<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suhu Dingin Bikin Mati Ponsel Pintar, Ini Penjelasannya</title><description>Dalam beberapa kasus, smartphone cenderung mati secara tiba-tiba.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/02/01/56/2012327/suhu-dingin-bikin-mati-ponsel-pintar-ini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2019/02/01/56/2012327/suhu-dingin-bikin-mati-ponsel-pintar-ini-penjelasannya"/><item><title>Suhu Dingin Bikin Mati Ponsel Pintar, Ini Penjelasannya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2019/02/01/56/2012327/suhu-dingin-bikin-mati-ponsel-pintar-ini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2019/02/01/56/2012327/suhu-dingin-bikin-mati-ponsel-pintar-ini-penjelasannya</guid><pubDate>Sabtu 02 Februari 2019 10:00 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/01/56/2012327/suhu-dingin-bikin-mati-ponsel-pintar-ini-penjelasannya-xlWlI1E23D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/01/56/2012327/suhu-dingin-bikin-mati-ponsel-pintar-ini-penjelasannya-xlWlI1E23D.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA- Dalam beberapa kasus, smartphone cenderung mati secara tiba-tiba. Hal ini bisa disebabkan oleh cuaca dingin di luar yang ekstrim. Meskipun demikian ponsel hanya mati sementara.
Dilansir dari laman Daily Mail,&amp;nbsp;Jumat (2/1/2019) kasus tersebut kabarnya tak hanya terjadi pada smartphone namun gadget bertenaga baterai lainnya, seperti headphone bluetooth.&amp;nbsp; Sebagian besar smartphone saat ini berjalan dengan baterai Lithium-Ion.  Baterai Lithium-Ion membutuhkan elektrolit cair, yang berada di antara dua jenis elektroda dalam baterai, untuk memberikan daya.
Ketika ponsel cerdas dengan baterai Lithium-Ion terpapar suhu yang sangat tinggi, cairan elektrolit ini membeku secara efektif, sehingga mengurangi kemampuan mereka untuk mengirim energi ke smartphone. Kemudian, baterai akan berhenti memberikan energi sepenuhnya, yang menyebabkan ponsel cerdas Anda mati.
&quot;Baterai lithium-ion sangat menderita dalam suhu beku karena mereka memiliki resistansi internal sangat sedikit,&quot; kata Hanumant Singh, seorang insinyur listrik di Northeastern University mengatakan kepada Wired .

Baca Juga: Tampilan 3D Ponsel Lipat Huawei Beredar, Mirip Galaxy F?
Singh menambahkan bahwa reaksi baterai Lithium-Ion terhadap dingin bisa 'sangat dramatis,' perangkat biasanya akan mati dalam waktu sekitar 5 menit ketika terkena suhu yang lebih dingin dari -35 derajat Fahrenheit.
Itu sebabnya pembuat smartphone secara khusus menyarankan suhu yang tidak terlalu panas atau dingin bagi pengguna untuk mengeluarkan ponsel. Apple merekomendasikan agar pengguna mengoperasikan iPhone mereka ketika suhu sekitar antara 32 dan 95 derajat Fahrenheit.
Namun, jika pengguna harus menggunakan telepon di tempat yang dingin, disarankan untuk menyimpan smartphone di tempat yang terisolasi atau di saku jaket, di mana ia dapat menyerap sebagian panas tubuh agar tetap hangat.</description><content:encoded>JAKARTA- Dalam beberapa kasus, smartphone cenderung mati secara tiba-tiba. Hal ini bisa disebabkan oleh cuaca dingin di luar yang ekstrim. Meskipun demikian ponsel hanya mati sementara.
Dilansir dari laman Daily Mail,&amp;nbsp;Jumat (2/1/2019) kasus tersebut kabarnya tak hanya terjadi pada smartphone namun gadget bertenaga baterai lainnya, seperti headphone bluetooth.&amp;nbsp; Sebagian besar smartphone saat ini berjalan dengan baterai Lithium-Ion.  Baterai Lithium-Ion membutuhkan elektrolit cair, yang berada di antara dua jenis elektroda dalam baterai, untuk memberikan daya.
Ketika ponsel cerdas dengan baterai Lithium-Ion terpapar suhu yang sangat tinggi, cairan elektrolit ini membeku secara efektif, sehingga mengurangi kemampuan mereka untuk mengirim energi ke smartphone. Kemudian, baterai akan berhenti memberikan energi sepenuhnya, yang menyebabkan ponsel cerdas Anda mati.
&quot;Baterai lithium-ion sangat menderita dalam suhu beku karena mereka memiliki resistansi internal sangat sedikit,&quot; kata Hanumant Singh, seorang insinyur listrik di Northeastern University mengatakan kepada Wired .

Baca Juga: Tampilan 3D Ponsel Lipat Huawei Beredar, Mirip Galaxy F?
Singh menambahkan bahwa reaksi baterai Lithium-Ion terhadap dingin bisa 'sangat dramatis,' perangkat biasanya akan mati dalam waktu sekitar 5 menit ketika terkena suhu yang lebih dingin dari -35 derajat Fahrenheit.
Itu sebabnya pembuat smartphone secara khusus menyarankan suhu yang tidak terlalu panas atau dingin bagi pengguna untuk mengeluarkan ponsel. Apple merekomendasikan agar pengguna mengoperasikan iPhone mereka ketika suhu sekitar antara 32 dan 95 derajat Fahrenheit.
Namun, jika pengguna harus menggunakan telepon di tempat yang dingin, disarankan untuk menyimpan smartphone di tempat yang terisolasi atau di saku jaket, di mana ia dapat menyerap sebagian panas tubuh agar tetap hangat.</content:encoded></item></channel></rss>
