<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>APMI Dukung Deklarasi Menuju First Class Broadcasting Licensing</title><description>Sejumlah stakeholders bidang penyiaran menyatakan dukungan atas upaya Kementerian Komunikasi dan Informatika.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/06/07/54/1907902/apmi-dukung-deklarasi-menuju-first-class-broadcasting-licensing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2018/06/07/54/1907902/apmi-dukung-deklarasi-menuju-first-class-broadcasting-licensing"/><item><title>APMI Dukung Deklarasi Menuju First Class Broadcasting Licensing</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/06/07/54/1907902/apmi-dukung-deklarasi-menuju-first-class-broadcasting-licensing</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2018/06/07/54/1907902/apmi-dukung-deklarasi-menuju-first-class-broadcasting-licensing</guid><pubDate>Kamis 07 Juni 2018 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Hikmah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/06/07/54/1907902/apmi-dukung-deklarasi-menuju-first-class-broadcasting-licensing-7Im6ADuWhu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Nurul Hikmah/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/06/07/54/1907902/apmi-dukung-deklarasi-menuju-first-class-broadcasting-licensing-7Im6ADuWhu.jpg</image><title>(Foto: Nurul Hikmah/Okezone)</title></images><description>KUTA - Sejumlah stakeholders bidang penyiaran yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI) menyatakan dukungan atas upaya Kementerian Komunikasi dan Informatika menjadikan pelayanan perizinan penyiaran yang prima atau First Class Broadcasting Licensing.
Dukungan itu tampak dalam sambutan atas inisiatif Kementerian Kominfo dalam Deklarasi Bersama menuju First Class Broadcasting Licensing yang dicetuskan di Kuta, Badung, Rabu (6/6/2018).
Dukungan stakeholder penyiaran atas inisiatif First Class Broadcasting Licensing berasal dari Dirjen PPI, Dirjen SDPPI, Sekjen Kementerian Kominfo, Ketua KPI Pusat dan para Ketua asosiasi lembaga penyiaran yaitu ATVSI, ATVNI, PRSSNI, ARSSLI, APMI, APTEKINDO, ICTA, ARTVISI, JRKI, ATVLI dan GO TV Kabel.
Ketua Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI) Ade Tjendra mengatakan, deklarasi hari ini sesuatu  yang didukung dan memang ini suatu gebrakan dari pemerintah.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Karena dari digital online cepat, juga transparan ini sesuatu yang menurut saya sesuai  dengan intruksi presiden Jokowi.  Yang dilakukan oleh Kominfo ini sangat mendukung dan sangat baik. Bahkan ini sangat baik dari sebelum-sebelumnya,&amp;rdquo; ujarnya.
Yang kedua harus dicermati, menurut Ade, adalah bagaimana regulasi ini tidak berhenti pada perizinan tetapi juga tata kelola perizinan tersebut.
Baca juga: Adu Spesifikasi Asus ROG Phone dan Xiaomi Black Shark, Siapa yang Menang?
&amp;ldquo;Ini juga dipantau bagaimana perizinan sesuai dengan peruntukkan operator yang sedemikian banyak,&amp;rdquo; ungkapnya.
Bila mendapatkan izin tetapi kalau tidak dipantau dari sisi kelola perusahaan, bisnis operasional maupun konten hal itu bisa menyimpang, kata Ade.
&amp;nbsp;
Baca juga: Bocoran Galaxy Note 9 dengan Pemindai Sidik Jari 'Kotak'
&amp;ldquo;Konten ini penting sekali. Bisa saja konten-konten itu menyimpang, tidak sesuai dengan  undang&amp;ndash;undang, lha ini yang harus diperhatikan kominfo dan KPI.  Agar masyarakat  tidak dirugikan karena dalam waktu ini banyak konten asing masuk tanpa sensor dan tanpa izin yang belum tentu sesuai dengan kebudayaan  dan kultur Indonesia,&amp;rdquo; papar Ketua APMI.</description><content:encoded>KUTA - Sejumlah stakeholders bidang penyiaran yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI) menyatakan dukungan atas upaya Kementerian Komunikasi dan Informatika menjadikan pelayanan perizinan penyiaran yang prima atau First Class Broadcasting Licensing.
Dukungan itu tampak dalam sambutan atas inisiatif Kementerian Kominfo dalam Deklarasi Bersama menuju First Class Broadcasting Licensing yang dicetuskan di Kuta, Badung, Rabu (6/6/2018).
Dukungan stakeholder penyiaran atas inisiatif First Class Broadcasting Licensing berasal dari Dirjen PPI, Dirjen SDPPI, Sekjen Kementerian Kominfo, Ketua KPI Pusat dan para Ketua asosiasi lembaga penyiaran yaitu ATVSI, ATVNI, PRSSNI, ARSSLI, APMI, APTEKINDO, ICTA, ARTVISI, JRKI, ATVLI dan GO TV Kabel.
Ketua Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI) Ade Tjendra mengatakan, deklarasi hari ini sesuatu  yang didukung dan memang ini suatu gebrakan dari pemerintah.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Karena dari digital online cepat, juga transparan ini sesuatu yang menurut saya sesuai  dengan intruksi presiden Jokowi.  Yang dilakukan oleh Kominfo ini sangat mendukung dan sangat baik. Bahkan ini sangat baik dari sebelum-sebelumnya,&amp;rdquo; ujarnya.
Yang kedua harus dicermati, menurut Ade, adalah bagaimana regulasi ini tidak berhenti pada perizinan tetapi juga tata kelola perizinan tersebut.
Baca juga: Adu Spesifikasi Asus ROG Phone dan Xiaomi Black Shark, Siapa yang Menang?
&amp;ldquo;Ini juga dipantau bagaimana perizinan sesuai dengan peruntukkan operator yang sedemikian banyak,&amp;rdquo; ungkapnya.
Bila mendapatkan izin tetapi kalau tidak dipantau dari sisi kelola perusahaan, bisnis operasional maupun konten hal itu bisa menyimpang, kata Ade.
&amp;nbsp;
Baca juga: Bocoran Galaxy Note 9 dengan Pemindai Sidik Jari 'Kotak'
&amp;ldquo;Konten ini penting sekali. Bisa saja konten-konten itu menyimpang, tidak sesuai dengan  undang&amp;ndash;undang, lha ini yang harus diperhatikan kominfo dan KPI.  Agar masyarakat  tidak dirugikan karena dalam waktu ini banyak konten asing masuk tanpa sensor dan tanpa izin yang belum tentu sesuai dengan kebudayaan  dan kultur Indonesia,&amp;rdquo; papar Ketua APMI.</content:encoded></item></channel></rss>
