<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Teknologi Mobil Otonom Bisa Berdampak Seperti Kasus Pesawat Boeing   </title><description>Teknologi mobil otonom dinilai bisa menimbulkan bahaya yang sama dengan pesawat Boeing yang terkena sangsi tak boleh digunakan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/04/04/15/2038932/teknologi-mobil-otonom-bisa-berdampak-seperti-kasus-pesawat-boeing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2019/04/04/15/2038932/teknologi-mobil-otonom-bisa-berdampak-seperti-kasus-pesawat-boeing"/><item><title>Teknologi Mobil Otonom Bisa Berdampak Seperti Kasus Pesawat Boeing   </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/04/04/15/2038932/teknologi-mobil-otonom-bisa-berdampak-seperti-kasus-pesawat-boeing</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2019/04/04/15/2038932/teknologi-mobil-otonom-bisa-berdampak-seperti-kasus-pesawat-boeing</guid><pubDate>Kamis 04 April 2019 12:32 WIB</pubDate><dc:creator>Mufrod</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/04/15/2038932/teknologi-mobil-otonom-bisa-berdampak-seperti-kasus-pesawat-boeing-Xg74hx23GZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Teknologi mobil otonom (Foto: Ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/04/15/2038932/teknologi-mobil-otonom-bisa-berdampak-seperti-kasus-pesawat-boeing-Xg74hx23GZ.jpg</image><title>Teknologi mobil otonom (Foto: Ist) </title></images><description>
FRANKFURT - Teknologi mobil otonom dinilai CEO Daimler, Dieter Zetsche bisa bernasib sama dengan apa yang saat ini tengah dialami perusahaan Boeing terkait penggunaan teknologi canggih pada pesawat 737 Max8.

Zetsche mengungkap teknologi mobil otonom sendiri tak bisa langsung diluncurkan karena dampak kepercayaannya bisa langsung hilang ketika terjadi masalah pada sistem yang berdampak fatal, bahkan merenggut nyawa.
&amp;nbsp;
&quot;Bahkan jika mobil otonom 10 kali lebih aman daripada yang dikendarai oleh manusia, dibutuhkan satu insiden spektakuler untuk membuatnya lebih sulit untuk memenangkan penerimaan luas,&quot; kata Zetsche.

Ia menambahkan, industri mobil harus memperkenalkan sistem otonom secara bertahap, sebagai cara untuk membangun penerimaan terhadap teknologi otomotif yang kompleks namun berpotensi meningkatkan keselamatan, kata Zetsche, seperti dikutip dari Automotive news europe, kamis (4/4/2019).
&amp;nbsp;
Dampak dari ketidakpercayaan terhadap teknologi tersebut, seperti yang dialami Boeing dimana banyak negara melarang mengoperasionalkan pesawata 737 Max8 dan beberapa perusahaan membatalkan pemesanan pesawat tersebut.

Hal itulah yang harus diperhitungkan matang pada industri automotif global terhadap teknologi otonom yang juga bisa menimbulkan risiko kecelakaan sesaat jika terjadi kegagalan sistem.</description><content:encoded>
FRANKFURT - Teknologi mobil otonom dinilai CEO Daimler, Dieter Zetsche bisa bernasib sama dengan apa yang saat ini tengah dialami perusahaan Boeing terkait penggunaan teknologi canggih pada pesawat 737 Max8.

Zetsche mengungkap teknologi mobil otonom sendiri tak bisa langsung diluncurkan karena dampak kepercayaannya bisa langsung hilang ketika terjadi masalah pada sistem yang berdampak fatal, bahkan merenggut nyawa.
&amp;nbsp;
&quot;Bahkan jika mobil otonom 10 kali lebih aman daripada yang dikendarai oleh manusia, dibutuhkan satu insiden spektakuler untuk membuatnya lebih sulit untuk memenangkan penerimaan luas,&quot; kata Zetsche.

Ia menambahkan, industri mobil harus memperkenalkan sistem otonom secara bertahap, sebagai cara untuk membangun penerimaan terhadap teknologi otomotif yang kompleks namun berpotensi meningkatkan keselamatan, kata Zetsche, seperti dikutip dari Automotive news europe, kamis (4/4/2019).
&amp;nbsp;
Dampak dari ketidakpercayaan terhadap teknologi tersebut, seperti yang dialami Boeing dimana banyak negara melarang mengoperasionalkan pesawata 737 Max8 dan beberapa perusahaan membatalkan pemesanan pesawat tersebut.

Hal itulah yang harus diperhitungkan matang pada industri automotif global terhadap teknologi otonom yang juga bisa menimbulkan risiko kecelakaan sesaat jika terjadi kegagalan sistem.</content:encoded></item></channel></rss>
