<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Huawei Ungkap Pembangunan Ekosistem Wujud Transformasi Digital di Indonesia</title><description>Pemanfaatan transformasi digital sekarang ini sudah semakin luas.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/12/20/207/1993909/huawei-ungkap-pembangunan-ekosistem-wujud-transformasi-digital-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2018/12/20/207/1993909/huawei-ungkap-pembangunan-ekosistem-wujud-transformasi-digital-di-indonesia"/><item><title>Huawei Ungkap Pembangunan Ekosistem Wujud Transformasi Digital di Indonesia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/12/20/207/1993909/huawei-ungkap-pembangunan-ekosistem-wujud-transformasi-digital-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2018/12/20/207/1993909/huawei-ungkap-pembangunan-ekosistem-wujud-transformasi-digital-di-indonesia</guid><pubDate>Kamis 20 Desember 2018 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/20/207/1993909/huawei-ungkap-pembangunan-ekosistem-wujud-transformasi-digital-di-indonesia-xcKHNxQh50.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Itpro)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/20/207/1993909/huawei-ungkap-pembangunan-ekosistem-wujud-transformasi-digital-di-indonesia-xcKHNxQh50.jpg</image><title>(Foto: Itpro)</title></images><description>BALI - Pemanfaatan transformasi digital sekarang ini sudah semakin luas. Seperti halnya transportasi swakendara, pemanfaatan realitas virtual (VR) dan realitas buatan (AR), konsep rumah digital, dan industri 4.0 berbasis IoT (internet of things).

Menurut ICT Strategy and Business Huawei Indonesia, Mohamad Rosidi pemanfaatan tersebut memiliki tantangan yang harus dihadapi. Pasalnya saat ini berbagai negara di dunia sedang menjalankan transformasi digital untuk mendukung terwujudnya dunia serba cerdas itu.

Mengutip Laporan Global Connectivity Index Huawei 2018, setiap negara dikelompokkan dalam tiga kategori yang menentukan karakteristik transformasi digital yaitu pemula (starters), pengadopsi (adopters) dan pemimpin (front runners).
&amp;nbsp;
Baca juga: Apple Bikin iPad Pro yang Dapat Ditekuk

Negara yang masuk dalam kelompok pemula seperti Indonesia, India, Vietnam, dan Maroko dihadapkan pada permasalahan mendasar dalam transformasi digital yaitu infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi(TIK) yang belum memadai.

&amp;ldquo;Negara pemula ini akan berfokus untuk memberikan akses terhadap Ekonomi Digital yang lebih luas bagi rakyat, sementara negara pemimpin sudah mulai berbicara tentang pengalaman pengguna, pemanfaatan Big Data dan IoT untuk membentuk masyarakat yang maju dan efisien,&quot; kata Rosidi.

Menurut Rosidi, diperlukan upaya kolaboratif ekosistem digital dari pemerintah, industri dan masyarakat di negara-negara pemula dalam hal akselerasi pembangunan infrastruktur yang akan menjadi basis dalam perwujudan masyarakat digital yang efisien dan cerdas.
&amp;nbsp;
Baca juga: Facebook Tindak Ratusan Akun Ujaran Kebencian Etnis Rohingya</description><content:encoded>BALI - Pemanfaatan transformasi digital sekarang ini sudah semakin luas. Seperti halnya transportasi swakendara, pemanfaatan realitas virtual (VR) dan realitas buatan (AR), konsep rumah digital, dan industri 4.0 berbasis IoT (internet of things).

Menurut ICT Strategy and Business Huawei Indonesia, Mohamad Rosidi pemanfaatan tersebut memiliki tantangan yang harus dihadapi. Pasalnya saat ini berbagai negara di dunia sedang menjalankan transformasi digital untuk mendukung terwujudnya dunia serba cerdas itu.

Mengutip Laporan Global Connectivity Index Huawei 2018, setiap negara dikelompokkan dalam tiga kategori yang menentukan karakteristik transformasi digital yaitu pemula (starters), pengadopsi (adopters) dan pemimpin (front runners).
&amp;nbsp;
Baca juga: Apple Bikin iPad Pro yang Dapat Ditekuk

Negara yang masuk dalam kelompok pemula seperti Indonesia, India, Vietnam, dan Maroko dihadapkan pada permasalahan mendasar dalam transformasi digital yaitu infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi(TIK) yang belum memadai.

&amp;ldquo;Negara pemula ini akan berfokus untuk memberikan akses terhadap Ekonomi Digital yang lebih luas bagi rakyat, sementara negara pemimpin sudah mulai berbicara tentang pengalaman pengguna, pemanfaatan Big Data dan IoT untuk membentuk masyarakat yang maju dan efisien,&quot; kata Rosidi.

Menurut Rosidi, diperlukan upaya kolaboratif ekosistem digital dari pemerintah, industri dan masyarakat di negara-negara pemula dalam hal akselerasi pembangunan infrastruktur yang akan menjadi basis dalam perwujudan masyarakat digital yang efisien dan cerdas.
&amp;nbsp;
Baca juga: Facebook Tindak Ratusan Akun Ujaran Kebencian Etnis Rohingya</content:encoded></item></channel></rss>
