<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WhatsApp Bakal Dirombak Besar-besaran, Seperti Apa?</title><description>Pengguna WhatsApp akan mendapatkan update besar untuk layanan aplikasi pesan instan mereka.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/09/30/207/1957714/whatsapp-bakal-dirombak-besar-besaran-seperti-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2018/09/30/207/1957714/whatsapp-bakal-dirombak-besar-besaran-seperti-apa"/><item><title>WhatsApp Bakal Dirombak Besar-besaran, Seperti Apa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/09/30/207/1957714/whatsapp-bakal-dirombak-besar-besaran-seperti-apa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2018/09/30/207/1957714/whatsapp-bakal-dirombak-besar-besaran-seperti-apa</guid><pubDate>Senin 01 Oktober 2018 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/30/207/1957714/whatsapp-bakal-dirombak-besar-besaran-seperti-apa-DotoCEaIYr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/30/207/1957714/whatsapp-bakal-dirombak-besar-besaran-seperti-apa-DotoCEaIYr.jpg</image><title>(Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Pengguna WhatsApp akan mendapatkan update besar untuk layanan aplikasi pesan instan mereka. Ini dikatakan akan menimbulkan kontroversi, seperti apa?
Dilansir Express, Minggu (30/9/2018), pengguna WhatsApp di platform Android dan iOS akan melihat perubahan besar. Perubahan besar ini tampaknya berkaitan dengan program iklan yang bisa diterapkan oleh perusahaan.
Seperti diketahui, WhatsApp merupakan aplikasi chat populer di dunia, dengan jumlah 1,5 miliar pengguna per bulan. Aplikasi ini dimiliki oleh Facebook dan telah dibeli oleh raksasa jejaring sosial itu pada 2014 dengan biaya USD1,5 miliar.
Tidak seperti aplikasi jejaring sosial lainnya, Facebook dan Instagram, WhatsApp sejauh ini tetap merupakan program bebas iklan. Namun, ini semua bisa berubah.
Baca juga: Inikah Tampilan Kamera Huawei Mate 20 Pro?
Awal tahun ini, salah satu pendiri WhatsApp, Jan Koum mengumumkan ia meninggalkan WhatsApp dan mengundurkan diri dari dewan direksi Facebook. Desas-desus yang bergulir menyebutkan bahwa Koum telah berpisah dengan aplikasi obrolan itu terkait iklan yang akan bermain di masa depan WhatsApp.
Pada September 2017, dilaporkan Brian Acton, yang juga salah satu pendiri WhatsApp hengkang dari perusahaan yang berada di bawah payung Facebook itu.
&amp;nbsp;
Baca juga: Google Chrome Menyimpan Game yang Tersembunyi, Apa Saja?
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Forbes, Acton mengungkapkan dia telah meninggalkan Facebook atas ketidaksepakatan tentang bagaimana Facebook harus memonetisasi WhatsApp.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengguna WhatsApp akan mendapatkan update besar untuk layanan aplikasi pesan instan mereka. Ini dikatakan akan menimbulkan kontroversi, seperti apa?
Dilansir Express, Minggu (30/9/2018), pengguna WhatsApp di platform Android dan iOS akan melihat perubahan besar. Perubahan besar ini tampaknya berkaitan dengan program iklan yang bisa diterapkan oleh perusahaan.
Seperti diketahui, WhatsApp merupakan aplikasi chat populer di dunia, dengan jumlah 1,5 miliar pengguna per bulan. Aplikasi ini dimiliki oleh Facebook dan telah dibeli oleh raksasa jejaring sosial itu pada 2014 dengan biaya USD1,5 miliar.
Tidak seperti aplikasi jejaring sosial lainnya, Facebook dan Instagram, WhatsApp sejauh ini tetap merupakan program bebas iklan. Namun, ini semua bisa berubah.
Baca juga: Inikah Tampilan Kamera Huawei Mate 20 Pro?
Awal tahun ini, salah satu pendiri WhatsApp, Jan Koum mengumumkan ia meninggalkan WhatsApp dan mengundurkan diri dari dewan direksi Facebook. Desas-desus yang bergulir menyebutkan bahwa Koum telah berpisah dengan aplikasi obrolan itu terkait iklan yang akan bermain di masa depan WhatsApp.
Pada September 2017, dilaporkan Brian Acton, yang juga salah satu pendiri WhatsApp hengkang dari perusahaan yang berada di bawah payung Facebook itu.
&amp;nbsp;
Baca juga: Google Chrome Menyimpan Game yang Tersembunyi, Apa Saja?
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Forbes, Acton mengungkapkan dia telah meninggalkan Facebook atas ketidaksepakatan tentang bagaimana Facebook harus memonetisasi WhatsApp.</content:encoded></item></channel></rss>
