<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ilmuwan Ciptakan Perangkat 'Penangkap' Air dari Udara</title><description>Rata-rata air yang dihasilkan dari perangkat ini adalah sekira seperempat liter dari satu kilogram MOF per lima siklus harian.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/03/23/56/1877066/ilmuwan-ciptakan-perangkat-penangkap-air-dari-udara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2018/03/23/56/1877066/ilmuwan-ciptakan-perangkat-penangkap-air-dari-udara"/><item><title>Ilmuwan Ciptakan Perangkat 'Penangkap' Air dari Udara</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2018/03/23/56/1877066/ilmuwan-ciptakan-perangkat-penangkap-air-dari-udara</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2018/03/23/56/1877066/ilmuwan-ciptakan-perangkat-penangkap-air-dari-udara</guid><pubDate>Jum'at 23 Maret 2018 19:07 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Chandra Laksana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/23/56/1877066/ilmuwan-ciptakan-perangkat-penangkap-air-dari-udara-VFKJEEMxwc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mesin Pengekstrak Air dari Udara (Sumber : Engadget)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/23/56/1877066/ilmuwan-ciptakan-perangkat-penangkap-air-dari-udara-VFKJEEMxwc.jpg</image><title>Mesin Pengekstrak Air dari Udara (Sumber : Engadget)</title></images><description>JAKARTA - Krisis air bersih kini terjadi di berbagai belahan dunia. Tentu saja hal ini menjadi salah satu perhatian para ilmuwan di seluruh dunia.

Beberapa hari lalu, para peneliti di MIT dan UC Berkeley tengah menguji perangkat yang dapat mengekstrak air dari udara. Mereka mengklaim jika perangkat mereka bisa melakukan hal tersebut meski ada di iklim terkering.

Sebenarnya, para ilmuwan telah memasukkan perangkat ini di dalam artikel Science tahun lalu. Namun dikarenakan masih terdapat beberapa kekurangan, mereka memperbaiki desain dari perangkat tersebut.

Baca Juga : 4 Hal Tentang Meteor yang Jarang Diketahui Orang

Mengutip laman Engadget, para ilmuwan tengah mencobanya di Tempe, Arizona. Daerah tersebut terkenal dengan suhunya yang panas serta tingkat kelembaban udaranya yang cukup rendah.

Mereka mengatakan, ada beberapa cara dalam menarik air dari udara. Namun, cara yang ada saat ini memerlukan tingkat kelembaban udara di tingkatan 50 persen dan beberapa membutuhkan energi yang besar untuk membuat alat mereka bekerja.

Namun para ilmuwan MIT dan UC Berkeley menyebut bahwa alat mereka bisa bekerja tanpa memerlukan energi. Selain itu, perangkat ini juga dapat bekerja di daerah dengan tingkat kelembaban sebesar 10 persen saja.

Inti dari desain mereka adalah material yang disebut kerangka logam-organik, atau MOF. Kerangka Ini terdiri dari molekul terkait yang menciptakan material berpori super luas dengan permukaan yang lebar.

Baca Juga : Tercatat 2.818 Penampakan UFO di Carolina Utara Sejak 1950

Dari sinilah, perangkat tersebut mengoleksi molekul air yang ada di udara. Kemudian saat tertangkap, molekul tersebut diarahkan ke sebuah penampungan. Sistem ini bekerja pada siang dan malam hari tanpa henti.

Sedangkan untuk rata-rata air yang dihasilkan dari perangkat ini adalah sekira seperempat liter dari satu kilogram MOF per lima siklus harian. Para ilmuwan menyatakan bahwa air yang dihasilkan sangat bersih karena difilter oleh material MOF.

&quot;Selanjutnya kami berharap memiliki sistem yang dapat menghasilkan liter air,&quot; kata pemimpin penelitian tersebut, Evelyn Wang. (chn)</description><content:encoded>JAKARTA - Krisis air bersih kini terjadi di berbagai belahan dunia. Tentu saja hal ini menjadi salah satu perhatian para ilmuwan di seluruh dunia.

Beberapa hari lalu, para peneliti di MIT dan UC Berkeley tengah menguji perangkat yang dapat mengekstrak air dari udara. Mereka mengklaim jika perangkat mereka bisa melakukan hal tersebut meski ada di iklim terkering.

Sebenarnya, para ilmuwan telah memasukkan perangkat ini di dalam artikel Science tahun lalu. Namun dikarenakan masih terdapat beberapa kekurangan, mereka memperbaiki desain dari perangkat tersebut.

Baca Juga : 4 Hal Tentang Meteor yang Jarang Diketahui Orang

Mengutip laman Engadget, para ilmuwan tengah mencobanya di Tempe, Arizona. Daerah tersebut terkenal dengan suhunya yang panas serta tingkat kelembaban udaranya yang cukup rendah.

Mereka mengatakan, ada beberapa cara dalam menarik air dari udara. Namun, cara yang ada saat ini memerlukan tingkat kelembaban udara di tingkatan 50 persen dan beberapa membutuhkan energi yang besar untuk membuat alat mereka bekerja.

Namun para ilmuwan MIT dan UC Berkeley menyebut bahwa alat mereka bisa bekerja tanpa memerlukan energi. Selain itu, perangkat ini juga dapat bekerja di daerah dengan tingkat kelembaban sebesar 10 persen saja.

Inti dari desain mereka adalah material yang disebut kerangka logam-organik, atau MOF. Kerangka Ini terdiri dari molekul terkait yang menciptakan material berpori super luas dengan permukaan yang lebar.

Baca Juga : Tercatat 2.818 Penampakan UFO di Carolina Utara Sejak 1950

Dari sinilah, perangkat tersebut mengoleksi molekul air yang ada di udara. Kemudian saat tertangkap, molekul tersebut diarahkan ke sebuah penampungan. Sistem ini bekerja pada siang dan malam hari tanpa henti.

Sedangkan untuk rata-rata air yang dihasilkan dari perangkat ini adalah sekira seperempat liter dari satu kilogram MOF per lima siklus harian. Para ilmuwan menyatakan bahwa air yang dihasilkan sangat bersih karena difilter oleh material MOF.

&quot;Selanjutnya kami berharap memiliki sistem yang dapat menghasilkan liter air,&quot; kata pemimpin penelitian tersebut, Evelyn Wang. (chn)</content:encoded></item></channel></rss>
