<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengintip Masa Depan dengan Teknologi IoT dan Jaringan 5G</title><description>Teknologi saat ini semakin berkembang, tak terkecuali teknologi jaringan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/11/05/54/1973587/mengintip-masa-depan-dengan-teknologi-iot-dan-jaringan-5g</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2018/11/05/54/1973587/mengintip-masa-depan-dengan-teknologi-iot-dan-jaringan-5g"/><item><title>Mengintip Masa Depan dengan Teknologi IoT dan Jaringan 5G</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/11/05/54/1973587/mengintip-masa-depan-dengan-teknologi-iot-dan-jaringan-5g</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2018/11/05/54/1973587/mengintip-masa-depan-dengan-teknologi-iot-dan-jaringan-5g</guid><pubDate>Senin 05 November 2018 17:15 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/05/54/1973587/mengintip-masa-depan-dengan-teknologi-iot-dan-jaringan-5g-shdbRZEjrD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Jaringan Masa Depan (Foto: Forbes)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/05/54/1973587/mengintip-masa-depan-dengan-teknologi-iot-dan-jaringan-5g-shdbRZEjrD.jpg</image><title>Ilustrasi Jaringan Masa Depan (Foto: Forbes)</title></images><description>JAKARTA - Teknologi saat ini semakin berkembang, tak terkecuali teknologi jaringan. Adapun jaringan nirkabel terbaru yakni 5G dijanjikan akan lebih responsif, cepat, dan hemat daya dari pendahulunya. Bahkan beberapa perusahaan saat ini tengah mengembangkannya dan mencoba menanamkannya di dalam ponsel.
Dilansir dari laman Forbes, Senin (5/11/2018), meskipun menjanjikan unduhan lebih cepat dan berkurangnya latensi, vendor ponsel juga perlu untuk memikirkan biaya yang besar. Diperkirakan oleh Bloomberg bahkan mencapai USD200 miliar per tahun.
Tak hanya 5G, pasar B2B IoT juga kabarnya akan melampaui USD300 miliar pada 2020. Berdasarkan data dari IDC, pengeluaran IoT secara keseluruhan diperkirakan akan mencapai USD1,2 triliun pada 2022.
Perkembangan IoT memang akan bertumbuh besar, di mana perangkat IoT nantinya menjadi bagian sederhana dari teknologi, dengan unit komputasi kecil, memori, kemampuan penginderaan komunikasi dan kekuatan.
Ketika ditempatkan dalam jumlah besar, IoT dapat menyederhanakan operasi, meningkatkan keamanan dan keselamatan orang, memungkinkan penggunaan daya yang lebih efisien dan bahkan memantau kesehatan manusia.

Baca Juga: Karyawan Google yang Demo Capai 20 Ribu Orang, Ini Tuntutannya
IoT juga telah menjadi bagian dari aplikasi smart home, di mana terdapat pengenalan sensor gerak, speaker cerdas, timbangan elektronik, dan banyak lagi. Dalam dekade berikutnya, tampaknya teknologi ini akan berkembang dan tumbuh, misalnya untuk keamanan, dan kesehatan yang lebih baik di tempat kerja dan di rumah.
Selama beberapa dekade, sensor telah digunakan di pabrik untuk mengukur suhu produk, menghitung dan memantau produksi, dan memastikan kualitas. Baru-baru ini sensor terhubung melalui kabel untuk memungkinkan fleksibilitas penyebaran, pemantauan, dan pemeliharaan proaktif yang lebih besar.
5G akan mengaktifkan sensor nirkabel di seluruh pabrik atau gudang dan robot yang lebih cerdas.</description><content:encoded>JAKARTA - Teknologi saat ini semakin berkembang, tak terkecuali teknologi jaringan. Adapun jaringan nirkabel terbaru yakni 5G dijanjikan akan lebih responsif, cepat, dan hemat daya dari pendahulunya. Bahkan beberapa perusahaan saat ini tengah mengembangkannya dan mencoba menanamkannya di dalam ponsel.
Dilansir dari laman Forbes, Senin (5/11/2018), meskipun menjanjikan unduhan lebih cepat dan berkurangnya latensi, vendor ponsel juga perlu untuk memikirkan biaya yang besar. Diperkirakan oleh Bloomberg bahkan mencapai USD200 miliar per tahun.
Tak hanya 5G, pasar B2B IoT juga kabarnya akan melampaui USD300 miliar pada 2020. Berdasarkan data dari IDC, pengeluaran IoT secara keseluruhan diperkirakan akan mencapai USD1,2 triliun pada 2022.
Perkembangan IoT memang akan bertumbuh besar, di mana perangkat IoT nantinya menjadi bagian sederhana dari teknologi, dengan unit komputasi kecil, memori, kemampuan penginderaan komunikasi dan kekuatan.
Ketika ditempatkan dalam jumlah besar, IoT dapat menyederhanakan operasi, meningkatkan keamanan dan keselamatan orang, memungkinkan penggunaan daya yang lebih efisien dan bahkan memantau kesehatan manusia.

Baca Juga: Karyawan Google yang Demo Capai 20 Ribu Orang, Ini Tuntutannya
IoT juga telah menjadi bagian dari aplikasi smart home, di mana terdapat pengenalan sensor gerak, speaker cerdas, timbangan elektronik, dan banyak lagi. Dalam dekade berikutnya, tampaknya teknologi ini akan berkembang dan tumbuh, misalnya untuk keamanan, dan kesehatan yang lebih baik di tempat kerja dan di rumah.
Selama beberapa dekade, sensor telah digunakan di pabrik untuk mengukur suhu produk, menghitung dan memantau produksi, dan memastikan kualitas. Baru-baru ini sensor terhubung melalui kabel untuk memungkinkan fleksibilitas penyebaran, pemantauan, dan pemeliharaan proaktif yang lebih besar.
5G akan mengaktifkan sensor nirkabel di seluruh pabrik atau gudang dan robot yang lebih cerdas.</content:encoded></item></channel></rss>
