<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berantas Hoaks, Instagram Bakal Hadirkan Fitur Tandai Posting-an</title><description>Pengguna Instagram di Amerika Serikat (AS) akan dapat melaporkan konten yang mereka anggap konten palsu.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/08/16/207/2092736/berantas-hoaks-instagram-bakal-hadirkan-fitur-tandai-posting-an</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2019/08/16/207/2092736/berantas-hoaks-instagram-bakal-hadirkan-fitur-tandai-posting-an"/><item><title>Berantas Hoaks, Instagram Bakal Hadirkan Fitur Tandai Posting-an</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/08/16/207/2092736/berantas-hoaks-instagram-bakal-hadirkan-fitur-tandai-posting-an</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2019/08/16/207/2092736/berantas-hoaks-instagram-bakal-hadirkan-fitur-tandai-posting-an</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2019 14:15 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/16/207/2092736/berantas-hoaks-instagram-bakal-hadirkan-fitur-tandai-posting-an-FnjeEx1BX4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: NeONBRAND/Unsplash)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/16/207/2092736/berantas-hoaks-instagram-bakal-hadirkan-fitur-tandai-posting-an-FnjeEx1BX4.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: NeONBRAND/Unsplash)</title></images><description>JAKARTA - Pengguna Instagram di Amerika Serikat (AS) akan dapat melaporkan konten yang mereka anggap konten palsu. Instagram bergabung dengan Facebook untuk melawan informasi yang salah di dunia maya, seperti dilaporkan Reuters.

Dilansir Time, Jumat (16/8/2019), fitur baru ini yang diumumkan pada Kamis akan memungkinkan pengguna aplikasi berbagi foto dan video itu menandai posting-an yang mencurigakan.

Konten yang ditandai tidak akan lagi tertampil di halaman 'explore' di Instagram. Konten itu bakal dihapuskan dari hasil pencarian hashtag.
&amp;nbsp;
Baca juga: 5 Smartphone dengan Kamera Pop-up Terbaik di 2019
Stephanie Otway, juru bicara perusahaan Facebook mengatakan fitur tersebut adalah &quot;langkah awal karena kami bekerja menuju pendekatan yang lebih komprehensif untuk menangani informasi yang salah&quot;.

Aplikasi ini sebelumnya telah melakukan upaya lain untuk menindak informasi yang salah. Pada Mei, Instagram memperkenalkan teknologi pemblokiran gambar.

Upaya Instagram untuk memerangi kesalahan informasi tertinggal dibandingkan dengan Facebook, yang memiliki 54 mitra pemeriksa fakta yang bekerja dalam 42 bahasa dan tahun lalu menghapus lebih dari 500 halaman yang menyebarkan konten palsu.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengguna Instagram di Amerika Serikat (AS) akan dapat melaporkan konten yang mereka anggap konten palsu. Instagram bergabung dengan Facebook untuk melawan informasi yang salah di dunia maya, seperti dilaporkan Reuters.

Dilansir Time, Jumat (16/8/2019), fitur baru ini yang diumumkan pada Kamis akan memungkinkan pengguna aplikasi berbagi foto dan video itu menandai posting-an yang mencurigakan.

Konten yang ditandai tidak akan lagi tertampil di halaman 'explore' di Instagram. Konten itu bakal dihapuskan dari hasil pencarian hashtag.
&amp;nbsp;
Baca juga: 5 Smartphone dengan Kamera Pop-up Terbaik di 2019
Stephanie Otway, juru bicara perusahaan Facebook mengatakan fitur tersebut adalah &quot;langkah awal karena kami bekerja menuju pendekatan yang lebih komprehensif untuk menangani informasi yang salah&quot;.

Aplikasi ini sebelumnya telah melakukan upaya lain untuk menindak informasi yang salah. Pada Mei, Instagram memperkenalkan teknologi pemblokiran gambar.

Upaya Instagram untuk memerangi kesalahan informasi tertinggal dibandingkan dengan Facebook, yang memiliki 54 mitra pemeriksa fakta yang bekerja dalam 42 bahasa dan tahun lalu menghapus lebih dari 500 halaman yang menyebarkan konten palsu.
</content:encoded></item></channel></rss>
