<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Hoaks, Kominfo Batasi Akses Internet di Papua</title><description>Kementerian Komunikasi dan Informtatika (Kominfo) melakukan pembatasan akses internet pada beberapa wilayah di Papua.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/08/19/54/2093985/cegah-hoaks-kominfo-batasi-akses-internet-di-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2019/08/19/54/2093985/cegah-hoaks-kominfo-batasi-akses-internet-di-papua"/><item><title>Cegah Hoaks, Kominfo Batasi Akses Internet di Papua</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/08/19/54/2093985/cegah-hoaks-kominfo-batasi-akses-internet-di-papua</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2019/08/19/54/2093985/cegah-hoaks-kominfo-batasi-akses-internet-di-papua</guid><pubDate>Senin 19 Agustus 2019 19:48 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/19/54/2093985/cegah-hoaks-kominfo-batasi-akses-internet-di-papua-yFNFrbpJ8P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Internet (Foto: Arstechnica)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/19/54/2093985/cegah-hoaks-kominfo-batasi-akses-internet-di-papua-yFNFrbpJ8P.jpg</image><title>Ilustrasi Internet (Foto: Arstechnica)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informtatika (Kominfo) melakukan pembatasan akses internet pada beberapa wilayah di Papua. Hal tersebut dilakukan lantaran adanya aksi masa di Manokwari, Jayapura, dan beberapa tempat lain.
&amp;ldquo;Pelambatan akses internet dilakukan secara bertahap sejak Senin (19/8) pukul 13.00 WIT,&amp;rdquo; kata Plt. Kepala Biro Humas Kemkominfo RI, Ferdinandus Setu dalam keterangan resminya, Senin (19/8/2019).
Ferdinandus juga mengungkapkan jika mulai malam ini sekira pukul 20.30 WIT akses sudah dipulihkan kembali. Adapun pembatasan akses internet ini untuk mencegah luasnya penyebaran hoaks yang memicu aksi.
&amp;nbsp;
Baca Juga: Ini Alasan Regulasi Nomor IMEI Belum Diterapkan pada 17 Agustus
&amp;ldquo;Sejauh ini Kominfo sudah mengindentifikasi 2 (dua) hoaks yakni hoaks foto papua tewas dipukul aparat di Surabaya dan hoaks yang menyebutkan bahwa Polres Surabaya menculik 2 orang pengantar makanan untuk mahasiswa Papua,&amp;rdquo; kata Ferdinandus.
Dia juga mengungkapkan jika Kominfo mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian berbasis SARA yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.
Baca Juga: Uji Coba Jaringan 5G Smartfren Capai Kecepatan 8,7 Gbps
Baca Juga: Fitur Terbaru Album dan Stiker Bakal Hadir di WhatsApp Web</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informtatika (Kominfo) melakukan pembatasan akses internet pada beberapa wilayah di Papua. Hal tersebut dilakukan lantaran adanya aksi masa di Manokwari, Jayapura, dan beberapa tempat lain.
&amp;ldquo;Pelambatan akses internet dilakukan secara bertahap sejak Senin (19/8) pukul 13.00 WIT,&amp;rdquo; kata Plt. Kepala Biro Humas Kemkominfo RI, Ferdinandus Setu dalam keterangan resminya, Senin (19/8/2019).
Ferdinandus juga mengungkapkan jika mulai malam ini sekira pukul 20.30 WIT akses sudah dipulihkan kembali. Adapun pembatasan akses internet ini untuk mencegah luasnya penyebaran hoaks yang memicu aksi.
&amp;nbsp;
Baca Juga: Ini Alasan Regulasi Nomor IMEI Belum Diterapkan pada 17 Agustus
&amp;ldquo;Sejauh ini Kominfo sudah mengindentifikasi 2 (dua) hoaks yakni hoaks foto papua tewas dipukul aparat di Surabaya dan hoaks yang menyebutkan bahwa Polres Surabaya menculik 2 orang pengantar makanan untuk mahasiswa Papua,&amp;rdquo; kata Ferdinandus.
Dia juga mengungkapkan jika Kominfo mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian berbasis SARA yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.
Baca Juga: Uji Coba Jaringan 5G Smartfren Capai Kecepatan 8,7 Gbps
Baca Juga: Fitur Terbaru Album dan Stiker Bakal Hadir di WhatsApp Web</content:encoded></item></channel></rss>
