<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tata Motor Siap Kerjasama Kembangkan Teknologi Jaguar-Land Rover </title><description>Sebelumnya, Tata Motor dikabarkan hendak menjual kepemilikan Jaguar-Land Rover kepada grup asal Prancis.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/08/01/52/2086647/tata-motor-siap-kerjasama-kembangkan-teknologi-jaguar-land-rover</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2019/08/01/52/2086647/tata-motor-siap-kerjasama-kembangkan-teknologi-jaguar-land-rover"/><item><title>Tata Motor Siap Kerjasama Kembangkan Teknologi Jaguar-Land Rover </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/08/01/52/2086647/tata-motor-siap-kerjasama-kembangkan-teknologi-jaguar-land-rover</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2019/08/01/52/2086647/tata-motor-siap-kerjasama-kembangkan-teknologi-jaguar-land-rover</guid><pubDate>Kamis 01 Agustus 2019 22:54 WIB</pubDate><dc:creator>Medikantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/01/52/2086647/tata-motor-siap-kerjasama-kembangkan-teknologi-jaguar-land-rover-N5tYbZJ7Lw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lini Kendaraan Jaguar (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/01/52/2086647/tata-motor-siap-kerjasama-kembangkan-teknologi-jaguar-land-rover-N5tYbZJ7Lw.jpg</image><title>Lini Kendaraan Jaguar (Foto: Ist)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Tata Motors selaku induk perusahaan dari Jaguar Land Rovers, mulai membuka diri terhadap jalinan kerjasama dengan produsen kendaraan lain, untuk mendanai investasi teknologi mereka di masa mendatang. Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Tata Motors AGM, Natarajan Chandrasekaran.

Melakukan pendekatan dengan perusahaan lain menjadi upaya realistis bagi Jaguar Land Rover (JLR) dalam membiayai riset teknologi lebih lanjut. Termasuk keinginan untuk membuat kendaraan listrik, mobil tanpa pengemudi, serta layanan mobilitas bagi masyarakat nantinya. &amp;ldquo;Kami sudah harus bergeser dari mesin pembakaran internal menuju hybrid atau motor listrik,&amp;rdquo; ujar Chandradsekaran mengenai visi produsen tersebut.
&amp;nbsp;
Salah satu jalinan kerjasama yang mulai terwujud adalah persetujuan JLR dengan BMW Group untuk mengembangkan komponen sistem penggerak mobil listrik. Seperti dikutip dari Autocar, persetujuan tersebut memuat pasal yang memungkinkan kedua produsen berbagi teknologi motor penggerak kendaraan listrik. Bahkan, sejumlah model JLR mungkin akan dibangun dalam fasilitas pabrik mlik BMW.

Isu mengenai keinginan Tata Motors untuk melepas kepemilikan mereka di JLR menguat pada Mei lalu, dengan PSA Group asal Prancis muncul sebagai kandidat pembeli terkuat. Hal itu diperkuat dengan laporan keuangan JLR yang merugi dan mempengaruhi kondisi finansial induk mereka, dalam beberapa bulan terakhir.

JLR sendiri sudah berancang mendirikan fasilitas produksi mobil listrik di Castle Bromwich, Inggris pada Juli lalu. Pernyataan dari CEO JLR, Ralph Spieth, pun menjelaskan keinginan mereka untuk menguatkan posisi di pasar kendaraan emisi rendah di Eropa. Saat ini, aktivitas pengembangan teknologi baterai dan perangkat penggerak kendaraan listrik mereka masih berada di Solihull, Inggris dan Graz, Austria.
</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Tata Motors selaku induk perusahaan dari Jaguar Land Rovers, mulai membuka diri terhadap jalinan kerjasama dengan produsen kendaraan lain, untuk mendanai investasi teknologi mereka di masa mendatang. Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Tata Motors AGM, Natarajan Chandrasekaran.

Melakukan pendekatan dengan perusahaan lain menjadi upaya realistis bagi Jaguar Land Rover (JLR) dalam membiayai riset teknologi lebih lanjut. Termasuk keinginan untuk membuat kendaraan listrik, mobil tanpa pengemudi, serta layanan mobilitas bagi masyarakat nantinya. &amp;ldquo;Kami sudah harus bergeser dari mesin pembakaran internal menuju hybrid atau motor listrik,&amp;rdquo; ujar Chandradsekaran mengenai visi produsen tersebut.
&amp;nbsp;
Salah satu jalinan kerjasama yang mulai terwujud adalah persetujuan JLR dengan BMW Group untuk mengembangkan komponen sistem penggerak mobil listrik. Seperti dikutip dari Autocar, persetujuan tersebut memuat pasal yang memungkinkan kedua produsen berbagi teknologi motor penggerak kendaraan listrik. Bahkan, sejumlah model JLR mungkin akan dibangun dalam fasilitas pabrik mlik BMW.

Isu mengenai keinginan Tata Motors untuk melepas kepemilikan mereka di JLR menguat pada Mei lalu, dengan PSA Group asal Prancis muncul sebagai kandidat pembeli terkuat. Hal itu diperkuat dengan laporan keuangan JLR yang merugi dan mempengaruhi kondisi finansial induk mereka, dalam beberapa bulan terakhir.

JLR sendiri sudah berancang mendirikan fasilitas produksi mobil listrik di Castle Bromwich, Inggris pada Juli lalu. Pernyataan dari CEO JLR, Ralph Spieth, pun menjelaskan keinginan mereka untuk menguatkan posisi di pasar kendaraan emisi rendah di Eropa. Saat ini, aktivitas pengembangan teknologi baterai dan perangkat penggerak kendaraan listrik mereka masih berada di Solihull, Inggris dan Graz, Austria.
</content:encoded></item></channel></rss>
