<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bulan Awalnya Menyala Lalu Mati, Ini Penjelasannya</title><description>Penjelasan soal bulan yang menyala kemudian mati.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/05/10/16/1896639/bulan-awalnya-menyala-lalu-mati-ini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2018/05/10/16/1896639/bulan-awalnya-menyala-lalu-mati-ini-penjelasannya"/><item><title>Bulan Awalnya Menyala Lalu Mati, Ini Penjelasannya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/05/10/16/1896639/bulan-awalnya-menyala-lalu-mati-ini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2018/05/10/16/1896639/bulan-awalnya-menyala-lalu-mati-ini-penjelasannya</guid><pubDate>Kamis 10 Mei 2018 11:06 WIB</pubDate><dc:creator>Mufrod</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/10/16/1896639/bulan-awalnya-menyala-lalu-mati-ini-penjelasannya-LKGB24mq7s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/10/16/1896639/bulan-awalnya-menyala-lalu-mati-ini-penjelasannya-LKGB24mq7s.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pada Abad 20 umat manusia mulai mengetahui fakta  ilmiah baru yang menunjukkan bahwa bulan pada mulanya adalah sebuah  planet yang menyala. Kondisi tersebut juga telah dipelajari pakar  astronomi  yang menyatakan bahwa pada mulanya bulan menyala, kemudian  cahayanya lenyap menjadi benda mati (tidak bercahaya).
Melalui teleskop canggih dan satelit buatan generasi pertama,  para pakar astronomi pernah mengirimkan gambar terperinci mengenai  bulan. Dalam gambar tersebut bulan diketahui terdapat kawah-kawah gunung  berapi, dataran tinggi dan lubang besar.  Selama masa pembentukannya  bulan yang menurut Badan Antariksa Amerika (NASA) terbentuk 4,6 juta  tahun lalu, menerima hantaman bertubi-tubi dari meteor dan meteorid.
Karena suhu bulan saat itu sangat panas, terjadilah peleburan dahsyat  di permukaan bulan sehingga menyebabkan terbentuknya lubang, gunung  tinggi serta kawah yang menumpahkan lahar. Namun berjalannya waktu saat  suhu bulan menjadi dingin, disitulah cahaya bulan mulai redup seperti  awalnya.
Kondisi bulan yang menyala kemudian redup juga dijelaskan oleh  Alquran, mengutip pada buku pintar Sains dalam Alquran, karya Dr Nadiah  Thayyarah, menyebutkan dalam surat Al-Isra Ayat 12 yang menjelaskan  tentang bulan awalannya menyala dan mati:
&amp;ldquo;Dan, kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran  kami). Kemudian, kami hapuskan tanda malam dan kami jadikan tanda siang  itu terang benderang  (bisa membuatmu melihat)&amp;rdquo;
Pada ayat Alquran tersebut kata 'mahauna' (kami hapuskan), kata 'al-mahwu' (penghapusan) menurut pakar bahasa berarti ath-thams yang artinya melenyapkan cahaya atau sinar dan al-izalah  (menghilangkan) yang artinya, Allah melenyapkan dan menghilangkan sinar  bilan, bukan melenyapkan keberadaan bulan itu sendiri. Bulan masih tetap  ada tetapi sinar dan cahayanya dilenyapkan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pada Abad 20 umat manusia mulai mengetahui fakta  ilmiah baru yang menunjukkan bahwa bulan pada mulanya adalah sebuah  planet yang menyala. Kondisi tersebut juga telah dipelajari pakar  astronomi  yang menyatakan bahwa pada mulanya bulan menyala, kemudian  cahayanya lenyap menjadi benda mati (tidak bercahaya).
Melalui teleskop canggih dan satelit buatan generasi pertama,  para pakar astronomi pernah mengirimkan gambar terperinci mengenai  bulan. Dalam gambar tersebut bulan diketahui terdapat kawah-kawah gunung  berapi, dataran tinggi dan lubang besar.  Selama masa pembentukannya  bulan yang menurut Badan Antariksa Amerika (NASA) terbentuk 4,6 juta  tahun lalu, menerima hantaman bertubi-tubi dari meteor dan meteorid.
Karena suhu bulan saat itu sangat panas, terjadilah peleburan dahsyat  di permukaan bulan sehingga menyebabkan terbentuknya lubang, gunung  tinggi serta kawah yang menumpahkan lahar. Namun berjalannya waktu saat  suhu bulan menjadi dingin, disitulah cahaya bulan mulai redup seperti  awalnya.
Kondisi bulan yang menyala kemudian redup juga dijelaskan oleh  Alquran, mengutip pada buku pintar Sains dalam Alquran, karya Dr Nadiah  Thayyarah, menyebutkan dalam surat Al-Isra Ayat 12 yang menjelaskan  tentang bulan awalannya menyala dan mati:
&amp;ldquo;Dan, kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran  kami). Kemudian, kami hapuskan tanda malam dan kami jadikan tanda siang  itu terang benderang  (bisa membuatmu melihat)&amp;rdquo;
Pada ayat Alquran tersebut kata 'mahauna' (kami hapuskan), kata 'al-mahwu' (penghapusan) menurut pakar bahasa berarti ath-thams yang artinya melenyapkan cahaya atau sinar dan al-izalah  (menghilangkan) yang artinya, Allah melenyapkan dan menghilangkan sinar  bilan, bukan melenyapkan keberadaan bulan itu sendiri. Bulan masih tetap  ada tetapi sinar dan cahayanya dilenyapkan.</content:encoded></item></channel></rss>
