<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Drone Kecil Ini Bisa Angkat Beban 40 Kali Berat Tubuhnya</title><description>Drone memiliki baling-baling yang membuatnya dapat terbang dan bahkan mengangkat barang.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/10/27/56/1969758/drone-kecil-ini-bisa-angkat-beban-40-kali-berat-tubuhnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2018/10/27/56/1969758/drone-kecil-ini-bisa-angkat-beban-40-kali-berat-tubuhnya"/><item><title>Drone Kecil Ini Bisa Angkat Beban 40 Kali Berat Tubuhnya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/10/27/56/1969758/drone-kecil-ini-bisa-angkat-beban-40-kali-berat-tubuhnya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2018/10/27/56/1969758/drone-kecil-ini-bisa-angkat-beban-40-kali-berat-tubuhnya</guid><pubDate>Senin 29 Oktober 2018 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/27/56/1969758/drone-kecil-ini-bisa-angkat-beban-40-kali-berat-tubuhnya-NSGdebDNfs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ecole Polytechnique Federale de Lausanne/Engadget)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/27/56/1969758/drone-kecil-ini-bisa-angkat-beban-40-kali-berat-tubuhnya-NSGdebDNfs.jpg</image><title>(Foto: Ecole Polytechnique Federale de Lausanne/Engadget)</title></images><description>JAKARTA - Drone memiliki baling-baling yang membuatnya dapat terbang dan bahkan mengangkat barang. Drone tentu mampu mengangkat beban dengan batasan berat tertentu, begitu juga dengan drone yang dirancang dengan bodi mini ini.

Dilansir Engadget, drone canggih ini ini dikembangkan oleh peneliti di Ecole Polytechnique F&amp;eacute;d&amp;eacute;rale de Lausanne (EPFL) di Swiss dan Stanford University. Mereka mengembangkan robot terbang yang dapat memindahkan objek yang beratnya 40 kali lipat beban tubuhnya sendiri.

Drone yang disebut FlyCroTugs dilengkapi sistem derek, perekat dan mikrospin yang memungkinkan drone itu, yang beratnya hanya beberapa ons, untuk mengunci apapun. Ada bagian grippers yang dapat dipindah-pindahkan tergantung pada permukaan pendaratan. Drone juga dapat mengambil aksesoris tambahan seperti roda ketika dibutuhkan.
&amp;nbsp;
Baca juga: 5 Smartphone Desain Tipis Terbaik Harga Rp1 Jutaan

Saat drone akan mengangkat benda, ia dapat mengeluarkan grippers dan menghubungkannya dengan objek. Grippers ini adalah perekat non-lengket yang dirancang peneliti dengan mengambil inspirasi dari jari-jari kaki tokek.

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/FdmS_89mVqY&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;autoplay; encrypted-media&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</description><content:encoded>JAKARTA - Drone memiliki baling-baling yang membuatnya dapat terbang dan bahkan mengangkat barang. Drone tentu mampu mengangkat beban dengan batasan berat tertentu, begitu juga dengan drone yang dirancang dengan bodi mini ini.

Dilansir Engadget, drone canggih ini ini dikembangkan oleh peneliti di Ecole Polytechnique F&amp;eacute;d&amp;eacute;rale de Lausanne (EPFL) di Swiss dan Stanford University. Mereka mengembangkan robot terbang yang dapat memindahkan objek yang beratnya 40 kali lipat beban tubuhnya sendiri.

Drone yang disebut FlyCroTugs dilengkapi sistem derek, perekat dan mikrospin yang memungkinkan drone itu, yang beratnya hanya beberapa ons, untuk mengunci apapun. Ada bagian grippers yang dapat dipindah-pindahkan tergantung pada permukaan pendaratan. Drone juga dapat mengambil aksesoris tambahan seperti roda ketika dibutuhkan.
&amp;nbsp;
Baca juga: 5 Smartphone Desain Tipis Terbaik Harga Rp1 Jutaan

Saat drone akan mengangkat benda, ia dapat mengeluarkan grippers dan menghubungkannya dengan objek. Grippers ini adalah perekat non-lengket yang dirancang peneliti dengan mengambil inspirasi dari jari-jari kaki tokek.

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/FdmS_89mVqY&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;autoplay; encrypted-media&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
