alasan mengapa McLaren enggan terjun langsung dalam SUV, pertama, kehadiran SUV akan mengurangi kemurnian merek McLaren sebagai brand supercar. Kedua, McLaren mengakui bukan ahlinya di bidang SUV dan yang ketiga, kehadiran SUV tak bisa mendatangkan uang akibat biaya investasi yang sangat mahal.

&amp;nbsp;

Namun dengan demikian McLaren masih tetap percaya diri karena pada tahun 2018 penjual McLaren meningkat 43,9 persen dengan total 4.806 kendaraan . Itu lebih baik dari pada Rolls-Royce, yang menjual 4.107 kendaraan di tahun terbaiknya dan hanya tertinggal beberapa ribu di belakang Lamborghini yang menjual 5.750 kendaraan pada tahun 2018.

</content:encoded></item></channel></rss>
