<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Penyebab Developer Game Lokal Belum Kuasai Pasar</title><description>Badan Ekonomi Kreatif berpendapat pengembang game Indonesia memiliki daya saing.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/07/16/326/1923144/ini-penyebab-developer-game-lokal-belum-kuasai-pasar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2018/07/16/326/1923144/ini-penyebab-developer-game-lokal-belum-kuasai-pasar"/><item><title>Ini Penyebab Developer Game Lokal Belum Kuasai Pasar</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/07/16/326/1923144/ini-penyebab-developer-game-lokal-belum-kuasai-pasar</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2018/07/16/326/1923144/ini-penyebab-developer-game-lokal-belum-kuasai-pasar</guid><pubDate>Senin 16 Juli 2018 20:09 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/16/326/1923144/ini-penyebab-developer-game-lokal-belum-kuasai-pasar-EO4RTIjsnq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Game Tahu Bulat)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/16/326/1923144/ini-penyebab-developer-game-lokal-belum-kuasai-pasar-EO4RTIjsnq.jpg</image><title>(Foto: Game Tahu Bulat)</title></images><description>JAKARTA - Badan Ekonomi Kreatif berpendapat pengembang game Indonesia memiliki daya saing jika dibandingkan dengan pengembang asal luar negeri.
&quot;Problemnya sekarang apa yang dihasilkan sekolah ada jarak dengan kebutuhan industri,&quot; kata Deputi Infrastuktur Bekraf Hari Sungkari saat di acara Bekraf Game Prime 2018, Sabtu.
Diwawancara terpisah, Hari menyatakan kontribusi pengembang lokal terhadap industri game Indonesia hanya 5 persen pada 2017, jumlahnya turun dari 2016 yang sebesar 9,5 persen. Hal ini terjadi karena ukuran pasar membesar, namun, jumlah pengembang tidak bertambah.
Pada acara yang sama, Ketua Asosiasi Game Indonesia Narenda Wicaksono menyatakan dari segi kualitas, pengembang lokal memiliki kemampuan yang baik untuk bersaing.
&quot;Secara jumlah kurang. Kita harus melakukan sesuatu di situ, harus diperbanyak,&quot; kata Narenda.
Baca juga: 5 Tips agar WhatsApp Seolah Tak Aktif untuk Lindungi Privasi
Untuk mendorong pertumbuhan pengembang game, Bekraf menggelar acara yang ditujukan untuk pengembang, yaitu Developer Day.
Hari berharap dalam tiga tahun mendatang, kontribusi pengembang terhadap industri game dapat menjadi 10 persen.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Ekonomi Kreatif berpendapat pengembang game Indonesia memiliki daya saing jika dibandingkan dengan pengembang asal luar negeri.
&quot;Problemnya sekarang apa yang dihasilkan sekolah ada jarak dengan kebutuhan industri,&quot; kata Deputi Infrastuktur Bekraf Hari Sungkari saat di acara Bekraf Game Prime 2018, Sabtu.
Diwawancara terpisah, Hari menyatakan kontribusi pengembang lokal terhadap industri game Indonesia hanya 5 persen pada 2017, jumlahnya turun dari 2016 yang sebesar 9,5 persen. Hal ini terjadi karena ukuran pasar membesar, namun, jumlah pengembang tidak bertambah.
Pada acara yang sama, Ketua Asosiasi Game Indonesia Narenda Wicaksono menyatakan dari segi kualitas, pengembang lokal memiliki kemampuan yang baik untuk bersaing.
&quot;Secara jumlah kurang. Kita harus melakukan sesuatu di situ, harus diperbanyak,&quot; kata Narenda.
Baca juga: 5 Tips agar WhatsApp Seolah Tak Aktif untuk Lindungi Privasi
Untuk mendorong pertumbuhan pengembang game, Bekraf menggelar acara yang ditujukan untuk pengembang, yaitu Developer Day.
Hari berharap dalam tiga tahun mendatang, kontribusi pengembang terhadap industri game dapat menjadi 10 persen.</content:encoded></item></channel></rss>
