<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Oak Jadi Nama OS Huawei, Rilis Agustus 2019?</title><description>Huawei sebelumnya telah mengkonfirmasi jika pihaknya tengah mengerjakan sistem operasi miliknya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/06/10/207/2065121/oak-jadi-nama-os-huawei-rilis-agustus-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2019/06/10/207/2065121/oak-jadi-nama-os-huawei-rilis-agustus-2019"/><item><title>Oak Jadi Nama OS Huawei, Rilis Agustus 2019?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/06/10/207/2065121/oak-jadi-nama-os-huawei-rilis-agustus-2019</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2019/06/10/207/2065121/oak-jadi-nama-os-huawei-rilis-agustus-2019</guid><pubDate>Senin 10 Juni 2019 21:28 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/10/207/2065121/oak-jadi-nama-os-huawei-rilis-agustus-2019-BJl9oj2I2i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Huawei (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/10/207/2065121/oak-jadi-nama-os-huawei-rilis-agustus-2019-BJl9oj2I2i.jpg</image><title>Ilustrasi Huawei (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA- Huawei sebelumnya telah mengkonfirmasi jika pihaknya tengah mengerjakan sistem operasi miliknya setelah dicabut lisensi Androidnya oleh Google.
Dilansir dari laman Gizmochina, Senin (10/6/2019) selama beberapa minggu terakhir, banyak nama potensial untuk OS Huawei muncul seperti 'Ark OS' dan 'HongMeng OS'.  Namun, sepertinya sistem operasi baru perusahaan disebut 'Oak OS', seperti diungkapkan oleh Globaltimes hari ini.
Lengkapnya, sistem operasi Huawei tersebut akan disebut sebagai 'HongMeng' OS di Cina dan 'Oak OS' secara internasional.  Jika sumber Globaltimes akurat, maka yang disebut 'Oak OS' dari Huawei saat ini sedang diuji secara intensif.  Peluncuran ini diperkirakan sekitar Agustus atau September, yang merupakan waktu yang hampir bersamaan tenggat 90 hari Huawei dari larangan perdagangan AS berakhir.
AS semakin masif membuat daftar hitam untuk perusahaan Cina selama beberapa bulan terakhir.  Walaupun akan berdampak buruk bagi perusahaan-perusahaan ini dalam jangka pendek, banyak yang percaya bahwa larangan perdagangan ini bisa lebih buruk bagi semua orang dalam jangka panjang.
&amp;nbsp;
Baca Juga: Ponsel Baru Huawei Tak Bisa Cicipi Facebook, Instagram, dan WhatsApp
Bahkan, menurut laporan dari Financial Times, Google telah memperingatkan pemerintah AS tentang kemungkinan tantangan keamanan yang timbul dari larangan terhadap Huawei ini.
Google dilaporkan mengatakan bahwa jika Huawei akan meluncurkan sistem Android sendiri berdasarkan AOSP, itu akan kurang aman daripada versi Google.  Mungkin ada bug dan masalah yang dapat membuat ponsel Huawei berisiko diretas.
&quot;Fokus kami adalah melindungi keamanan pengguna Google pada jutaan handset Huawei yang ada di AS dan di seluruh dunia,&quot; kata pihak Google.
Meskipun deikian,&amp;nbsp; menurut pengamat Oak OS memiliki potensi untuk menggantikan Android berlisensi Google pada ponsel non-Huawei juga.
Dengan meningkatnya ancaman terhadap perusahaan non-AS dari pemerintah Trump, banyak yang mencari alternatif untuk teknologi AS.  Faktanya, tidak akan mengejutkan jika perusahaan China lain bergabung dengan Huawei untuk bekerja di Oak OS untuk memastikan mereka tidak terlalu bergantung pada perusahaan AS.
Namun, sebelum kita berspekulasi terlalu banyak, perlu dicatat bahwa masih harus dilihat apakah larangan Huawei akan berlaku setelah jeda 90 hari.
Baca Juga: Dalam Masa Sulit, Huawei Tetap Produksi Smartphone</description><content:encoded>JAKARTA- Huawei sebelumnya telah mengkonfirmasi jika pihaknya tengah mengerjakan sistem operasi miliknya setelah dicabut lisensi Androidnya oleh Google.
Dilansir dari laman Gizmochina, Senin (10/6/2019) selama beberapa minggu terakhir, banyak nama potensial untuk OS Huawei muncul seperti 'Ark OS' dan 'HongMeng OS'.  Namun, sepertinya sistem operasi baru perusahaan disebut 'Oak OS', seperti diungkapkan oleh Globaltimes hari ini.
Lengkapnya, sistem operasi Huawei tersebut akan disebut sebagai 'HongMeng' OS di Cina dan 'Oak OS' secara internasional.  Jika sumber Globaltimes akurat, maka yang disebut 'Oak OS' dari Huawei saat ini sedang diuji secara intensif.  Peluncuran ini diperkirakan sekitar Agustus atau September, yang merupakan waktu yang hampir bersamaan tenggat 90 hari Huawei dari larangan perdagangan AS berakhir.
AS semakin masif membuat daftar hitam untuk perusahaan Cina selama beberapa bulan terakhir.  Walaupun akan berdampak buruk bagi perusahaan-perusahaan ini dalam jangka pendek, banyak yang percaya bahwa larangan perdagangan ini bisa lebih buruk bagi semua orang dalam jangka panjang.
&amp;nbsp;
Baca Juga: Ponsel Baru Huawei Tak Bisa Cicipi Facebook, Instagram, dan WhatsApp
Bahkan, menurut laporan dari Financial Times, Google telah memperingatkan pemerintah AS tentang kemungkinan tantangan keamanan yang timbul dari larangan terhadap Huawei ini.
Google dilaporkan mengatakan bahwa jika Huawei akan meluncurkan sistem Android sendiri berdasarkan AOSP, itu akan kurang aman daripada versi Google.  Mungkin ada bug dan masalah yang dapat membuat ponsel Huawei berisiko diretas.
&quot;Fokus kami adalah melindungi keamanan pengguna Google pada jutaan handset Huawei yang ada di AS dan di seluruh dunia,&quot; kata pihak Google.
Meskipun deikian,&amp;nbsp; menurut pengamat Oak OS memiliki potensi untuk menggantikan Android berlisensi Google pada ponsel non-Huawei juga.
Dengan meningkatnya ancaman terhadap perusahaan non-AS dari pemerintah Trump, banyak yang mencari alternatif untuk teknologi AS.  Faktanya, tidak akan mengejutkan jika perusahaan China lain bergabung dengan Huawei untuk bekerja di Oak OS untuk memastikan mereka tidak terlalu bergantung pada perusahaan AS.
Namun, sebelum kita berspekulasi terlalu banyak, perlu dicatat bahwa masih harus dilihat apakah larangan Huawei akan berlaku setelah jeda 90 hari.
Baca Juga: Dalam Masa Sulit, Huawei Tetap Produksi Smartphone</content:encoded></item></channel></rss>
