<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kominfo: Ada 30 Berita Hoaks Terkait Aksi 21-22 Mei</title><description>Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat ada 30 berita bohong atau hoaks yang berkaitan dengan aksi 21-22 Mei 2019.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/05/25/207/2060335/kominfo-ada-30-berita-hoaks-terkait-aksi-21-22-mei</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2019/05/25/207/2060335/kominfo-ada-30-berita-hoaks-terkait-aksi-21-22-mei"/><item><title>Kominfo: Ada 30 Berita Hoaks Terkait Aksi 21-22 Mei</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/05/25/207/2060335/kominfo-ada-30-berita-hoaks-terkait-aksi-21-22-mei</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2019/05/25/207/2060335/kominfo-ada-30-berita-hoaks-terkait-aksi-21-22-mei</guid><pubDate>Sabtu 25 Mei 2019 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/25/207/2060335/kominfo-ada-30-berita-hoaks-terkait-aksi-21-22-mei-icsOZbSK5V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/25/207/2060335/kominfo-ada-30-berita-hoaks-terkait-aksi-21-22-mei-icsOZbSK5V.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat ada 30 berita bohong atau hoaks yang berkaitan dengan aksi 21-22 Mei 2019. 30 berita hoaks tersebut telah dirilis di website Kemenkominfo.

&quot;Temuan kami dalam pemantauan ada 30 hoax yang dibuat bisa dilihat di website kominfo,&quot; Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika, Kominfo, Samuel Abrijani Pangarepan saat menghadiri konpers di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5/2019).

Menurut Samuel, kebanyakan berita hoaks tersebut disebarkan melalui sejumlah media sosial (medsos) yakni, Facebook, Instagram, dan Twitter. Hingga saat ini, Kominfo masih memantau berita-berita hoaks terkait aksi 21-22 Mei 2019.

&quot;Hoax ini disebarkan lewat 1.932 url ada di FB, IG, Twitter. Di FB ada 450 url, di IG ada 581, di Twitter 784, dan 1 lewat linkedin. Kami tetap pantau setelah kami buka, kami benar-benar sangat mengawasi hal ini untuk menjaga kestabilan yang ada di masyarakat,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Oleh karenanya, Kominfo melakukan pembatasan beberapa medsos untuk mengantisipasi adanya berita hoaks. Pembatasan medsos dilakukan oleh pemerintah pada 22 Mei 2019.

&quot;Pembatasan yang kami lakukan tanggal 22, jam 11 siang, efektif dirasakan masyarakat jam 1 siang pembatasan itu adalah masyarakat tidak bisa meng-upload dan men-download video ataupun gambar,&quot; terangnya.

Kominfo pun telah mencabut pembatasan penggunaan medsos pada hari ini. Kominfo mencabut pembatasan penggunaan medsos sejak pukul 12.30 WIB siang tadi.

&quot;Imbauan kami kepada masyarakat mari kita jaga, ruang cyber kita ini adalah lingkungan kita untuk kita beraktivitas seperti kita menjaga lingkungan kita kalau ada sampah kita harus membuangnya,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;
Baca juga: Kominfo Pulihkan Akses Media Sosial Pasca Aksi 22 Mei</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat ada 30 berita bohong atau hoaks yang berkaitan dengan aksi 21-22 Mei 2019. 30 berita hoaks tersebut telah dirilis di website Kemenkominfo.

&quot;Temuan kami dalam pemantauan ada 30 hoax yang dibuat bisa dilihat di website kominfo,&quot; Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika, Kominfo, Samuel Abrijani Pangarepan saat menghadiri konpers di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5/2019).

Menurut Samuel, kebanyakan berita hoaks tersebut disebarkan melalui sejumlah media sosial (medsos) yakni, Facebook, Instagram, dan Twitter. Hingga saat ini, Kominfo masih memantau berita-berita hoaks terkait aksi 21-22 Mei 2019.

&quot;Hoax ini disebarkan lewat 1.932 url ada di FB, IG, Twitter. Di FB ada 450 url, di IG ada 581, di Twitter 784, dan 1 lewat linkedin. Kami tetap pantau setelah kami buka, kami benar-benar sangat mengawasi hal ini untuk menjaga kestabilan yang ada di masyarakat,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Oleh karenanya, Kominfo melakukan pembatasan beberapa medsos untuk mengantisipasi adanya berita hoaks. Pembatasan medsos dilakukan oleh pemerintah pada 22 Mei 2019.

&quot;Pembatasan yang kami lakukan tanggal 22, jam 11 siang, efektif dirasakan masyarakat jam 1 siang pembatasan itu adalah masyarakat tidak bisa meng-upload dan men-download video ataupun gambar,&quot; terangnya.

Kominfo pun telah mencabut pembatasan penggunaan medsos pada hari ini. Kominfo mencabut pembatasan penggunaan medsos sejak pukul 12.30 WIB siang tadi.

&quot;Imbauan kami kepada masyarakat mari kita jaga, ruang cyber kita ini adalah lingkungan kita untuk kita beraktivitas seperti kita menjaga lingkungan kita kalau ada sampah kita harus membuangnya,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;
Baca juga: Kominfo Pulihkan Akses Media Sosial Pasca Aksi 22 Mei</content:encoded></item></channel></rss>
