<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Google Terancam Denda Rp72 Triliun Gara-Gara Memonopoli OS Android</title><description>Google kembali dituduh melanggar aturan kompetisi Uni Eropa (UE).</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/07/19/207/1924418/google-terancam-denda-rp72-triliun-gara-gara-memonopoli-os-android</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2018/07/19/207/1924418/google-terancam-denda-rp72-triliun-gara-gara-memonopoli-os-android"/><item><title>Google Terancam Denda Rp72 Triliun Gara-Gara Memonopoli OS Android</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/07/19/207/1924418/google-terancam-denda-rp72-triliun-gara-gara-memonopoli-os-android</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2018/07/19/207/1924418/google-terancam-denda-rp72-triliun-gara-gara-memonopoli-os-android</guid><pubDate>Kamis 19 Juli 2018 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Koran Sindo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/19/207/1924418/google-terancam-denda-rp72-triliun-gara-gara-memonopoli-os-android-Zx4ZPdMPDb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/19/207/1924418/google-terancam-denda-rp72-triliun-gara-gara-memonopoli-os-android-Zx4ZPdMPDb.jpg</image><title>(Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Google kembali dituduh melanggar aturan kompetisi Uni Eropa (UE). Perusahaan teknologi layanan dan produk internet itu terancam didenda hingga 4,3 miliar euro (Rp72 triliun, kurs Rp16.752 per euro) atas monopoli dalam sistem operasi (OS) Android pada 1.300 merek smartphone di Eropa.
Tuduhan itu dikeluarkan Direktorat Jenderal Kompetisi Komisi Eropa UE setelah melakukan penyelidikan selama tiga tahun. Institusi yang bertanggungjawab mengelola bisnis di Eropa itu turun melakukan inspeksi lapangan setelah adanya laporan mengenai strategi tidak adil Google demi memperkuat dominasinya di gawai bersistem Android.
Sejauh ini Komisi Eropa masih menunda pengumuman penalti terhadap Google. Namun informasi itu sudah bocor ke sejumlah media. Sanksi Rp72 triliun pun menjadi denda terbesar yang pernah dijatuhkan Komisi Eropa terhadap satu perusahaan setelah Intel didenda senilai 1,06 miliar euro (Rp17,7 triliun) pada Mei 2009.
Direktorat Jenderal Kompetisi Komisi Eropa UE mulai membuka proses penyelidikan resmi terhadap Google pada April 2015 setelah mendapat keluhan dari FairSearch.
&amp;nbsp;
Hasilnya Google diduga telah menghalangi akses pasar perusahaan pesaing dan layanan serta aplikasi komunikasi mobile pada Area Ekonomi Eropa (EEA). Penyelidikan Komisi Eropa terfokus pada tiga tuduhan.
Pertama, apakah Google memaksa manufaktur memasang aplikasi mereka secara eksklusif? Kedua, apakah Google mencekal modifikasi Android? Ketiga, apakah Google mencoba mencegah pesaing untuk memasang aplikasinya dengan menawarkan produk berbentuk bundle.
&amp;ldquo;Penyelidikan ini terpisah dari penyelidikan terhadap kasus mesin pencarian Google,&amp;rdquo; ungkap Komisi Eropa dalam keterangan pers di europa. Google memimpin pengembangan Android sejak 2005 yang kini menjadi sistem operasi terdepan di Kawasan Ekonomi Eropa.
Baca juga: Tingkatkan Keamanan, Facebook Messenger Siapkan Fitur Cegah Peretas
Dominasi Android ini pun membuat pesaingnya seperti iOS dari Apple dan Windows Phone tersingkir. Berdasarkan hasil riset gs.statcounter.com sampai Juni tahun ini, pangsa pasar Android di Eropa mencapai 74%.
&amp;nbsp;
Sisanya dikuasai iOS (24,06%), Windows (0,91%), tak diketahui (0,31%), Samsung (0,23%), dan Linux (0,1%). Adapun Fair Search merupakan kelompok bisnis yang beranggotakan Microsoft, Nokia, dan Oracle.
Baca juga: Oppo Find X Usung Kamera Pop-up untuk Keamanan, Ini Cara Kerjanya
Android merupakan sistem open-source. Artinya Android dapat dikembangkan siapa saja dan digunakan dengan bebas. Namun, menurut Komisi Eropa, mayoritas manufaktur tablet dan smartphone harus menekan kesepakatan dengan Google dan dituntut memasang layanan dan aplikasi Google seperti chrome, gmail.</description><content:encoded>JAKARTA - Google kembali dituduh melanggar aturan kompetisi Uni Eropa (UE). Perusahaan teknologi layanan dan produk internet itu terancam didenda hingga 4,3 miliar euro (Rp72 triliun, kurs Rp16.752 per euro) atas monopoli dalam sistem operasi (OS) Android pada 1.300 merek smartphone di Eropa.
Tuduhan itu dikeluarkan Direktorat Jenderal Kompetisi Komisi Eropa UE setelah melakukan penyelidikan selama tiga tahun. Institusi yang bertanggungjawab mengelola bisnis di Eropa itu turun melakukan inspeksi lapangan setelah adanya laporan mengenai strategi tidak adil Google demi memperkuat dominasinya di gawai bersistem Android.
Sejauh ini Komisi Eropa masih menunda pengumuman penalti terhadap Google. Namun informasi itu sudah bocor ke sejumlah media. Sanksi Rp72 triliun pun menjadi denda terbesar yang pernah dijatuhkan Komisi Eropa terhadap satu perusahaan setelah Intel didenda senilai 1,06 miliar euro (Rp17,7 triliun) pada Mei 2009.
Direktorat Jenderal Kompetisi Komisi Eropa UE mulai membuka proses penyelidikan resmi terhadap Google pada April 2015 setelah mendapat keluhan dari FairSearch.
&amp;nbsp;
Hasilnya Google diduga telah menghalangi akses pasar perusahaan pesaing dan layanan serta aplikasi komunikasi mobile pada Area Ekonomi Eropa (EEA). Penyelidikan Komisi Eropa terfokus pada tiga tuduhan.
Pertama, apakah Google memaksa manufaktur memasang aplikasi mereka secara eksklusif? Kedua, apakah Google mencekal modifikasi Android? Ketiga, apakah Google mencoba mencegah pesaing untuk memasang aplikasinya dengan menawarkan produk berbentuk bundle.
&amp;ldquo;Penyelidikan ini terpisah dari penyelidikan terhadap kasus mesin pencarian Google,&amp;rdquo; ungkap Komisi Eropa dalam keterangan pers di europa. Google memimpin pengembangan Android sejak 2005 yang kini menjadi sistem operasi terdepan di Kawasan Ekonomi Eropa.
Baca juga: Tingkatkan Keamanan, Facebook Messenger Siapkan Fitur Cegah Peretas
Dominasi Android ini pun membuat pesaingnya seperti iOS dari Apple dan Windows Phone tersingkir. Berdasarkan hasil riset gs.statcounter.com sampai Juni tahun ini, pangsa pasar Android di Eropa mencapai 74%.
&amp;nbsp;
Sisanya dikuasai iOS (24,06%), Windows (0,91%), tak diketahui (0,31%), Samsung (0,23%), dan Linux (0,1%). Adapun Fair Search merupakan kelompok bisnis yang beranggotakan Microsoft, Nokia, dan Oracle.
Baca juga: Oppo Find X Usung Kamera Pop-up untuk Keamanan, Ini Cara Kerjanya
Android merupakan sistem open-source. Artinya Android dapat dikembangkan siapa saja dan digunakan dengan bebas. Namun, menurut Komisi Eropa, mayoritas manufaktur tablet dan smartphone harus menekan kesepakatan dengan Google dan dituntut memasang layanan dan aplikasi Google seperti chrome, gmail.</content:encoded></item></channel></rss>
